Ketaatan dan Ketuhanan Yesus

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
AyoSaatTeduh fitted.png

Ketaatan dan Ketuhanan Yesus

Saat Teduh
Tanggal Senin, 3 Juni 2019
Sebelumnya Minggu, 02 Juni 2019
Selanjutnya Selasa, 04 Juni 2019

Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan? … Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. (Lukas 6:46; Matius 28:19-20)

Sebagai pelayan-pelayan dari perjanjian baru kasih karunia, Ketuhanan Yesus adalah bagian penting dari pesan kita. “Sebab bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan” (2 Korintus 4:5).

Gereja mula-mula mengabarkan tentang Yesus sebagai Tuhan.

  • “Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus” (Kisah Para Rasul 2:36).
  • “Itulah firman yang Ia suruh sampaikan kepada orang-orang Israel, yaitu firman yang memberitakan damai sejahtera oleh Yesus Kristus, yang adalah Tuhan dari semua orang” (Kisah Para Rasul 10:36).
  • “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu” (Kisah Para Rasul 16:31).
  • “Dan Paulus tinggal dua tahun penuh di rumah yang disewanya sendiri itu; ia menerima semua orang yang datang kepadanya. Dengan terus terang dan tanpa rintangan apa-apa ia memberitakan Kerajaan Allah dan mengajar tentang Tuhan Yesus Kristus” (Kisah Para Rasul 28:30-31).

Alkitab sering kali menekankan fakta bahwa Yesus adalah Tuhan kita. Kalimat awal dari surat Paulus yang pertama kepada jemaat Korintus menjadi contoh yang jelas:

“Dari Paulus… kepada jemaat Allah di Korintus, yaitu mereka yang dikuduskan dalam Kristus Yesus dan yang dipanggil menjadi orang-orang kudus, dengan semua orang di segala tempat, yang berseru kepada nama Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Tuhan mereka dan Tuhan kita. Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu... Demikianlah kamu tidak kekurangan dalam suatu karunia pun sementara kamu menantikan penyataan Tuhan kita Yesus Kristus. Ia juga akan meneguhkan kamu sampai kepada kesudahannya, sehingga kamu tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus. Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia. Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus” (1 Korintus 1:1-10).

Jelaslah bahwa sudah seharusnya pengikut Yesus memanggil Dia Tuhan. Namun adalah kontradiksi jika kita memanggil Dia Tuhan tetapi tidak mentaati dia. “Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?” Setelah percaya kepada Yesus dan mengidentifikasikan diri kita dengan Dia melalui baptisan air, kita harus bertumbuh di dalam ketaatan kepada dia: “Ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu." Saat kita belajar untuk berjalan di dalam ketaatan, Yesus berjanji akan selalu bersama kita. “Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." Dari hari ke hari, Ia menawarkan kuasa kasih karunia yang diperlukan untuk hidup dalam ketaatan. “Dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita. Dengan perantaraan-Nya kami menerima kasih karunia dan jabatan rasul untuk menuntun semua bangsa, supaya mereka percaya dan taat kepada nama-Nya” (Roma 1:4-5).

Doa

Tuhan Yesus, aku rindu supaya pengakuan lewat mulutku bahwa Engkau adalah Tuhan dibuktikan lewat pertumbuhanku setiap hari dalam ketaatan kepada-Mu. Engkaulah Tuanku. Berikanlah kasih karunia-Mu setiap hari supaya aku percaya dan taat kepada-Mu. Di dalam nama-Mu Tuhan Yesus Kristus aku berdoa. Amin.