Kematian dalam Adam atau kehidupan dalam Kristus

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
AyoSaatTeduh fitted.png

Kematian dalam Adam atau kehidupan dalam Kristus

Saat Teduh
Tanggal Jumat, 29 Maret 2019
Sebelumnya Kamis, 28 Maret 2019
Selanjutnya Sabtu, 30 Maret 2019

Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. (1 Korintus 15:21-22)

Perjanjian baru kasih karunia adalah perjanjian mengenai persekutuan. Perjanjian baru ini diperlukan karena kematian rohani manusia yang terjadi melalui Adam. Kehidupan rohani melalui Kristus memungkinkan manusia untuk bisa memiliki hubungan yang intim dengan Allah. Semua manusia di dunia ini mewarisi hidup yang berdosa dari Adam: “Maut datang karena satu orang manusia." Semua manusia yang menaruh iman kepada Yesus Kristus menerima hidup yang dibenarkan, dibangkitkan: “Kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia (yaitu Kristus)."

Adam memulai hidupnya dalam keintiman dengan Allah sang Pencipta. “Ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup…TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu” (Kejadian 2:7,15). Di taman Eden, Adam melayani dan bersekutu dengan Tuhan saat “TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk” (Kejadian 3:8).

Adam dapat menikmati semua yang ada di dalam taman itu dengan bebas, kecuali untuk satu pohon. “Tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati” (Kejadian 2:17). Bagi Adam dan seluruh keturunannya, “Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita” (Roma 6:23). Pada hari Adam dan Hawa melanggar perintah Tuhan dan memakan buah yang terlarang itu, mereka mati secara rohani. “Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman” (Kejadian 3:8). Dahulu mereka menikmati hadirat Allah dengan bebas, tetapi sekarang mereka bersembunyi dari Dia. Sejak saat itu, semua keturunan Adam akan memulai hidup mereka “mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosa” (Efesus 2:1).

Satu-satunya jalan keluar dari kematian rohani yang dialami oleh keturunan manusia adalah dengan memiliki hubungan dengan nenek moyang yang baru. “Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa… jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus” (Roma 5:12,15). Hanya ada dua kelompok keturunan manusia: Keturunan Adam atau keturunan Kristus. Manusia hanya berhubungan dengan salah satu dari dua kepala keluarga: Adam atau Kristus. Adam mewariskan kematian rohani kepada keturunannya. Oleh kasih karunia, Kristus memberikan hidup yang kekal kepada anggota keluarga-Nya.

Doa

Allah maha Pencipta, Bapaku yang kekal, aku menyadari bahwa aku lahir dalam keturunan Adam yang berdosa. Aku mengucap syukur karena Engkau sudah mengirimkan Anak-Mu untuk menolong dan memindahkan aku dari keturunan Adam menjadi keturunan Kristus. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Amin.