Ketidakberdayaan hukum Taurat

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
AyoSaatTeduh fitted.png

Ketidakberdayaan hukum Taurat

Saat Teduh
Tanggal Rabu, 9 Januari 2019
Sebelumnya Selasa, 08 Januari 2019
Selanjutnya Kamis, 10 Januari 2019

Memang suatu hukum yang dikeluarkan dahulu dibatalkan, kalau hukum itu tidak mempunyai kekuatan dan karena itu tidak berguna, --sebab hukum Taurat sama sekali tidak membawa kesempurnaan--tetapi sekarang ditimbulkan pengharapan yang lebih baik, yang mendekatkan kita kepada Allah. (Ibrani 7:18-9)

Firman Tuhan menyatakan bahwa Hukum Taurat memiliki ketidakberdayaan. Ada daerah di mana hukum Taurat “tidak memiliki kekuatan dan karena itu tidak berguna.” Hukum Taurat meminta kesempurnaan, tetapi hukum Taurat tidak menyediakan sarana untuk bisa melakukan kesempurnaan tersebut. Ketidakberdayaan ini bukanlah karena kesalahan dari rancangan hukum Allah, tetapi karena memang hal tersebut bukanlah tujuan dari hukum Taurat.

Hukum Taurat diberikan kepada manusia bukan supaya manusia bisa menjadi sempurna, yaitu berubah menjadi manusia rohani yang serupa dan segambar dengan Allah. Hukum Taurat memberitahu kita apa yang Tuhan inginkan dalam hidup kita, tetapi hukum Taurat tidak menyediakan cara bagaimana supaya hal tersebut bisa dilakukan. Oleh karena itu, berusaha untuk bisa berkenan di hadapan Allah dengan bergantung kepada melakukan Taurat dengan kekuatan sendiri akan selalu sia-sia.

Siapapun yang ingin berkenan di hadapan Allah yang kudus harus menyadari bahwa ukuran standar Allah jauh melebihi kemampuannya sendiri. Siapapun yang ingin memiliki persekutuan dengan Allah yang sempurna, untuk hidup sesuai dengan kehendak-Nya, harus menggantungkan harapannya kepada sesuatu yang lebih baik dari pada hukum Taurat.

Hukum Taurat tidak dapat membenarkan kita. Hukum Taurat tidak dapat mengerjakan pertumbuhan rohani di dalam hidup kita. Hukum Taurat tidak dapat menguduskan kita. Kita membutuhkan sebuah “pengharapan yang lebih baik.” Kasih karunia Allah adalah pengharapan yang lebih baik itu, yang memungkinkan kita untuk “mendekat kepada Allah.” Dimulai dengan pembenaran pada saat kita percaya kepada Tuhan Yesus. Dilanjutkan dengan pengudusan lewat perjalanan rohani kita bersama Dia dari hari ke hari. Di mana dari Kasih karunia demi kasih karunia, kita tumbuh semakin dewasa di dalam keintiman bersama Dia.

Doa

Allah Bapa yang di dalam Sorga. Aku tahu bahwa hukum-hukum-Mu sempurna. Dan bahwa hukum-hukum-Mu menuntut kesempurnaan. Bapa, aku minta agar Engkau senantiasa mengingatkan aku bahwa aku tidak dapat hidup sesuai dengan hukum-hukum-Mu dengan kekuatanku sendiri. Ingatkan aku agar memiliki pengharapan yang lebih baik yaitu kepada kasih karunia-Mu. Tuhan aku menetapkan diriku untuk berjalan bersama dengan Mu, hidup berkenan di hadapan Mu. Oleh karena itu, aku percaya kepada Kuasa kasih karunia-Mu untuk membuatku mendekat kepada-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus Juru Selamatku.