Tetap tenang dan berdoa

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari

Di tengah hari-hari yang penuh ketidakpastian, Tuhan memanggil kita untuk tetap tenang, menguasai diri, dan berdoa. Kekhawatiran boleh datang, tetapi jangan sampai menguasai hati dan membuat kita mengambil keputusan yang tergesa-gesa. Ketika kita berjalan bersama Tuhan dan meminta pimpinan Roh Kudus, kita akan dimampukan untuk hidup sebagai pemenang.

Kita sedang masuk dalam Tahun Amanat Agung. Kita percaya bahwa sampai tahun 2033, semua orang akan mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan. Waktu yang tersisa tinggal 7 tahun lagi. Tahun ini ada banyak hal yang kita alami: kesusahan, ketidakpastian, bencana alam, peperangan, wabah, dan berbagai keadaan yang dapat membuat kita sebagai orang percaya menjadi khawatir. Khawatir adalah hal yang wajar, tetapi jangan sampai kita dikuasai oleh kekhawatiran.

dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. (Efesus 5:16)

Artinya, ke depan akan ada banyak hal yang jahat dan tidak mudah akan terjadi, bahkan semuanya sudah dinubuatkan dalam Firman Tuhan. Namun di tengah keadaan seperti itu, ada satu Firman yang menenangkan kita.

Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa. (1 Petrus 4:7)

Tuhan meminta kita untuk menguasai diri dan tetap tenang supaya kita dapat berdoa. Apa pun yang terjadi, kita perlu menjaga hati supaya tetap tenang, karena doa adalah napas iman.Ada lagu yang mengatakan bahwa Dia hanya sejauh doa. Ada kalimat yang menarik: kalau musuh tidak bisa menghancurkan kita, ia akan mengganggu kita. Di zaman yang serba cepat ini, dunia sering berkata bahwa kecepatan sama dengan kesuksesan dan keberhasilan. Namun sebagai orang percaya, kita perlu berhati-hati agar tidak terburu-buru mengambil keputusan. Jangan sampai karena panik, kita masuk ke dalam pinjaman online, judi online, investasi yang tidak jelas, atau bergantung kepada manusia dengan cara yang salah.

Jangan karena takut, kita mengambil keputusan yang tergesa-gesa dan akhirnya merugikan hidup kita. Tuhan berkata agar kita tenang.

Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! (Mazmur 46:11a)

Ingatlah bahwa kita memiliki Tuhan. Dalam segala hal yang terjadi, jangan terburu-buru, jangan dikuasai oleh nafsu, apalagi ketika harus mengambil keputusan-keputusan penting dalam hidup: keluarga, pekerjaan, rumah tangga, bisnis, dan pelayanan. Sebelum mengambil keputusan, mari kita berdoa. Mari meminta pimpinan Roh Kudus. Jangan terburu-buru, karena sesungguhnya kita tidak mampu melakukan banyak hal dengan kekuatan sendiri. Tetapi ketika kita berjalan bersama Tuhan, kita cakap melakukan segala sesuatu, dan kita menjadi lebih dari pemenang di dalam Dia.

Amin.