Kasih karunia Allah mendidik kita

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
AyoSaatTeduh fitted.png

Kasih karunia Allah mendidik kita

Saat Teduh
Tanggal Kamis, 31 Januari 2019
Sebelumnya Rabu, 30 Januari 2019
Selanjutnya Jumat, 01 Februari 2019

Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata. Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus. (Titus 2:11-13)

Kasih karunia tidak saja menyelamatkan kita, orang-orang yang percaya kepada Yesus, kasih karunia juga bekerja di dalam hidup orang percaya dengan mendidik kita. Kasih karunia Allah yang bekerja lewat Firman-Nya (Kisah Para Rasul 20:32), mengajar dan membentuk pola pikir dan hidup kita, “mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini.” Adalah kehendak Allah bagi kita orang percaya untuk meninggalkan cara hidup dunia ini. Ia ingin kita hidup semakin serupa dengan Kristus.

Kasih karunia juga akan menimbulkan kerinduan dalam hati orang percaya untuk menantikan kedatangan Yesus yang kedua kali ke dunia ini. “Dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus.”

Kasih karunia Allah yang bekerja dalam hati kita melalui Firman-Nya dan oleh kuasa Roh Kudus-Nya, adalah cara Allah untuk mengubah kita. Pengudusan tidak dapat kita hasilkan dengan kekuatan kita sendiri, yang sama dengan berusaha mencapai perkenanan Allah dengan mengerjakan hukum Taurat. Jika demikian, kita mengabaikan kasih karunia Allah dan meremehkan kuasa salib Kristus. “Aku tidak menolak kasih karunia Allah. Sebab sekiranya ada kebenaran oleh hukum Taurat, maka sia-sialah kematian Kristus” (Galatia 2:21)

Doa

Ya Yesus, Tuhan dan Juru Selamatku. Aku mengucap syukur untuk kasih karunia-Mu yang mendidik aku supaya aku hidup berkenan di hadapan-Mu. Terima kasih untuk kesabaran-Mu untuk membuat aku semakin menjadi seperti Kristus. Aku juga berterima kasih untuk kerinduan yang Engkau berikan dalam hatiku untuk menantikan kedatangan-Mu yang kedua kali ke bumi ini. Terima kasih sekali lagi untuk Kuasa kasih karunia-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus Juru Selamatku.