Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari

Orang percaya tidak dipanggil untuk membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi untuk tetap melakukan kebaikan di tengah perlakuan yang tidak adil. Pembalasan adalah hak Tuhan, sebab hanya Allah yang berdaulat dan sanggup menghakimi dengan adil. Karena itu, serahkanlah perkara kita kepada Tuhan dan kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan.

Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai!
Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!

Roma 12:16-17

Ketika Tuhan Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya, Ia sedang mengajarkan kasih. Perbuatan itu menunjukkan bahwa mengasihi dengan benar berarti bersedia merendahkan diri, bahkan melakukan perbuatan yang dipandang hina, demi kebaikan orang lain.

Sebagai orang percaya, kita tidak boleh merasa paling pandai atau mencari pembenaran diri. Firman Tuhan pagi ini mengingatkan kita: janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi takutlah akan Tuhan dan jauhilah kejahatan.

Dalam dunia yang jahat ini, bukan tidak mungkin ada orang yang mengharapkan hal-hal buruk terjadi atas hidup kita. Namun sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk merespons dengan cara yang berbeda.

  1. Berusahalah berbuat baik
  2. Janganlah kita berbuat jahat kepada siapa pun. Jangan membalas kejahatan dengan kejahatan, sebab pembalasan hanyalah memperpanjang luka, menambah dosa dan menyeret kita mengikuti cara dunia.

    Sebaliknya, firman Tuhan mengajar kita untuk melakukan apa yang baik bagi semua orang. Ini bukan berarti kita membenarkan kejahatan, tetapi kita memilih untuk tidak dikuasai oleh kejahatan itu.

    Orang percaya dipanggil untuk tetap hidup dalam kasih, kebaikan dan kerendahan hati, sekalipun sedang diperlakukan tidak adil.
  3. Berilah tempat kepada murka Allah
  4. Jangan memberi tempat kepada amarah kita, sebab amarah yang dipelihara dapat menjadi celah bagi Iblis. Kita harus belajar memadamkan dan menekan keinginan untuk membalas.

    Firman Tuhan menegaskan bahwa pembalasan adalah hak Tuhan. Allah adalah Hakim yang adil dan berdaulat. Hak untuk menghakimi dan membalas ada di tangan-Nya, bukan di tangan kita.

    Jika kita membalas sendiri, kita sedang melangkahi hak Allah dan mengambil bagian yang bukan menjadi tugas kita.

    Karena itu, kita tidak perlu melakukan pembalasan sendiri. Serahkanlah perkara kita kepada Tuhan dengan rendah hati. Percayalah, Allah mengetahui segala sesuatu dan Ia akan bertindak dengan adil pada waktu-Nya.

Sebagai murid Kristus, marilah kita hidup dalam damai, melakukan kebaikan, dan tidak membiarkan kejahatan menguasai hati kita. Kita dipanggil bukan untuk membalas seperti dunia, tetapi untuk menyatakan kasih Kristus di tengah dunia yang penuh kejahatan

Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!
Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan.
(Roma 12:18-19)

Tuhan Yesus memberkati.

Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!

Roma 12:21