Merendahkan diri dalam melayani

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari

Yesus memberikan teladan kerendahan hati dengan membasuh kaki murid-murid-Nya dan melayani tanpa syarat. Sebagai murid Kristus, kita dipanggil untuk memiliki hati seorang hamba, bukan meninggikan diri dalam pelayanan. Kerendahan hati akan membawa kesatuan tubuh Kristus dan membuka jalan bagi penuaian jiwa bagi kemuliaan Tuhan.

“Sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.”

Yohanes 13:15

“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya.”

Yohanes 13:16

Yesus mengawali pengajaran-Nya bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan tindakan nyata. Ia membasuh kaki murid-murid-Nya sebagai bukti kasih dan kerendahan hati-Nya. Bahkan Yudas, yang akan mengkhianati-Nya, tetap dilayani oleh Yesus dengan kasih. Melalui firman Tuhan pagi ini, Yesus mengajarkan agar kita tidak meninggikan diri, tetapi belajar merendahkan diri dalam melayani sesama dengan tulus hati.

  1. Membasuh kaki para murid-Nya
  2. Yesus, Sang Guru dan Tuhan, rela mengambil posisi seorang hamba. Ia melakukan pekerjaan yang dianggap rendah demi menunjukkan kasih dan pengudusan kepada murid-murid-Nya.

    Jika Yesus saja rela melakukan pelayanan yang hina menurut ukuran manusia, maka tidak seharusnya kita merasa terlalu tinggi untuk melayani sesama.
  3. Melayani tanpa syarat
  4. Yesus melayani tanpa pilih kasih, tanpa batas dan tanpa syarat. Ia memberi teladan bahwa pelayanan sejati lahir dari kasih dan kerendahan hati. Sebagai murid Kristus, kita pun dipanggil untuk melayani dengan hati seorang hamba, bukan mencari penghormatan atau kedudukan. Dalam kenyataannya, tinggi hati masih sering menjadi masalah dalam pelayanan gereja. Banyak orang ingin menjadi pemimpin, tetapi tidak mau menjadi hamba. Akibatnya, sulit terjadi penundukan diri kepada otoritas dan kesatuan hati di dalam tubuh Kristus.

    Padahal tanpa kerendahan hati, sulit ada kesatuan. Dan tanpa kesatuan hati, penuaian jiwa akan sulit terjadi.

Karena itu, mari belajar memiliki hati seperti Kristus: rela melayani, rela merendahkan diri dan rela mengasihi dengan tulus.

Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya. (Yohanes 13:17)

Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. (Filipi 2:8)

Tuhan Yesus memberkati kita semua.