Yesus Kristus, satu-satunya dasar kita

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
AyoSaatTeduh fitted.png

Yesus Kristus, satu-satunya dasar kita

Saat Teduh
Tanggal Sabtu, 6 April 2019
Sebelumnya Jumat, 05 April 2019
Selanjutnya Minggu, 07 April 2019

Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya. Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus. (1 Korintus 3:10-11)

Satu lagi berkat luar biasa di dalam Kristus adalah fondasi yang Ia sediakan untuk semua yang hidup dalam kasih karunia-Nya. Sama seperti sebuah gedung, kehidupan juga memerlukan fondasi atau dasar yang kuat. Dasar bangunan kehidupan kita adalah pribadi Yesus Kristus. “Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus." Oleh karena kekuatan kasih karunia Allah, Paulus melayani pemberitaan Injil Yesus Kristus. “Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar." Paulus meletakkan satu-satunya dasar rohani yang dapat diandalkan untuk dapat hidup sesuai dengan kehendak Tuhan. Banyak orang mencoba untuk meletakkan dasar yang lain bagi kehidupan mereka. Beberapa orang menggunakan kekayaan, yang lain kepintaran manusia, ada pula yang memakai dasar kekuatan dan pengaruh pribadi. Usaha yang sia-sia ini adalah seperti berusaha membangun sebuah gedung di atas pasir.

Kehidupan kita memerlukan dasar batu karang yang kokoh. Dan sejak semula Allah sudah menyiapkan-Nya bagi kita. Daud mengalami hal ini dalam perjalanan hidupnya ketika ia mengandalkan Tuhan. “Dari ujung bumi aku berseru kepada-Mu, karena hatiku lemah lesu; tuntunlah aku ke gunung batu yang terlalu tinggi bagiku” (Mazmur 61:3). Ketika Daud berada dalam situasi yang sangat berat, ketika masalah melanda dirinya, Daud berseru kepada Allah. Ia memandang kepada Allah supaya menjadi gunung batu di mana ia dapat berdiri di atas gelombang masalah yang melanda. “Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah” (Mazmur 62:7). Daud berdiri di atas Tuhan saja sebagai dasar rohani yang kokoh, berdiri dengan iman bahwa ia tidak akan celaka.

Tentunya gambaran paling luar biasa mengenai Tuhan sebagai batu karang bagi umat-Nya ada pada diri Yesus yang datang ke dunia sebagai manusia. Nabi Yesaya menubuatkan rencana Tuhan ini ratusan tahun sebelum Yesus lahir di Betlehem: “Sesungguhnya, Aku meletakkan sebagai dasar di Sion sebuah batu, batu yang teruji, sebuah batu penjuru yang mahal, suatu dasar yang teguh: Siapa yang percaya, tidak akan gelisah!” (Yesaya 28:16). Yesus adalah dasar yang terbukti, yang teguh dan yang tak ternilai. Sekarang, setiap orang yang berdiri di atas Dia dalam iman tidak akan gelisah mencari-cari dasar tempat meletakkan kaki mereka.

Doa

Ya Tuhan gunung batuku, Engkaulah satu-satunya dasar yang aku perlukan dalam hidupku. Aku sudah mencoba berdiri atas berbagai macam dasar yang tidak kokoh. Aku ingin menaruh semua harapan akan keteguhan rohani kepada-Mu. Ketika badai keadaan dan topan situasi mengancam untuk menjatuhkan aku, jadilah bagiku batu karang tempat aku berlindung dan menerima keselamatan. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Amin.