Hanya satu saja yang perlu

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
AyoSaatTeduh fitted.png

Hanya satu saja yang perlu

Saat Teduh
Tanggal Senin, 15 April 2019
Sebelumnya Minggu, 14 April 2019
Selanjutnya Selasa, 16 April 2019

Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya… Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku. (Filipi 3:10,13)

Tetapi Hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya. (Lukas 10:42)

Tujuan hidup Rasul Paulus adalah untuk bertumbuh dalam keintiman dengan Tuhan, “Yang kukehendaki ialah mengenal Dia." Paulus ingin mengenal Tuhan sedemikian dekat sehingga hidupnya diubah menjadi hidup dalam “kuasa kebangkitan-Nya” di dalam dunia yang sudah mati secara rohani ini. Dengan rendah hati Paulus mengakui bahwa ia belum mencapai tingkat kedewasaan rohani yang sempurna. “Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya." Oleh karena itu, sadar akan kebutuhannya untuk bertumbuh ditambah dengan kemuliaan dari tujuannya, Paulus memusatkan hidupnya pada satu tujuan. “Tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku." Satu hal yang Paulus lakukan adalah untuk mengenal Tuhan lebih dalam lagi.

Pengarahan diri yang demikian serupa dengan isi hati yang diperlihatkan Maria, seperti di catat dalam Injil Lukas. Ketika Yesus mengunjungi rumah Maria dan Marta, Maria “duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya." (Lukas 10:39). Marta bekerja sebagai tuan rumah yang sibuk, ingin melayani Tuhan Yesus. Namun, kesibukannya melayani membuat Marta justru tidak memiliki persekutuan dengan Yesus yang sedang ia layani. “Sedang Marta sibuk sekali melayani” (Lukas 10:40). Menurut Marta seharusnya Maria membantu dia melayani Yesus, sehingga Marta mendesak Yesus untuk menyuruh Maria membantunya. “Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku” (Lukas 10:40).

Dapat dibayangkan betapa terkejutnya Marta ketika Yesus justru mengatakan bahwa dialah yang salah, bukan Maria. “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara” (Lukas 10:41). Banyaknya pelayanan yang dilakukan Marta justru membuat Marta kuatir dan menyusahkan dirinya. Kerinduannya untuk melayani Tuhan membuat Marta menjadi orang yang mengasihani diri sendiri dan mudah tersinggung. Tuhan Yesus kemudian menyingkapkan kebenaran yang agung yang memperlihatkan pandangan rohani yang seharusnya. “Tetapi Hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya” (Lukas 10:42).

Sungguh suatu kebenaran yang luar biasa: “Hanya satu saja yang perlu." Satu hal yang diperlukan adalah Yesus. Maria memilih Yesus. Dia ada di kaki Tuhan, bersekutu dengan Dia, mengenal Dia lebih dalam lagi, mendengarkan perkataan-perkataan kebenaran-Nya dan mengalami kasih karunia-Nya. Inilah juga yang menjadi isi hati Paulus: “Yang kukehendaki ialah mengenal Dia."

Doa

Tuhan Yesus, bentuklah hatiku seperti hati Paulus, seperti hati Maria. Kobarkan gairah di dalam hatiku untuk mengenal Engkau lebih dalam lagi. Jadikan ini sebagai tujuan hidupku. Ampuni aku jika kesibukanku, bahkan ketika aku melayani Engkau, justru menghalangi aku untuk berkenan di hadapan-Mu. Tolong aku untuk duduk diam di kaki-Mu. Dan, ketika aku bangkit untuk melayani-Mu, biarlah hatiku tetap di kaki-Mu, ada dalam hadirat-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Amin.