To be mature (Pdp James Mendrofa, SH, MHum)
| Ringkasan Khotbah | |
|---|---|
| Ibadah | Ibadah Raya |
| Tanggal | Minggu, 5 Juli 2026 |
| Gereja | GBI Danau Bogor Raya |
| Lokasi | Grha Amal Kasih |
| Kota | Bogor |
| Video | YouTube |
| Khotbah lainnya | |
| |
| |
Kedewasaan rohani menentukan apakah seseorang mampu hidup dalam penggenapan janji Allah, memikul tanggung jawabnya, dan rela berkorban bagi Kerajaan-Nya. Dari Matius 5, orang Kristen yang dewasa adalah orang yang tahu meresponsi berkat dengan ucapan syukur, setia mengerjakan tanggung jawabnya dengan terus berbuat baik, dan bersedia menghidupi salib melalui kasih, pengampunan, pengorbanan, dan kerendahan hati. Semua itu tidak mungkin dikerjakan dengan kekuatan sendiri, melainkan hanya ketika seseorang dipimpin oleh Roh Kudus dan dipenuhi oleh seluruh kepenuhan Allah.
Shalom, haleluya! Syukur kepada Tuhan buat hari ini. Berterima kasih tentu saja kepada Tuhan Yesus, dan juga kepada Pak Rusli, Bu Fanny, seluruh pemimpin yang ada. Saya sungguh bersyukur buat seluruh pemimpin dan pengerja yang ada di GBI Danau Bogor Raya.
Sepanjang minggu ini saya di Bogor, Saudara. Dari hari Jumat ada acara Planetshakers di Sentul, saya sudah di Bogor, lalu diteruskan sampai besok Senin. Empat hari ini saya sudah berasa orang Bogor, Saudara. Sudah berasa keluarga sendiri. Tuhan Yesus baik. Tapi hari ini bukan tentang saya. Hari ini tentang Tuhan Yesus. Setuju? Katakan amin. Haleluya!
Kita sedang hidup di dunia yang memang lagi susah, lagi ngga menentu. Kemarin dolar sudah sampai “kemerdekaan”, Saudara tahu ya, 17.845. Bahkan sempat lewat. Pertamax naik, BBM naik, harga-harga naik. Di beberapa tempat yang kami kunjungi, waktu kami mau mengadakan kegiatan, ada tambahan biaya karena kondisi ekonomi saat ini. Beberapa venue menaikkan biaya sewa.
Jadi memang kondisi lagi ngga menentu, lagi sulit, lagi sukar. Tapi saya percaya bahwa di tengah kondisi yang sedang ada hari ini, Tuhan ingin membuktikan kepada dunia bahwa kita bukan orang Kristen sembarangan! Amin!
Kita bukan orang Kristen yang mudah patah semangat. Kita bukan orang Kristen yang gampang terkapar, gampang menyerah. Tetapi kita tahu, bersama dengan Yesus kita cakap melakukan segala perkara. Yang sepakat, tepuk tangan paling dahsyat buat Dia.
Kalau Saudara tepuk tangan, berarti tandanya Saudara bukan lagi Kristen anak-anak. Engkau adalah orang-orang Kristen yang dewasa. Yang mengerti katakan amin.
Tema khotbah saya siang hari ini adalah to be mature, untuk menjadi dewasa, dari Matius 5:1-48.
Kenapa harus menjadi Kristen yang dewasa?
Bapak, Ibu, Saudara yang dikasihi Tuhan, kenapa saya yakin bahwa menjadi orang Kristen yang dewasa itu penting buat kita hari-hari ini?
- Hanya orang dewasa yang bisa terikat dalam perjanjian
- Hanya orang dewasa yang dapat memikul tanggung jawab
- Hanya orang dewasa yang siap berkorban
Orang hukum pasti mengerti ini. Para notaris, pengacara, Saudara yang bekerja di bidang hukum, engkau ngerti hal ini: ngga ada anak-anak yang bisa terikat dalam perjanjian. Anak-anak bisa terima manfaatnya, tetapi dia tidak bisa mengalami kepenuhan perjanjian.
Saya yakin doa Pak Rusli, doa Bu Fanny, doa seluruh pemimpin GBI Danau Bogor Raya adalah supaya setiap kita yang hadir hari ini menikmati dan mengalami penggenapan janji-janji Tuhan dalam hidup kita. Yang mau katakan amin.
Dan orang yang dewasalah yang bisa menikmati janji itu dengan penuh.Saya punya anak umur 5 tahun. Dia ambil mainan, boneka, Lego, crayon, puzzle, buku mewarnai, semua berserakan di lantai. Kami sebagai orang tua bilang, “Janine, habis main, beresin ya.” Kami kasih dia tanggung jawab.
Tapi semua orang tua pasti tahu akhir kisahnya. Yang akhirnya beresin mainannya siapa? Kita.
Ketika tanggung jawab itu dia tinggalkan, apakah kemudian kita bilang, “Papa pecat ya jadi anak”? Kan ngga. Kenapa? Karena dia masih anak-anak. Tetapi orang dewasa bisa menerima tanggung jawab sekaligus bisa bertanggung jawab.Hari-hari ini, di tahun Amanat Agung, Tuhan mau kita jadi orang Kristen yang siap berkorban. Dan cuma orang dewasa yang sanggup menghargai sekaligus rela untuk berkorban.
Cuma orang dewasa yang tahu artinya bangun pagi, pulang malam, kerja keras untuk keluarga. Anak-anak tahunya di meja ada makanan, di kulkas ada es krim. Tetapi cuma orang dewasa yang mengerti makna pengorbanan.
Dan untuk menggenapi Amanat Agung, kita harus rela berkorban, memberikan hidup kita bukan untuk kepentingan kita, tapi supaya Kerajaan Allah memenuhi Kota Bogor. Yang mau, tepuk tangan sama-sama buat Tuhan Yesus.Menjadi dewasa adalah proses
- Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna. (Matius 5:48)
Kata “sempurna” di sini dalam bahasa Yunani adalah teleios. Artinya perfect, sempurna, complete, lengkap, utuh, tidak ada yang kurang. Tapi teleios juga artinya mature, dewasa.
Jadi kita bisa terjemahkan ayat ini: Karena itu haruslah kamu dewasa, sama seperti Bapamu yang di sorga.
Perintah untuk dewasa diberikan kepada kita. Artinya kita belajar jadi lengkap, belajar jadi utuh. Orang yang dewasa adalah orang yang siap untuk belajar.
Engkau ngga bisa datang ke Pendeta lalu bilang, “Pak Pendeta, doakan saya dong biar saya dewasa,” lalu dia tumpang tangan dan Saudara langsung dewasa. Ngga bisa. Dewasa bukan mukjizat. Dewasa itu proses.
Adakah orang yang Saudara kenali di muka bumi ini yang ujug-ujug dewasa? Ada sih, tapi cuma dua orang: Adam dan Hawa. Sisanya ngga. Kita harus lalui proses itu. Dewasa itu proses seumur hidup.
Selama kita masih hidup, kita pasti masih bisa dewasa. Dan ketika engkau dewasa, janji-janji Allah siap digenapi dengan penuh buat hidup Saudara. Yang setuju, tepuk tangan meriah buat Yesus!
Orang Kristen yang dewasa, adalah mereka yang siap untuk dimuridkan dan memuridkan!
- Barangsiapa berkata, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup. (1 Yohanes 2:6)
Kita ini murid Tuhan Yesus. Orang dewasa adalah orang yang sudah dimuridkan. Dia sudah belajar dan siap untuk memuridkan.
Saya percaya Bogor pasti penuh kemuliaan Tuhan, karena ada murid-murid yang dewasa di sini, yang siap membawa terang Tuhan, yang siap memikul tanggung jawab, yang siap menyaksikan Kristus di mana pun. Dan cuma orang dewasa yang bisa melakukan hal itu.
Arti menjadi dewasa
Sekarang mari kita lihat dari Matius 5, ada tiga hal mengenai dewasa.
#1 Dewasa adalah tahu bagaimana meresponi berkat
Di Matius 5:1-12, kita mengenal ucapan bahagia. Dalam bahasa Inggris bilang blessed. Diberkatilah. Diberkatilah. Diberkatilah.
Orang Kristen yang dewasa itu ngga dilihat ketika Saudara mengalami kesusahan. Kenapa? Karena selama kita masih hidup, pasti susah.
Sama seperti Sabtu Minggu pertama di Sentul, kalau ada MDPJ dan habis gajian, semua orang datang ke Sentul. Kalau Sentul ngga macet, itu namanya mukjizat. Sama seperti hidup: selama kita masih di dunia, pasti ada masalah.
Jadi, to be mature bukan soal ada atau tidak adanya masalah. Hal pertama yang Yesus ingatkan kepada kita tentang dewasa adalah: engkau tahu bagaimana cara menangani, mengelola, dan meresponi berkat yang Tuhan berikan kepadamu.
Ketika engkau terima berkat, ketika Tuhan promosikan engkau, ketika Tuhan kasih suami paling ganteng se-Bogor Raya atau istri paling cantik se-Jawa Barat, apa respons Saudara?
Bagaimana responsmu terhadap berkat Tuhan? Apakah lalu mendadak sombong? Mendadak kepala besar? Orang Kristen yang dewasa tahu bagaimana meresponi berkat.
Respons paling sederhana adalah nyanyian ini:
Kumau selalu bersyukur
Selalu bersyukur
Kau Tuhan yang setia
yang selalu menopang
Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.
Respon orang yang dewasa ketika menerima berkat Tuhan bukan berkata, “Ini karena usaha gue, karena gue hebat, karena gue S3, karena gue profesor.” Tidak.
Respon pertama dari orang Kristen yang dewasa ketika dia menerima berkat Tuhan adalah: Tuhan Yesus, terima kasih. Tanpa Engkau aku ngga bisa apa-apa.
Tapi bersama Yesus, bersama Yesus, Saudara dan saya cakap melakukan segala perkara. Setuju? Tepuk tangan sama-sama.
Orang yang dewasa selalu mengutamakan mengucap syukur. Anak-anak harus diajar mengucapkan terima kasih. Orang dewasa harusnya tahu.
Berapa banyak yang mau selalu mengucap syukur setiap saat? Lambaikan tangan Saudara. Engkau sungguh tahu bagaimana meresponi berkat Tuhan yang Tuhan berikan kepadamu.
#2 Dewasa adalah siap mengerjakan tanggung jawab
Yang kedua, Matius 5:13-16, tentang garam dan terang dunia.
- Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga. (Matius 5:16)
Orang Kristen yang dewasa yang pertama, dia tahu cara meresponi berkat. Orang Kristen yang dewasa yang kedua, dia siap mengerjakan tanggung jawabnya.
Saudara ngga berpangku tangan. Saudara terima berkat dari Tuhan, Saudara mengucap syukur, tapi engkau juga mengerjakan tanggung jawabmu. Tuhan taruh engkau di perusahaanmu, di kantormu, di kampusmu, di sekolahmu, di pelayananmu. Maka Tuhan memberikan tanggung jawab buat Saudara di situ. Kerjakan tanggung jawabmu.
- Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia. (Roma 8:28)
Saudara mungkin ngga baik, rekan kerjamu mungkin ngga baik, tetapi Tuhan baik. Amin.
- Hendaklah terangmu bercahaya di depan orang supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik. (Matius 5:16)
Jadi apa itu mengerjakan tanggung jawabmu? Simpel.
- Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. (Galatia 6:9)
Bilang kiri kanan: Jangan jemu-jemu berbuat baik.
Mungkin Saudara bilang, “Saya sudah berbuat baik, tapi orang yang saya baikin malah ngga baikin saya.” It’s not a problem.
Ibu-ibu mungkin berkata, “Pak James, saya sudah kasih perhatian ke suami saya, sudah kasih makanan paling enak, sudah WA setiap saat, tapi dia tetap dingin, tetap cuek.” Ibu-ibu, ngga apa-apa.
Bapak-bapak mungkin berkata, “Saya sudah kasih yang terbaik, tapi istri saya tetap cerewet.” Bapak-bapak, ngga apa-apa.
Alkitab berkata: jangan jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai!
Anggaplah berbuat baik itu seperti menanam benih. Ketika Saudara menanam benih, Saudara kubur itu di tanah. Besok Saudara bangun, langsung tumbuh pohonnya dan keluar buahnya? Ngga.
Ketika Saudara berbuat baik, hasilnya belum kelihatan. Bahkan ketika Saudara sudah melakukan perbuatan baik, engkau ngga dibalas baik, malah dijahatin. Anggaplah akarmu sedang menancap kuat ke dalam tanah. Belum ada yang kelihatan. Tapi engkau tahu, waktu menuai pasti terjadi.
Yang sepakat, tepuk tangan sama-sama buat Yesus!
Jangan jemu-jemu berbuat baik. Lakukan saja apa yang baik. Hendaklah kebaikan hatimu nyata di hadapan semua orang. Sebab Tuhan sudah dekat.
Selagi masih ada kesempatan, yuk berbuat baik. Miliki hati seperti hati-Nya Tuhan Yesus, selalu penuh dengan belas kasihan.
Nyanyi:
Berikanku hati, seperti hatimu
Yang penuh dengan belas kasihan
Berikanku mata seperti mata-Mu
Memandang tuaian di sekelilingku
Berikanku tangan-Mu
'tuk melakukan tugas-Mu
Berikanku kaki-Mu
melangkah dalam rencana-Mu
B'rikanku, b'rikanku, b'rikanku hati-Mu
Biarlah kita berbuat baik sama seperti Dia sudah baik sama kita. Tuhan baik sama kita.
Jadi mari berbuat baik pada semua orang. Itu tanggung jawab kita supaya Bapa dipermuliakan.
Ngga ada balasannya, ngga apa-apa. Malah dijahatin, malah ditusuk dari belakang, it’s ok. Karena kita tahu, ketika waktunya tiba, tuaian besar pasti engkau terima. Tepuk tangan lebih yakin buat Tuhan Yesus.
#3 Dewasa adalah menghidupi salib
Yang ketiga, dari Matius 5:17-47. Saya highlight Matius 5:44:
- Tetapi Aku berkata kepadamu: kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. (Matius 5:44)
To be mature is to live the cross. Untuk menjadi dewasa adalah untuk menghidupi salib.
Orang bilang salib itu penderitaan. Orang bilang salib itu sakit. Iya. Daging kita sakit memang untuk mengasihi orang yang membenci kita, untuk mengampuni mereka yang sudah menyakiti kita. Sakit, Saudara. Tapi ini perintah.
Kalau mau jadi dewasa, mau jadi orang Kristen yang dewasa, ayo hidup salib. Karena salib selalu bicara tentang kasih. Yohanes 3:16 berkata: Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini…
Salib bicara ketaatan. Salib bicara pengampunan. Salib bicara pengorbanan. Cuma orang dewasa yang ngerti pengorbanan. Salib bicara kerendahan hati. Yesus bisa saja ngga naik ke salib itu, tapi Dia cukup rendah hati untuk berkata, “Bapa, bukan kehendak-Ku, tapi kehendak-Mu.”
Salib juga bicara kemenangan kita.
Bilang kiri kanan: Hidupi salib.
- Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan, pemberitaan itu adalah kekuatan Allah. (1 Korintus 1:18)
Buat kita yang diselamatkan, salib adalah kekuatan Allah. Saudara disakiti, engkau ngerasain beban yang berat dalam hidupmu sehari-hari, tetapi ketika engkau hidup dalam salib, ada kekuatan Allah tercurah atas Saudara. Ketika kau memutuskan hari ini, “Aku mau hidup dalam salib Kristus,” ada kemenangan demi kemenangan Tuhan berikan buat Saudara.
Orang yang dewasa ngga takut sama masalah, karena dia tahu ada salib sumber kemenangannya, ada salib sumber kekuatannya.
Diteguhkan oleh Roh Kudus
Dan dalam kekuatan itu, Efesus 3:16-19 berkata:
- Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu. (Efesus 3:16)
- …supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. (Efesus 3:19b)
Teleios artinya komplit, penuh. Teleios artinya dewasa. Orang yang dewasa adalah orang yang dipenuhi dalam seluruh kepenuhan Allah. Dan itu tidak mungkin terjadi tanpa Roh Kudus.
Untuk dapat meresponi berkat dengan tepat, untuk mengerjakan tanggung jawab kita, dan untuk menghidupi salib, Saudara ngga bisa dengan kekuatanmu sendiri. Engkau cuma perlu Roh Kudus.
Berapa yang memerlukan Roh Kudus pagi ini? Tepuk tangan sama-sama buat Yesus!
Penutup
To be mature is to be led by the Holy Spirit. Menjadi dewasa di dalam Tuhan adalah ketika engkau merelakan dirimu dipimpin sepenuhnya oleh Roh Kudus.
Ketika Saudara dipimpin oleh Roh Kudus, buah yang kau hasilkan bukan buah James lagi, bukan buah manusia lagi. Ketika engkau dipimpin Roh Kudus, buah yang kau hasilkan adalah buah Roh Kudus.
Dan kalau Roh Kudus yang menghasilkan buah, selalu kasih, damai sejahtera, sukacita, kebaikan, kemurahan, kesabaran, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri.
Nyanyi:
Satu yang kurindu
bersekutu dengan-Mu
Bawaku lebih lagi
tinggal di dalam-Mu
Nikmati hadirat-Mu
jamahlah seluruh hidupku
Urapan-Mu mengubah hidupku