Prayer and fasting for Shifting #1 Bangkit dari tidur rohani

Dari GBI Danau Bogor Raya
Revisi sejak 10 Oktober 2026 22.34 oleh Leo (bicara | kontrib)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Lompat ke: navigasi, cari

Alasan lain untuk hidup benar ialah: Saudara tahu saatnya sudah hampir tiba; waktu tidak banyak lagi. Bangunlah, karena sekarang kedatangan Tuhan sudah lebih dekat daripada ketika kita mulai percaya.

Flyer Prayer & Fasting for Shifting (10 Okt 2026).webp

Alasan lain untuk hidup benar ialah: Saudara tahu saatnya sudah hampir tiba; waktu tidak banyak lagi. Bangunlah, karena sekarang kedatangan Tuhan sudah lebih dekat daripada ketika kita mulai percaya.

— Roma 13:11

Seorang prajurit yang tertidur ketiga tugas memanggil dapat membahayakan dirinya dan seluruh pasukannya. Demikian juga kehidupan rohani. Kita bisa aktif mengikuti ibadah dan melayani, tetapi hati kita sebenarnya sedang jauh dari Tuhan. Hal ini akan amat membahayakan diri kita dan juga semua orang yang melayani bersama kita.

Tanpa disadari, mungkin belakangan ini kita lebih peka dan responsif terhadap notifikasi handphone daripada terhadap suara Roh Kudus. Kita lebih bersemangat mengejar berbagai target dalam kehidupan dan pelayanan daripada mengejar perkenanan dan keintiman dengan Tuhan.

Di hari pertama doa puasa ini, mari kita minta Roh Kudus membangunkan kita dari "tidur rohani". Mari bangkit dari setiap kegagalan, keterpurukan, kejatuhan.

Orang yang akan semakin dipakai Tuhan, bukanlah orang yang tidak pernah gagal. Mereka adalah orang yang bersedia bangun, bertobat, dan kembali mengikuti panggilan Tuhan. (R7-PDS)

Bertanyalah, "Apakah saya bersedia dibangunkan Tuhan dari zona nyaman dan kelalaian saya?"

Shifting yang harus terjadi:

  • Dari iman yang pasif, menjadi iman yang aktif.
  • Dari rutinitas rohani, menjadi kerinduan akan Tuhan.
  • Dari hidup mengikuti keinginan pribadi, menjadi hidup dengan tujuan Ilahi.

Respons doa puasa

  1. Evaluasi kondisi kehidupan rohani selama ini.
  2. Akui kebiasaan yang membuat kita jauh dari Tuhan.
  3. Ambil waktu khusus untuk berdoa dan membaca Firman tanpa gangguan.
  4. Tuliskan 3 hal yang harus segera diubah dalam hidup Saudara.