Tetaplah berdoa
![]() ![]() | |
| Inspirational | |
| Tanggal | 24 September 2026 |
| Oleh | Pdp Johan Susanto |
| Baca juga | |
| |
| |
Tetap berdoa berarti terus percaya kepada Tuhan dalam keadaan baik maupun sulit. Doa tidak selalu membuat masalah langsung hilang, tetapi memberi kita kekuatan, pengharapan, dan ketenangan untuk menghadapi setiap keadaan. Karena itu, jangan berhenti berdoa ketika jawaban belum datang, sebab Tuhan tetap mendengar dan memegang kendali atas hidup kita.
Maka nyata, bahwa Tuhan tahu menyelamatkan orang-orang saleh dari pencobaan dan tahu menyimpan orang-orang jahat untuk disiksa pada hari penghakiman.
Kita tahu bahwa keadaan dunia sekarang ini sedang tidak baik-baik saja. Gembala kita juga mengingatkan bahwa minggu ini kita masuk dalam Fasting and Praying for Shifting. Karena itu, kita bukan hanya belajar berdoa, tetapi juga belajar berpuasa untuk semakin merendahkan diri, mencari Tuhan, dan peka terhadap pimpinan-Nya.
- Tetaplah berdoa. (1 Tesalonika 5:17)
Apa artinya tetap berdoa?
- Tetap berdoa dalam keadaan apa pun
- Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. (Filipi 4:6)
- Tetap berdoa berarti tetap percaya kepada Tuhan
- Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui. (Yeremia 33:3)
Kadang-kadang kita rajin berdoa ketika keadaan hidup sedang baik. Kita diberkati Tuhan, kesehatan baik, dan semuanya berjalan lancar. Namun ketika masalah datang, justru kita mulai jarang berdoa.
Bahkan orang percaya yang sudah lama mengikut Kristus pun bisa merasa kecewa, tawar hati, lalu perlahan-lahan berhenti berdoa. Karena itu, Firman Tuhan kembali mengingatkan kita: tetaplah berdoa.
Ketika kita berdoa, sebenarnya kita sedang menyerahkan seluruh hidup kita ke dalam tangan Tuhan. Kita sedang berkata, “Tuhan, saya tidak mampu menghadapi semuanya dengan kekuatan saya sendiri. Saya membutuhkan pertolongan-Mu.”
Doa adalah bentuk pengakuan bahwa kita percaya Tuhan tetap memegang kendali atas hidup kita.
Sering kali kita menggambarkan jawaban Tuhan dengan tiga kemungkinan: ya, tunggu, atau tidak. Kalau “ya”, kita menerima apa yang kita minta. Kalau “tunggu”, kita belajar menanti waktu Tuhan. Kalau “tidak”, mungkin apa yang kita minta tidak sesuai dengan kehendak atau rencana Tuhan bagi kita.
Apa pun jawabannya, kita tetap datang kepada Tuhan.
Kita juga tidak harus selalu memakai doa yang panjang. Yang terutama adalah hati yang sungguh-sungguh datang kepada Tuhan, percaya kepada-Nya, dan memohon pertolongan-Nya.
Karena itu, masalah boleh besar, tetapi jangan pernah berhenti berdoa, sebab kita mempunyai Allah yang jauh lebih besar daripada masalah kita.
- Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. (1 Tesalonika 5:18)
Jadi, marilah kita tetap berdoa, tetap percaya, dan tetap mengucap syukur dalam segala keadaan. Ketika doa dan puasa menjadi bagian dari kehidupan kita, kita belajar semakin bergantung kepada Tuhan dan semakin peka terhadap apa yang Ia kehendaki.
Amin.
Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur.

