Speak up, stand up

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari

Tahun Ibrani 5787 (Pey Zayin), ada simbol menarik yaitu Pey (80) yang berarti "Mulut" dan Zayin (7) yang berarti "Pedang." Ini menggambarkan bahwa mulut kita adalah senjata dan alat untuk tuaian. Apa yang keluar dari mulut kita termasuk apa yang kita ketik di medsos—bisa berdampak besar buat hidup kita dan orang lain!

Bahan Commander of Thousand JC-Youth minggu pertama November 2026

Bahan bacaan

Amsal 18:21,

Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.

Roma 10:9-10,

Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.

Penjelasan materi (45 menit)

Ice breaker (10 Menit)

Permainan: "Spill or Speak"

Cara bermain:

  • Minta anggota kelompok membagikan satu kalimat positif yang pernah mereka terima minggu ini dari teman/media sosial yang membuat hari mereka lebih cerah, atau satu kata kasar/negatif yang paling sering mereka dengar di tempat nongkrong/medsos dan bagaimana rasanya saat mendengar itu.

Pertanyaan pemicu:

  • "Kenapa ya satu kalimat pendek dari orang lain atau bahkan satu komentar di tikTok/instagram bisa bikin mood kita hancur seharian atau sebaliknya bikin kita happy banget?"

Poin pembuka:

  • Perkataan kita punya daya tular dan dampak yang sangat besar.

Materi Firman (25 menit)

Pendahuluan

Hai guys! Tahu gak sih kalau di tahun Ibrani 5787 (Pey Zayin), ada simbol menarik yaitu pey (80) yang berarti "mulut" dan zayin (7) yang berarti "pedang". Ini menggambarkan bahwa mulut kita adalah senjata' dan alat untuk tuaian. Apa yang keluar dari mulut kita termasuk apa yang kita ketik di medsos bisa berdampak besar buat hidup kita dan orang lain!

  1. Mulut dan hati itu saling terhubung
  2. Mulut bukan sekadar organ buat makan atau ngobrol, tapi cerminan dari apa yang ada di dalam hati kita.

    Amsal 4:23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

    Mazmur 34:13-15 Siapakah orang yang menyukai hidup, yang mengingini umur panjang untuk menikmat yang baik? Jagalah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu; jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, carilah perdamaian dan berusahalah mendapatkannya!

    Jangan sampai mulut kita dipakai untuk hal yang sia-sia atau membagikan kebohongan (dusta). Iblis adalah bapa segala dusta, jadi kalau kita suka menyebarkan hoax atau perkataan yang menjatuhkan, kita sedang mengikuti jalurnya.

    Yohanes 8:44 Iblis lah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.

    Matius 12:36-37

    Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkan pada hari penghakiman. Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum.
  3. Mulut sebagai senjata rohani
  4. Di dalam perjuangan hidup sehari-hari, mulut kita bisa dipakai untuk menangkal godaan dan membawa dampak lewat 4 cara:

    • Berdoa dalam Roh:

    Doa adalah senjata ampuh dalam peperangan rohani (Efesus 6:18)

    • Memuji dan menyembah Tuhan:

    Sama seperti raja Yosafat mengalahkan musuh-musuhnya lewat pasukan pujian (2 Tawarikh 20:21-22), ketika kita menghadapi masalah, memuji Tuhan adalah langkah terbaik untuk mengalami kemenangan.

    • Bersaksi:

    Wahyu 12:11a Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka.

    • Memperkatakan iman:

    2 Korintus 4:13 Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: 'Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata,' maka kami juga percaya dan sebab itu kami

    juga berkata-kata.
  5. Mulut untuk memuridkan dan merawat tuaian
  6. Mulut kita juga dipanggil untuk menguatkan orang lain dan menjadikan mereka murid Kristus. Matius 28:19-20 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.

    1 Yohanes 2:6

    Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup. Gunakan perkataanmu untuk memberi semangat baru kepada teman yang sedang letih lesu, bukan malah membuat mereka makin lelah.
  7. Prinsip restorasi pondok Daud & unity
  8. Tuhan sedang merestorasi Pondok Daud—yaitu prajurit-prajurit Tuhan yang memiliki gaya hidup berdoa, memuji, dan menyembah Tuhan bersama-sama dalam kebersamaan (unity) siang dan malam.

    Kisah Para Rasul 15:15-18 Hal itu sesuai dengan ucapan-ucapan para nabi seperti yang tertulis: Kemudian Aku akan kembali dan membangunkan kembali pondok Daud yang telah roboh, dan reruntuhannya akan Kubangun kembali dan akan Kuteguhkan, supaya semua orang lain mencari Tuhan dan segala bangsa yang tidak mengenal Allah, yang Kusebut milik-Ku demikianlah firman Tuhan yang melakukan semuanya ini, yang telah diketahui dari sejak semula.

Ketika anak muda bersatu dalam doa dan penyembahan, ada kuasa Roh Kudus yang memampukan kita menjadi saksi Kristus di mana pun kita berada. Saat kita merasa lemah, ingatlah bahwa kuasa Tuhan sempurna dalam kelemahan kita. 2 Korintus 12:10 Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.

Matius 24:14 Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.

Diskusi kelompok kecil (10 Menit)

  • Menurut kamu, apa bentuk "kata-kata sia-sia" atau kebiasaan ucapan di kalangan anak muda zaman sekarang yang paling sering bikin rapuh atau merusak pertemanan/komunitas?
  • Bagaimana cara kamu bisa menggunakan media sosial atau ucapan sehari-hari untuk memperkatakan iman dan memberi semangat kepada teman yang lagi burnout atau hilang arah?

Aplikasi dan tantangan (15 Menit)

  • Tantangan "words of life" (Seminggu ke depan):
  • Filter medsos: Sebelum post, comment, atau chat kelompok, tanyakan pada diri sendiri: "Apakah perkataan ini membangun, jujur, dan memuliakan Tuhan?" Jika tidak, tahan dan hapus
  • Encouragement boost
  • Kirim pesan singkat/PM bernada positif atau ayat alkitab kepada minimal 2 orang temanmu minggu ini yang sedang mengalami masa-masa sulit atau kelelahan.
  • Menara doa pribadi
  • Sisihkan waktu 10-15 menit setiap hari untuk memuji, menyembah.

Jadwal