Ayo Baca Alkitab/08/05

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Senin, 05 Agustus 2019

Pelayanan nabi Yeremia: Piala amarah TUHAN atas bangsa-bangsa, Pembakaran kitab nubuat Yeremia

(Yeremia 25:15-38; 36:1-32; 45:1-46:28)


Yeremia 25:15-38

Piala amarah TUHAN atas bangsa-bangsa

Beginilah firman TUHAN, Allah Israel, kepadaku: "Ambillah dari tangan-Ku piala berisi anggur kehangatan amarah ini dan minumkanlah isinya kepada segala bangsa yang kepadanya Aku mengutus engkau, supaya mereka minum, menjadi terhuyung-huyung dan bingung karena pedang yang hendak Kukirimkan ke antaranya. Maka aku mengambil piala itu dari tangan TUHAN, lalu meminumkan isinya kepada segala bangsa yang kepadanya TUHAN mengutus aku, yakni kepada Yerusalem dan kota-kota Yehuda, beserta raja-rajanya dan pemuka-pemukanya, untuk membuat semuanya itu menjadi reruntuhan, ketandusan dan sasaran suitan dan kutuk seperti halnya pada hari ini; kepada Firaun, raja Mesir, beserta pegawai-pegawainya, dan pemuka-pemukanya, dan segenap rakyatnya, juga kepada semua orang campuran dari berbagai-bagai bangsa; kepada semua raja negeri Us; kepada semua raja negeri Filistin, yakni Askelon, Gaza, Ekron dan orang-orang yang masih tinggal hidup di Asdod; kepada Edom, Moab dan bani Amon; kepada semua raja Tirus, semua raja Sidon dan kepada raja-raja tanah pesisir di seberang laut; kepada Dedan, Tema, Bus dan kepada orang-orang yang berpotong tepi rambutnya berkeliling; kepada semua raja Arab yang tinggal di padang gurun; kepada semua raja Zimri, kepada semua raja Elam dan kepada semua raja Madai; kepada semua raja dari utara, yang dekat dan yang jauh, satu demi satu, dan kepada semua kerajaan dunia yang ada di atas muka bumi; juga raja Sesakh akan meminumnya sesudah mereka.

Kemudian haruslah kaukatakan kepada mereka: Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Minumlah sampai mabuk dan muntah-muntah! Rebahlah dan jangan bangun lagi, oleh karena pedang yang hendak Kukirimkan ke antara kamu! Tetapi apabila mereka enggan menerima piala itu dari tanganmu untuk meminum isinya, maka haruslah kaukatakan kepada mereka: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Kamu wajib meminumnya! Sebab sesungguhnya di kota yang nama-Ku telah diserukan di atasnya Aku akan mulai mendatangkan malapetaka; masakan kamu ini akan bebas dari hukuman? kamu tidak akan bebas dari hukuman, sebab Aku ini mengerahkan pedang ke atas segenap penduduk bumi, demikianlah firman TUHAN semesta alam. Dan engkau ini, nubuatkanlah segala firman ini kepada mereka. Katakanlah kepada mereka:

TUHAN akan menengking dari tempat tinggi
dan memperdengarkan suara-Nya dari tempat pernaungan-Nya yang kudus;

Ia akan mengaum hebat terhadap tempat penggembalaan-Nya,
suatu pekik, seperti yang dipekikkan pengirik-pengirik buah anggur, terhadap segenap penduduk bumi.

Deru perang akan sampai ke ujung bumi,
sebab TUHAN mempunyai pengaduan terhadap bangsa-bangsa;

Ia akan berperkara dengan segala makhluk:
Orang-orang fasik akan diserahkan-Nya kepada pedang, demikianlah firman TUHAN.


Beginilah firman TUHAN semesta alam: Sesungguhnya, malapetaka akan menjalar
dari bangsa ke bangsa,

suatu badai besar akan berkecamuk
dari ujung-ujung bumi.

Maka pada hari itu akan bergelimpangan orang-orang yang mati terbunuh oleh TUHAN dari ujung bumi sampai ke ujung bumi. Mereka tidak akan diratapi, tidak akan dikumpulkan dan tidak akan dikuburkan; mereka akan menjadi pupuk di ladang.

Mengeluh dan berteriaklah, hai para gembala!
Berguling-gulinglah dalam debu, hai pemimpin-pemimpin kawanan kambing domba!

Sebab sudah genap waktunya kamu akan disembelih,
dan kamu akan rebah seperti domba jantan pilihan.

Maka bagi para gembala tidak akan ada lagi kelepasan,
dan bagi para pemimpin kawanan kambing domba tidak akan ada lagi keluputan.

Dengar! para gembala berteriak,
para pemimpin kawanan kambing domba mengeluh!

Sebab TUHAN telah merusakkan padang gembalaan mereka,
dan sunyi sepilah padang rumput yang sentosa,
oleh karena murka TUHAN yang menyala-nyala itu.

Seperti singa Ia meninggalkan semak belukar persembunyian-Nya,
sebab negeri mereka sudah menjadi ketandusan,

oleh karena pedang yang dahsyat,
oleh karena murka-Nya yang menyala-nyala."


Yeremia 36:1-32

Pembakaran kitab nubuat Yeremia oleh raja Yoyakim

Dalam tahun yang keempat pemerintahan Yoyakim bin Yosia, raja Yehuda, datanglah firman ini dari TUHAN kepada Yeremia, bunyinya: "Ambillah kitab gulungan dan tulislah di dalamnya segala perkataan yang telah Kufirmankan kepadamu mengenai Israel, Yehuda dan segala bangsa, dari sejak Aku berbicara kepadamu, yakni dari sejak zaman Yosia, sampai waktu ini. Mungkin apabila kaum Yehuda mendengar tentang segala malapetaka yang Aku rancangkan hendak mendatangkannya kepada mereka, maka mereka masing-masing akan bertobat dari tingkah langkahnya yang jahat itu, sehingga Aku mengampuni kesalahan dan dosa mereka." Jadi Yeremia memanggil Barukh bin Neria, lalu Barukh menuliskan dalam kitab gulungan itu langsung dari mulut Yeremia segala perkataan yang telah difirmankan TUHAN kepadanya.

Pada suatu kali Yeremia memberi perintah kepada Barukh: "Aku ini berhalangan, tidak dapat pergi ke rumah TUHAN. Jadi pada hari puasa engkaulah yang pergi membacakan perkataan-perkataan TUHAN kepada orang banyak di rumah TUHAN dari gulungan yang kautuliskan langsung dari mulutku itu; kepada segenap orang Yehuda yang datang dari kota-kotanya haruslah kaubacakannya juga. Mungkin permohonan mereka sampai di hadapan TUHAN dan mereka masing-masing bertobat dari tingkah langkahnya yang jahat itu, sebab besar murka dan kehangatan amarah yang diancamkan TUHAN kepada bangsa ini." Lalu Barukh bin Neria melakukan tepat seperti yang diperintahkan kepadanya oleh nabi Yeremia untuk membacakan perkataan-perkataan TUHAN dari kitab itu di rumah TUHAN. -- Adapun dalam tahun yang kelima pemerintahan Yoyakim bin Yosia, raja Yehuda, dalam bulan yang kesembilan, orang telah memaklumkan puasa di hadapan TUHAN bagi segenap rakyat di Yerusalem dan bagi segenap rakyat yang telah datang dari kota-kota Yehuda ke Yerusalem. -- Maka Barukh membacakan kepada segenap rakyat perkataan Yeremia dari kitab itu, di rumah TUHAN, di kamar Gemarya anak panitera Safan, di pelataran atas di muka pintu gerbang baru dari rumah TUHAN.

Ketika Mikhaya bin Gemarya bin Safan mendengar segala firman TUHAN dari kitab itu, turunlah ia ke istana raja, ke kamar panitera. Di sana tampak duduk semua pemuka, yakni panitera Elisama, Delaya bin Semaya, Elnatan bin Akhbor, Gemarya bin Safan, Zedekia bin Hananya dan semua pemuka lain. Lalu Mikhaya memberitahukan kepada mereka segala firman yang telah didengarnya, ketika Barukh membacakan kitab itu kepada orang banyak. Kemudian para pemimpin itu menyuruh Yehudi bin Netanya bin Selemya bin Kusyi kepada Barukh mengatakan: "Bawalah gulungan yang telah kaubacakan kepada orang banyak itu dan datanglah ke mari!" Maka Barukh bin Neria membawa gulungan itu dan datang kepada mereka. Berkatalah mereka kepadanya: "Silakan duduk dan bacakan itu kepada kami!" Lalu Barukh membacakannya kepada mereka. Setelah mereka mendengar segala perkataan itu, maka terkejutlah mereka dan berkata seorang kepada yang lain: "Kita harus dengan segera memberitahukan segala perkataan ini kepada raja!" Bertanyalah mereka kepada Barukh, katanya: "Beritahukanlah kepada kami, bagaimana caranya engkau menuliskan segala perkataan ini!" Jawab Barukh kepada mereka: "Segala perkataan ini langsung dari mulut Yeremia kepadaku, dan aku menuliskannya dengan tinta dalam kitab." Lalu berkatalah para pemuka itu kepada Barukh: "Pergilah, sembunyikanlah dirimu bersama Yeremia! Janganlah ada orang yang mengetahui di mana tempatmu!"

Kemudian pergilah mereka menghadap raja di pelataran, sesudah mereka menyimpan gulungan itu di kamar panitera Elisama. Mereka memberitahukan segala perkataan ini kepada raja. Raja menyuruh Yehudi mengambil gulungan itu, lalu ia mengambilnya dari kamar panitera Elisama itu. Yehudi membacakannya kepada raja dan semua pemuka yang berdiri dekat raja. Waktu itu adalah bulan yang kesembilan dan raja sedang duduk di balai musim dingin, sementara di depannya api menyala di perapian. Setiap kali apabila Yehudi selesai membacakan tiga empat lajur, maka raja mengoyak-ngoyaknya dengan pisau raut, lalu dilemparkan ke dalam api yang di perapian itu, sampai seluruh gulungan itu habis dimakan api yang di perapian itu. Baik raja maupun para pegawainya, yang mendengarkan segala perkataan ini, seorangpun tidak terkejut dan tidak mengoyakkan pakaiannya. Elnatan, Delaya dan Gemarya memang mendesak kepada raja, supaya jangan membakar gulungan itu, tetapi raja tidak mendengarkan mereka. Bahkan raja memerintahkan pangeran Yerahmeel, Seraya bin Azriel dan Selemya bin Abdeel untuk menangkap juru tulis Barukh dan nabi Yeremia, tetapi TUHAN menyembunyikan mereka.

Sesudah raja membakar gulungan berisi perkataan-perkataan yang dituliskan oleh Barukh langsung dari mulut Yeremia itu, maka datanglah firman TUHAN kepada Yeremia, bunyinya: "Ambil pulalah gulungan lain, tuliskanlah di dalamnya segala perkataan yang semula ada di dalam gulungan yang pertama yang dibakar oleh Yoyakim, raja Yehuda. Mengenai Yoyakim, raja Yehuda, haruslah kaukatakan: Beginilah firman TUHAN: Engkau telah membakar gulungan ini dengan berkata: Mengapakah engkau menulis di dalamnya, bahwa raja Babel pasti akan datang untuk memusnahkan negeri ini dan untuk melenyapkan dari dalamnya manusia dan hewan? Sebab itu beginilah firman TUHAN tentang Yoyakim, raja Yehuda: Ia tidak akan mempunyai keturunan yang akan duduk di atas takhta Daud, dan mayatnya akan tercampak, sehingga kena panas di waktu siang dan kena dingin di waktu malam. Aku akan menghukum dia, keturunannya dan hamba-hambanya karena kesalahan mereka; Aku akan mendatangkan atas mereka, atas segala penduduk Yerusalem dan atas orang Yehuda segenap malapetaka yang Kuancamkan kepada mereka, yang mereka tidak mau mendengarnya."

Maka Yeremia mengambil gulungan lain dan memberikannya kepada juru tulis Barukh bin Neria yang menuliskan di dalamnya langsung dari mulut Yeremia segala perkataan yang ada di dalam kitab yang telah dibakar Yoyakim, raja Yehuda dalam api itu. Lagipula masih ditambahi dengan banyak perkataan seperti itu.


Yeremia 45:1-46:28

Kata penghiburan Yeremia kepada Barukh

Firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia kepada Barukh bin Neria, waktu Barukh dalam tahun keempat pemerintahan Yoyakim bin Yosia, raja Yehuda, menuliskan segala firman tersebut dalam sebuah kitab langsung dari mulut Yeremia: "Beginilah firman TUHAN, Allah Israel, tentang engkau, hai Barukh! Oleh karena engkau telah berkata: Celakalah aku, sebab TUHAN telah menambahkan kedukaan kepada penderitaanku! Aku lesu karena keluh kesahku dan aku tidak mendapat ketenangan, maka beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, apa yang Kubangun akan Kuruntuhkan, dan apa yang Kutanam akan Kucabut, bahkan sekalipun seluruh negeri! Masakan engkau mencari hal-hal yang besar bagimu sendiri? Janganlah mencarinya! Sebab, sesungguhnya, Aku mendatangkan malapetaka atas segala makhluk, demikianlah firman TUHAN, tetapi kepadamu akan Kuberikan nyawamu sebagai jarahan di segala tempat ke mana engkau pergi."

Firman TUHAN tentang bangsa-bangsa

Firman TUHAN yang datang kepada nabi Yeremia tentang bangsa-bangsa.

Mengenai Mesir.

Terhadap tentara Firaun Nekho, raja Mesir, yang berkemah di tepi sungai Efrat dekat Karkemis dan yang dipukul kalah oleh Nebukadnezar, raja Babel, dalam tahun yang keempat pemerintahan Yoyakim bin Yosia, raja Yehuda:

"Siapkanlah perisai besar dan perisai kecil
dan majulah untuk bertempur!

Pasanglah kuda,
dan naiklah, hai pengendara-pengendara!

Ambillah tempatmu dengan memakai ketopong,
tajamkanlah tombakmu, pakailah baju zirahmu!


Mengapa kulihat mereka terkejut,
mundur ke belakang?

Pahlawan-pahlawan mereka terpukul kalah,
lari kocar-kacir, tanpa menoleh;

kedahsyatan dari segala jurusan!, demikianlah firman TUHAN.


Orang yang tangkas tidak dapat melarikan diri,
pahlawan tidak dapat meluputkan diri;

di utara, di tepi sungai Efratlah
mereka tersandung dan rebah.


Siapakah ini yang meluas seperti sungai Nil dan yang airnya bergelora seperti sungai-sungai?


Itulah Mesir yang meluas seperti sungai Nil,
dan yang airnya bergelora seperti sungai-sungai.

Ia berkata: Aku mau meluas menutupi bumi,
membinasakan kota dan penduduknya.


Majulah, hai kuda-kuda!
Melajulah, hai kereta-kereta!

Majulah berperang, hai pahlawan-pahlawan,
hai kamu orang Etiopia dan orang Put

yang memegang perisai,
dan orang Lidia yang membentur busur!

Hari itu ialah hari Tuhan ALLAH semesta alam,
hari pembalasan
untuk melakukan pembalasan kepada para lawan-Nya.

Pedang akan makan sampai kenyang,
dan akan puas minum darah mereka.

Sebab Tuhan ALLAH semesta alam mengadakan korban penyembelihan
di tanah utara, dekat sungai Efrat.

Pergilah ke Gilead mengambil balsam,
hai anak dara, puteri Mesir!

Sia-sia engkau memakai banyak obat,
kesembuhan tidak akan kaudapat!

Bangsa-bangsa telah mendengar tentang celamu,
bumi telah penuh dengan teriakmu,

sebab pahlawan yang satu tersandung kepada pahlawan yang lain,
keduanya rebah bersama-sama."

Firman yang disampaikan TUHAN kepada nabi Yeremia tentang datangnya Nebukadnezar, raja Babel, untuk memukul kalah tanah Mesir:

"Beritahukanlah di Mesir,
dan kabarkanlah di Migdol!

Kabarkanlah di Memfis dan di Tahpanhes!
Katakanlah: Ambillah tempat dan bersiaplah,
sebab sekitarmu habis dimakan pedang!

Mengapa Apis melarikan diri,
tidakkah sanggup sapi jantanmu bertahan?
Sungguh, TUHAN telah menundukkan dia!

Banyak dari padamu yang tersandung dan rebah,
mereka berkata seorang kepada yang lain:

Marilah kita pulang kepada bangsa kita,
ke negeri kelahiran kita,
untuk mengelakkan pedang yang merajalela ini!

Sebutlah nama Firaun, raja Mesir:
Tukang ribut yang membiarkan kesempatan berlalu!


Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Raja
yang nama-Nya TUHAN semesta alam,

ia akan datang seperti gunung Tabor yang menjulang di antara gunung-gunung lain,
seperti gunung Karmel yang menganjur ke laut.

Siapkanlah bagimu barang-barang untuk perjalananmu ke pembuangan,
hai puteri Mesir yang sudah lama menetap!

Sebab Memfis akan menjadi sunyi sepi,
dijadikan reruntuhan yang tidak berpenduduk lagi.


Mesir adalah lembu muda yang elok,
tetapi seekor pikat dari utara mendatangi dia.

Juga prajurit-prajurit upahan yang ada padanya
adalah seperti anak-anak lembu tambun;

merekapun berbalik dan melarikan diri bersama-sama;
mereka tidak dapat bertahan,

sebab hari bencana mereka menimpa mereka,
yakni waktu penghukuman mereka.


Suaranya seperti ular yang mendesis,
apabila mereka berjalan maju dengan bertentara;

mereka mendatangi dia dengan membawa kapak
seperti orang-orang penebang pohon.

Mereka menebang hutannya, demikianlah firman TUHAN,
sekalipun itu tidak dapat dimasuki;

sebab lebih banyak mereka dari pada belalang,
tidak terbilang jumlahnya.

Puteri Mesir menjadi malu,
diserahkan ke dalam tangan bangsa dari utara."

TUHAN semesta alam, Allah Israel, berfirman: "Sesungguhnya, Aku mendatangkan hukuman atas dewa Amon dari Tebe, atas Firaun beserta Mesir, dewa-dewaanya dan raja-rajanya, yakni atas Firaun beserta orang-orang yang percaya kepadanya. Aku akan menyerahkan mereka ke dalam tangan orang-orang yang berusaha mencabut nyawa mereka, yakni ke dalam tangan Nebukadnezar, raja Babel, dan para pegawainya. Tetapi sesudahnya negeri itu akan didiami seperti dalam zaman purbakala, demikianlah firman TUHAN.

Maka engkau, janganlah takut, hai hamba-Ku Yakub,
janganlah gentar, hai Israel!

Sebab sesungguhnya, Aku menyelamatkan engkau dari tempat jauh
dan keturunanmu dari negeri pembuangan mereka.

Yakub akan kembali dan hidup tenang
dan aman, dengan tidak ada yang mengejutkan.

Maka engkau, janganlah takut, hai hamba-Ku Yakub,
demikianlah firman TUHAN,
sebab Aku menyertai engkau:

segala bangsa yang ke antaranya engkau Kuceraiberaikan
akan Kuhabiskan,

tetapi engkau ini tidak akan Kuhabiskan.
Aku akan menghajar engkau menurut hukum,
tetapi Aku sama sekali tidak memandang engkau tak bersalah."