Asli atau palsu
| Inspirational | |
|---|---|
| Tanggal | 12 Mei 2026 |
| Oleh | Win Diana |
| Baca juga | |
| |
Salib Kristus adalah standar yang menyingkapkan mana hidup rohani yang asli dan mana yang hanya tampilan luar. Melalui salib, kita menerima pendamaian, keselamatan, pemulihan, dan panggilan untuk mati terhadap diri sendiri. Karena salib tidak berakhir pada kematian tetapi kebangkitan, kita memiliki hidup baru dan kemenangan di dalam Kristus.
Salib sebagai standar kebenaran sejati
Dunia sering menampilkan sesuatu yang indah, tetapi belum tentu nyata. Media, status, dan penampilan luar tidak selalu sama dengan kenyataan yang sesungguhnya. Bahkan hari-hari ini, kebenaran sering dianggap relatif, sehingga setiap orang merasa benar menurut pandangannya sendiri.
Di tengah keadaan seperti itu, salib menjadi standar kebenaran sejati. Salib mengukur keaslian hidup rohani kita. Di salib, kasih dan keadilan Allah bertemu dengan sempurna. Salib menyingkapkan mana yang sungguh-sungguh asli, dan mana yang hanya tampilan luar saja.
Salib sebagai pendamaian yang menyelamatkan
Daud berani meminta Tuhan memeriksa hidupnya:
Karena Allah itu adil, dosa harus dihukum. Namun karena kasih-Nya, Yesus menggantikan kita di kayu salib. Darah-Nya menjadi pendamaian dan perlindungan bagi kita. Melalui salib, kita tidak lagi hidup dalam ketakutan, sebab keselamatan adalah anugerah, bukan hasil usaha manusia. Salib bukan sekadar simbol, tetapi pusat keselamatan manusia.
Salib sebagai jalan kematian diri
Mengikut Yesus berarti menyerahkan kendali hidup kepada-Nya. Kita tidak bisa melayani dua tuan: ego diri sendiri dan Tuhan. Karena itu, ego kita harus mati, daging harus ditaklukkan, supaya kita dapat melakukan kehendak Bapa. Kita dipanggil untuk hidup baru, yaitu hidup yang dipimpin oleh Kristus. Hubungan dengan Tuhan membutuhkan totalitas. Semakin intim kita dengan Tuhan, semakin kita mati terhadap diri sendiri dan hidup bagi kehendak-Nya.
Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. (Matius 11:28–29).
Salib sebagai tanda kemenangan
Dalam Yesaya 53 kita melihat bahwa Tuhan Yesus sungguh-sungguh menderita bagi kita. Tubuh-Nya diremukkan, dan luka-Nya membawa kesembuhan bagi kita. Penderitaan bukanlah akhir, tetapi proses menuju kemenangan. Mengalahkan daging adalah kunci kemenangan rohani. Dalam Tuhan, tidak ada air mata yang sia-sia, dan ada upah bagi mereka yang rela menderita karena kebenaran. Setiap luka yang kita alami di dalam Tuhan dapat menghasilkan kemenangan dan membawa kita kepada mahkota yang Tuhan sediakan.
Karena salib ada kebangkitan Salib bukan akhir, tetapi bukti kemenangan atas dosa dan maut. Tuhan Yesus taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Namun setelah salib, ada kebangkitan. Pengorbanan Yesus adalah bukti kasih Allah yang terbesar. Oleh bilur-bilur-Nya, kita menjadi sembuh. Salib membuka jalan menuju hidup kekal dan memberikan hidup baru bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya. Karena itu, mari kita hidup bukan hanya dengan tampilan rohani, tetapi dengan kehidupan yang sungguh-sungguh asli di hadapan Tuhan. Biarlah salib Kristus menjadi ukuran, pusat, dan dasar hidup kita setiap hari. Amin.
Penutup
Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah. 1 Korintus 1:18