Ayo Baca Alkitab/06/01

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Minggu, 30 Juni 2019

Kumpulan amsal-amsal Salomo (Amsal 17-19)

(Amsal 17, 18, 19)

Kumpulan amsal-amsal Salomo

Amsal 17

Lebih baik sekerat roti yang kering disertai dengan ketenteraman,
dari pada makanan daging serumah disertai dengan perbantahan.

Budak yang berakal budi akan berkuasa atas anak yang membuat malu,
dan akan mendapat bagian warisan bersama-sama dengan saudara-saudara anak itu.

Kui adalah untuk melebur perak dan perapian untuk melebur emas,
tetapi Tuhanlah yang menguji hati.

Orang yang berbuat jahat memperhatikan bibir jahat,
seorang pendusta memberi telinga kepada lidah yang mencelakakan.

Siapa mengolok-olok orang miskin menghina Penciptanya;
siapa gembira karena suatu kecelakaan tidak akan luput dari hukuman.

Mahkota orang-orang tua adalah anak cucu
dan kehormatan anak-anak ialah nenek moyang mereka.

Orang bebal tidak layak mengucapkan kata-kata yang bagus,
apalagi orang mulia mengucapkan kata-kata dusta.

Hadiah suapan adalah seperti mestika di mata yang memberinya,
ke mana juga ia memalingkan muka, ia beruntung.

Siapa menutupi pelanggaran, mengejar kasih,
tetapi siapa membangkit-bangkit perkara, menceraikan sahabat yang karib.

Suatu hardikan lebih masuk pada orang berpengertian
dari pada seratus pukulan pada orang bebal.

Orang durhaka hanya mencari kejahatan,
tetapi terhadap dia akan disuruh utusan yang kejam.

Lebih baik berjumpa dengan beruang betina yang kehilangan anak,
dari pada dengan orang bebal dengan kebodohannya.

Siapa membalas kebaikan dengan kejahatan,
kejahatan tidak akan menghindar dari rumahnya.

Memulai pertengkaran adalah seperti membuka jalan air;
jadi undurlah sebelum perbantahan mulai.

Membenarkan orang fasik dan mempersalahkan orang benar,
kedua-duanya adalah kekejian bagi TUHAN.

Apakah gunanya uang di tangan orang bebal untuk membeli hikmat,
sedang ia tidak berakal budi?

Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu,
dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.

Orang yang tidak berakal budi ialah dia yang membuat persetujuan,
yang menjadi penanggung bagi sesamanya.

Siapa suka bertengkar, suka juga kepada pelanggaran,
siapa memewahkan pintunya mencari kehancuran.

Orang yang serong hatinya tidak akan mendapat bahagia,
orang yang memutar-mutar lidahnya akan jatuh ke dalam celaka.

Siapa mendapat anak yang bebal, mendapat duka,
dan ayah orang bodoh tidak akan bersukacita.

Hati yang gembira adalah obat yang manjur,
tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.

Orang fasik menerima hadiah suapan dari pundi-pundi
untuk membelokkan jalan hukum.

Pandangan orang berpengertian tertuju pada hikmat,
tetapi mata orang bebal melayang sampai ke ujung bumi.

Anak yang bebal menyakiti hati ayahnya,
dan memedihkan hati ibunya.

Mengenakan denda orang benar adalah salah,
memukul orang muliapun tidak patut.

Orang yang berpengetahuan menahan perkataannya,
orang yang berpengertian berkepala dingin.

Juga orang bodoh akan disangka bijak kalau ia berdiam diri
dan disangka berpengertian kalau ia mengatupkan bibirnya.


Amsal 18

Orang yang menyendiri, mencari keinginannya,
amarahnya meledak terhadap setiap pertimbangan.

Orang bebal tidak suka kepada pengertian,
hanya suka membeberkan isi hatinya.

Bila kefasikan datang, datanglah juga penghinaan
dan cela disertai cemooh.

Perkataan mulut orang adalah seperti air yang dalam,
tetapi sumber hikmat adalah seperti batang air yang mengalir.

Tidak baik berpihak kepada orang fasik
dengan menolak orang benar dalam pengadilan.

Bibir orang bebal menimbulkan perbantahan,
dan mulutnya berseru meminta pukulan.

Orang bebal dibinasakan oleh mulutnya,
bibirnya adalah jerat bagi nyawanya.

Perkataan pemfitnah seperti sedap-sedapan,
yang masuk ke lubuk hati.

Orang yang bermalas-malas dalam pekerjaannya
sudah menjadi saudara dari si perusak.

Nama TUHAN adalah menara yang kuat,
ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat.

Kota yang kuat bagi orang kaya ialah hartanya
dan seperti tembok yang tinggi menurut anggapannya.

Tinggi hati mendahului kehancuran,
tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan.

Jikalau seseorang memberi jawab sebelum mendengar,
itulah kebodohan dan kecelaannya.

Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya,
tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah?

Hati orang berpengertian memperoleh pengetahuan,
dan telinga orang bijak menuntut pengetahuan.

Hadiah memberi keluasan kepada orang,
membawa dia menghadap orang-orang besar.

Pembicara pertama dalam suatu pertikaian nampaknya benar,
lalu datanglah orang lain dan menyelidiki perkaranya.

Undian mengakhiri pertengkaran,
dan menyelesaikan persoalan antara orang-orang berkuasa.

Saudara yang dikhianati lebih sulit dihampiri dari pada kota yang kuat,
dan pertengkaran adalah seperti palang gapura sebuah puri.

Perut orang dikenyangkan oleh hasil mulutnya,
ia dikenyangkan oleh hasil bibirnya.

Hidup dan mati dikuasai lidah,
siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.

Siapa mendapat isteri, mendapat sesuatu yang baik,
dan ia dikenan TUHAN.

Orang miskin berbicara dengan memohon-mohon,
tetapi orang kaya menjawab dengan kasar.

Ada teman yang mendatangkan kecelakaan,
tetapi ada juga sahabat yang lebih karib dari pada seorang saudara.


Amsal 19

Lebih baik seorang miskin yang bersih kelakuannya
dari pada seorang yang serong bibirnya lagi bebal.

Tanpa pengetahuan kerajinanpun tidak baik;
orang yang tergesa-gesa akan salah langkah.

Kebodohan menyesatkan jalan orang,
lalu gusarlah hatinya terhadap TUHAN.

Kekayaan menambah banyak sahabat,
tetapi orang miskin ditinggalkan sahabatnya.

Saksi dusta tidak akan luput dari hukuman,
orang yang menyembur-nyemburkan kebohongan tidak akan terhindar.

Banyak orang yang mengambil hati orang dermawan,
setiap orang bersahabat dengan si pemberi.

Orang miskin dibenci oleh semua saudaranya,
apalagi sahabat-sahabatnya, mereka menjauhi dia.

Ia mengejar mereka, memanggil mereka
tetapi mereka tidak ada lagi.

Siapa memperoleh akal budi, mengasihi dirinya;
siapa berpegang pada pengertian, mendapat kebahagiaan.

Saksi dusta tidak akan luput dari hukuman,
orang yang menyembur-nyemburkan kebohongan akan binasa.

Kemewahan tidak layak bagi orang bebal,
apalagi bagi seorang budak memerintah pembesar.

Akal budi membuat seseorang panjang sabar
dan orang itu dipuji karena memaafkan pelanggaran.

Kemarahan raja adalah seperti raung singa muda,
tetapi kebaikannya seperti embun yang turun ke atas rumput.

Anak bebal adalah bencana bagi ayahnya,
dan pertengkaran seorang isteri adalah seperti tiris yang tidak henti-hentinya menitik.

Rumah dan harta adalah warisan nenek moyang,
tetapi isteri yang berakal budi adalah karunia TUHAN.

Kemalasan mendatangkan tidur nyenyak,
dan orang yang lamban akan menderita lapar.

Siapa berpegang pada perintah, memelihara nyawanya,
tetapi siapa menghina firman, akan mati.

Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah,
memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu.

Hajarlah anakmu selama ada harapan,
tetapi jangan engkau menginginkan kematiannya.

Orang yang sangat cepat marah akan kena denda,
karena jika engkau hendak menolongnya, engkau hanya menambah marahnya.

Dengarkanlah nasihat dan terimalah didikan,
supaya engkau menjadi bijak di masa depan.

Banyaklah rancangan di hati manusia,
tetapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana.

Sifat yang diinginkan pada seseorang ialah kesetiaannya;
lebih baik orang miskin dari pada seorang pembohong.

Takut akan Allah mendatangkan hidup,
maka orang bermalam dengan puas, tanpa ditimpa malapetaka.

Si pemalas mencelup tangannya ke dalam pinggan,
tetapi tidak juga mengembalikannya ke mulut.

Jikalau si pencemooh kaupukul, barulah orang yang tak berpengalaman menjadi bijak,
jikalau orang yang berpengertian ditegur, ia menjadi insaf.

Anak yang menganiaya ayahnya atau mengusir ibunya,
memburukkan dan memalukan diri.

Hai anakku, jangan lagi mendengarkan didikan,
kalau engkau menyimpang juga dari perkataan-perkataan yang memberi pengetahuan.

Saksi yang tidak berguna mencemoohkan hukum
dan mulut orang fasik menelan dusta.

Hukuman bagi si pencemooh tersedia
dan pukulan bagi punggung orang bebal.