Janji Allah untuk berperang bagi umat-nya

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
AyoSaatTeduh fitted.png

Janji Allah untuk berperang bagi umat-nya

Saat Teduh
Tanggal Sabtu, 29 Juni 2019
Sebelumnya Jumat, 28 Juni 2019
Selanjutnya Minggu, 30 Juni 2019

TUHAN, Allahmu, yang berjalan di depanmu, Dialah yang akan berperang untukmu sama seperti yang dilakukan-Nya bagimu di Mesir, di depan matamu. (Ulangan 1:30)

Seorangpun tidak akan dapat bertahan menghadapi engkau seumur hidupmu; seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau. (Yosua 1:5)

Janji-janji Tuhan sudah menjamin bahwa bangsa Israel akan dibebaskan dari perbudakan di Mesir. Dalam ayat-ayat renungan hari ini, kita melihat bahwa Tuhan juga berjanji untuk berperang bagi bangsa Israel, sehingga mereka memiliki keyakinan akan kemenangan saat mereka memasuki Tanah Perjanjian.

Pada saat mereka memasuki Tanah Perjanjian mereka akan menghadapi banyak peperangan. Bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah akan melawan mereka dengan gigih. Musa, berbicara atas nama Tuhan, menyampaikan komitmen Allah bahwa Ia akan berperang untuk bangsa Israel. “TUHAN, Allahmu, yang berjalan di depanmu, Dialah yang akan berperang untukmu." Tuhan sudah melakukan perkara-perkara yang ajaib bagi bangsa Israel ketika Ia membawa mereka keluar dari Mesir. Sekarang, Musa meyakinkan bangsa Israel bahwa Tuhan akan bertindak lagi demi mereka, “sama seperti yang dilakukan-Nya bagimu di Mesir, di depan matamu."

Kemudian, Tuhan sendiri meyakinkan Yosua tentang hal yang sama. “Seorangpun tidak akan dapat bertahan menghadapi engkau seumur hidupmu." Banyak musuh yang akan melawan bangsa Israel di bawah pimpinan Yosua. Namun Allah menjanjikan kesetiaan yang sama kepada Yosua, seperti kepada Musa. “Seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau." Kemudian Tuhan menambahkan perkataan keyakinan yang agung. “Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau." Ketika menghadapi kepastian akan adanya peperangan, tidak ada yang lebih baik dari pada memiliki komitmen kesetiaan Allah bahwa Ia akan hadir untuk berperang melawan musuh. Kitab Yosua mencatat salah satu bukti dari kesetiaan Allah berdasarkan janjinya. “Semua raja ini dan negeri mereka telah dikalahkan Yosua sekaligus, sebab yang berperang untuk orang Israel ialah TUHAN, Allah Israel” (Yosua 10:42).

Sekarang kita juga sedang berada di dalam peperangan, yaitu peperangan rohani. “Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus” (2 Timotius 2:3). Sebagai prajurit rohani, kita harus menggunakan senjata rohani. “Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara duniawi, karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng” (2 Korintus 10:4-5). Janji-janji Allah adalah bagian dari persenjataan kita. Paulus dapat berdiri dalam kemenangan setelah peperangan oleh karena janji-janji Allah. “"Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam! Sebab Aku menyertai engkau dan tidak ada seorangpun yang akan menjamah dan menganiaya engkau"… Maka tinggallah Paulus di situ selama satu tahun enam bulan dan ia mengajarkan Firman Allah di tengah-tengah mereka” (Kisah Para Rasul 18:9-11).

Doa

Ya Allah, hidupku penuh dengan peperangan yang sengit dan berat. Aku berterima kasih karena janji-janji-Mu untuk berperang bagianku. Aku bersandar kepada kehadiran-Mu dalam hidupku, sekarang di tengah-tengah medan peperangan dunia ini. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa. Amin.