Janji yang “tidak populer” mengenai aniaya

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
AyoSaatTeduh fitted.png

Janji yang “tidak populer” mengenai aniaya

Saat Teduh
Tanggal Selasa, 27 Agustus 2019
Sebelumnya Senin, 26 Agustus 2019
Selanjutnya Rabu, 28 Agustus 2019

Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya. (2 Timotius 3:12)

Sekali lagi kita akan melihat kelompok janji yang “tidak populer.” Janji ini menjamin bahwa orang yang sungguh-sungguh percaya kepada Kristus akan menderita aniaya. di dalam dunia gereja yang mengandalkan kenyamanan, kekayaan dan popularitas, janji ini sangat tidak disukai.

Janji ini diberikan kepada mereka yang ingin hidup di dalam kesalehan. “Setiap orang yang mau hidup beribadah.” Hidup saleh adalah kehendak Tuhan bagi umat-Nya. “Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan” (1 Timotius 6:11). Tuhan sendiri menyatakan bahwa ada berkat yang melimpah jika kita sungguh-sungguh ingin hidup dalam kebenaran. “Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran” (Matius 5:6a). Berkat yang dijanjikan Tuhan bagi mereka yang mengejar kebenaran adalah: “mereka akan dipuaskan” (Matius 5:6b).

Namun, kita sudah melihat bahwa berkat kepuasan akan kebenaran bukanlah satu-satunya yang dijanjikan kepada mereka yang hidup dalam kesalehan. Aniaya juga dijanjikan kepada mereka. “Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya.” Perhatikan kepastian dari janji ini. “Setiap orang yang mau hidup beribadah... akan menderita aniaya.” Tidak ada pengecualian.

Semua orang yang dengan tulus hati mengikuti Tuhan Yesus Kristus akan mengalami konsekuensi yang Tuhan sendiri alami ketika Ia berjalan dalam kesalehan. “Ingatlah apa yang telah Kukatakan kepadamu: Seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya. Jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu” (Yohanes 15:20). Tidak semua orang mengagumi Yesus karena hidupnya yang benar. Ia ditentang, dihina, dimusuhi dan dikhianati. Kita tidak perlu kaget jika aniaya yang serupa menimpa kita.

Tentunya, janji akan aniaya ini tidak diberikan untuk membuat kita patah semangat menjalani kehidupan yang saleh. Namun untuk mempersiapkan kita akan kesulitan yang pasti akan kita hadapi saat kita tumbuh menjadi semakin seperti Kristus. Tuhan bahkan memberikan semangat agar kita hidup benar, supaya kita dikuatkan untuk mengejar kehendak-Nya yang kudus dalam hal ini. “Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga” (Matius 5:10).

Aniaya akan mengingatkan kita bahwa kita sedang menuju sorga. Aniaya membuat kita dapat menikmati kasih karunia Ilahi yang memampukan kita untuk terus berjalan dalam kesalehan.

Doa

Ya Tuhan sumber kebenaran, aku rindu untuk berjalan dalam kesalehan. Kuatkan hatiku dengan kasih karunia-Mu supaya aku dapat terus berjalan dalam kebenaran. Tolong agar aku tidak mundur walaupun aku pasti akan mengalami aniaya. Biarlah aku tetap berdiri walaupun aniaya semakin berat. Aku mengandalkan janji-janji-Mu bahwa aku dapat melewati peperangan ini, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Amin.