Ayo Baca Alkitab/05/29

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Rabu, 29 Mei 2019

Amsal-amsal Salomo mengenai hikmat (Amsal 8-10)

(Amsal 8-10)


Amsal 8

Wejangan Hikmat

Bukankah hikmat berseru-seru,
dan kepandaian memperdengarkan suaranya?

Di atas tempat-tempat yang tinggi di tepi jalan,
di persimpangan jalan-jalan, di sanalah ia berdiri,

di samping pintu-pintu gerbang, di depan kota,
pada jalan masuk, ia berseru dengan nyaring:

"Hai para pria, kepadamulah aku berseru,
kepada anak-anak manusia kutujukan suaraku.

Hai orang yang tak berpengalaman, tuntutlah kecerdasan,
hai orang bebal, mengertilah dalam hatimu.

Dengarlah, karena aku akan mengatakan perkara-perkara yang dalam
dan akan membuka bibirku tentang perkara-perkara yang tepat.

Karena lidahku mengatakan kebenaran,
dan kefasikan adalah kekejian bagi bibirku.

Segala perkataan mulutku adalah adil,
tidak ada yang belat-belit atau serong.

Semuanya itu jelas bagi yang cerdas,
lurus bagi yang berpengetahuan.

Terimalah didikanku, lebih dari pada perak,
dan pengetahuan lebih dari pada emas pilihan.

Karena hikmat lebih berharga dari pada permata,
apapun yang diinginkan orang, tidak dapat menyamainya.

Aku, hikmat, tinggal bersama-sama dengan kecerdasan,
dan aku mendapat pengetahuan dan kebijaksanaan.

Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan;
aku benci kepada kesombongan, kecongkakan,

tingkah laku yang jahat,
dan mulut penuh tipu muslihat.

Padaku ada nasihat dan pertimbangan,
akulah pengertian, padakulah kekuatan.

Karena aku para raja memerintah,
dan para pembesar menetapkan keadilan.

Karena aku para pembesar berkuasa
juga para bangsawan dan semua hakim di bumi.

Aku mengasihi orang yang mengasihi aku,
dan orang yang tekun mencari aku akan mendapatkan daku.

Kekayaan dan kehormatan ada padaku,
juga harta yang tetap dan keadilan.

Buahku lebih berharga dari pada emas, bahkan dari pada emas tua,
hasilku lebih dari pada perak pilihan.

Aku berjalan pada jalan kebenaran,
di tengah-tengah jalan keadilan,

supaya kuwariskan harta kepada yang mengasihi aku,
dan kuisi penuh perbendaharaan mereka.

TUHAN telah menciptakan aku sebagai permulaan pekerjaan-Nya,
sebagai perbuatan-Nya yang pertama-tama dahulu kala.

Sudah pada zaman purbakala aku dibentuk,
pada mula pertama, sebelum bumi ada.

Sebelum air samudera raya ada, aku telah lahir,
sebelum ada sumber-sumber yang sarat dengan air.

Sebelum gunung-gunung tertanam
dan lebih dahulu dari pada bukit-bukit aku telah lahir;

sebelum Ia membuat bumi dengan padang-padangnya
atau debu dataran yang pertama.

Ketika Ia mempersiapkan langit, aku di sana,
ketika Ia menggaris kaki langit pada permukaan air samudera raya,

ketika Ia menetapkan awan-awan di atas,
dan mata air samudera raya meluap dengan deras,

ketika Ia menentukan batas kepada laut,
supaya air jangan melanggar titah-Nya,

dan ketika Ia menetapkan dasar-dasar bumi,
aku ada serta-Nya sebagai anak kesayangan,

setiap hari aku menjadi kesenangan-Nya,
dan senantiasa bermain-main di hadapan-Nya;

aku bermain-main di atas muka bumi-Nya
dan anak-anak manusia menjadi kesenanganku.

Oleh sebab itu, hai anak-anak, dengarkanlah aku,
karena berbahagialah mereka yang memelihara jalan-jalanku.

Dengarkanlah didikan, maka kamu menjadi bijak;
janganlah mengabaikannya.

Berbahagialah orang yang mendengarkan daku,
yang setiap hari menunggu pada pintuku, yang menjaga tiang pintu gerbangku.

Karena siapa mendapatkan aku, mendapatkan hidup,
dan TUHAN berkenan akan dia.

Tetapi siapa tidak mendapatkan aku, merugikan dirinya;
semua orang yang membenci aku, mencintai maut."


Amsal 9

Undangan hikmat dan undangan kebodohan

Hikmat telah mendirikan rumahnya,
menegakkan ketujuh tiangnya,

memotong ternak sembelihannya,
mencampur anggurnya, dan menyediakan hidangannya.

Pelayan-pelayan perempuan telah disuruhnya berseru-seru
di atas tempat-tempat yang tinggi di kota:

"Siapa yang tak berpengalaman, singgahlah ke mari";
dan kepada yang tidak berakal budi katanya: "

Marilah, makanlah rotiku,
dan minumlah anggur yang telah kucampur;

buanglah kebodohan, maka kamu akan hidup,
dan ikutilah jalan pengertian."

Siapa mendidik seorang pencemooh,
mendatangkan cemooh kepada dirinya sendiri,

dan siapa mengecam orang fasik, mendapat cela.

Janganlah mengecam seorang pencemooh,
supaya engkau jangan dibencinya,

kecamlah orang bijak,
maka engkau akan dikasihinya,

berilah orang bijak nasihat,
maka ia akan menjadi lebih bijak,

ajarilah orang benar,
maka pengetahuannya akan bertambah.

Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN,
dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian.

Karena oleh aku umurmu diperpanjang,
dan tahun-tahun hidupmu ditambah.

Jikalau engkau bijak,
kebijakanmu itu bagimu sendiri,

jikalau engkau mencemooh,
engkau sendirilah orang yang akan menanggungnya.

Perempuan bebal cerewet, sangat tidak berpengalaman ia,
dan tidak tahu malu.

Ia duduk di depan pintu rumahnya
di atas kursi di tempat-tempat yang tinggi di kota,

dan orang-orang yang berlalu di jalan,
yang lurus jalannya diundangnya dengan kata-kata:

"Siapa yang tak berpengalaman, singgahlah ke mari";
dan kepada orang yang tidak berakal budi katanya:

"Air curian manis,
dan roti yang dimakan dengan sembunyi-sembunyi lezat rasanya."

Tetapi orang itu tidak tahu, bahwa di sana ada arwah-arwah
dan bahwa orang-orang yang diundangnya ada di dalam dunia orang mati.


Amsal 10

Kumpulan amsal-amsal Salomo

Amsal-amsal Salomo.

Anak yang bijak mendatangkan sukacita kepada ayahnya,
tetapi anak yang bebal adalah kedukaan bagi ibunya.

Harta benda yang diperoleh dengan kefasikan tidak berguna,
tetapi kebenaran menyelamatkan orang dari maut.

TUHAN tidak membiarkan orang benar menderita kelaparan,
tetapi keinginan orang fasik ditolak-Nya.

Tangan yang lamban membuat miskin,
tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya.

Siapa mengumpulkan pada musim panas, ia berakal budi;
siapa tidur pada waktu panen membuat malu.

Berkat ada di atas kepala orang benar,
tetapi mulut orang fasik menyembunyikan kelaliman.

Kenangan kepada orang benar mendatangkan berkat,
tetapi nama orang fasik menjadi busuk.

Siapa bijak hati, memperhatikan perintah-perintah,
tetapi siapa bodoh bicaranya, akan jatuh.

Siapa bersih kelakuannya, aman jalannya,
tetapi siapa berliku-liku jalannya, akan diketahui.

Siapa mengedipkan mata, menyebabkan kesusahan,
siapa bodoh bicaranya, akan jatuh.

Mulut orang benar adalah sumber kehidupan,
tetapi mulut orang fasik menyembunyikan kelaliman.

Kebencian menimbulkan pertengkaran,
tetapi kasih menutupi segala pelanggaran.

Di bibir orang berpengertian terdapat hikmat,
tetapi pentung tersedia bagi punggung orang yang tidak berakal budi.

Orang bijak menyimpan pengetahuan,
tetapi mulut orang bodoh adalah kebinasaan yang mengancam.

Kota yang kuat bagi orang kaya ialah hartanya,
tetapi yang menjadi kebinasaan bagi orang melarat ialah kemiskinan.

Upah pekerjaan orang benar membawa kepada kehidupan,
penghasilan orang fasik membawa kepada dosa.

Siapa mengindahkan didikan, menuju jalan kehidupan,
tetapi siapa mengabaikan teguran, tersesat.

Siapa menyembunyikan kebencian, dusta bibirnya;
siapa mengumpat adalah orang bebal.

Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran,
tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi.

Lidah orang benar seperti perak pilihan,
tetapi pikiran orang fasik sedikit nilainya.

Bibir orang benar menggembalakan banyak orang,
tetapi orang bodoh mati karena kurang akal budi.

Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya,
susah payah tidak akan menambahinya.

Berlaku cemar adalah kegemaran orang bebal,
sebagaimana melakukan hikmat bagi orang yang pandai.

Apa yang menggentarkan orang fasik, itulah yang akan menimpa dia,
tetapi keinginan orang benar akan diluluskan.

Bila taufan melanda, lenyaplah orang fasik,
tetapi orang benar adalah alas yang abadi.

Seperti cuka bagi gigi dan asap bagi mata,
demikian si pemalas bagi orang yang menyuruhnya.

Takut akan TUHAN memperpanjang umur,
tetapi tahun-tahun orang fasik diperpendek.

Harapan orang benar akan menjadi sukacita,
tetapi harapan orang fasik menjadi sia-sia.

Jalan TUHAN adalah perlindungan bagi orang yang tulus,
tetapi kebinasaan bagi orang yang berbuat jahat.

Orang benar tidak terombang-ambing untuk selama-lamanya,
tetapi orang fasik tidak akan mendiami negeri.

Mulut orang benar mengeluarkan hikmat,
tetapi lidah bercabang akan dikerat.

Bibir orang benar tahu akan hal yang menyenangkan,
tetapi mulut orang fasik hanya tahu tipu muslihat.