Iman yang bertumbuh dalam krisis

Dari GBI Danau Bogor Raya
Revisi sejak 3 Juli 2026 14.46 oleh Sari (bicara | kontrib) (Baru)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Lompat ke: navigasi, cari

Dalam kaca matanya Tuhan, bahwa krisis bukan hal yang dapat membuat kita jatuh dan terpuruk, tetapi sebagai saran untuk kita mengenal Tuhan lebih dalam lagi dan membuat iman kita semakin bertumbuh.

Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?"

Markus 4:40

Pendahuluan

Saat kita mendengar berita buruk, mendengar berita harga BBM yang diikuti harga-harga kebutuhan pokok lainnya meningkat! Biasanya kita memberikan respon yang negatif. Kita mulai cemas, kuatir dan takut, kita mulai marah, bahkan menyalahkan orang lain, dan juga protes dengan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah.

Bahkan ketika krisis tidak kunjung selesai, masalah datang silih-berganti, sering kali kita berkata kepada Tuhan: "Mengapa ini terjadi dalam kehidupan saya?" Hal ini menandakan bahwa setiap manusia tidak suka dengan krisis atau masalah.

Sebagai orang percaya, terkadang kita berpikir bahwa masalah atau krisis yang Tuhan izinkan terjadi dalam hidup ini sebagai sebuah masalah yang besar, yang membuat kita jatuh dan terpuruk. Seperti yang dialami oleh murid-murid Yesus, walaupun Yesus ada di dalam perahu dan tertidur, mereka jadi panik dan takut ketika taufan mengamuk sangat dahsyat dan hampir menenggelamkan perahu mereka (Markus 4:35-41).

Dalam kaca matanya Tuhan, bahwa krisis bukan hal yang dapat membuat kita jatuh dan terpuruk, tetapi sebagai saran untuk kita mengenal Tuhan lebih dalam lagi dan membuat iman kita semakin bertumbuh.

Isi dan sharing

Seperti Yesus memakai badai untuk mengajarkan murid-murid-Nya tentang iman yang bertumbuh dalam Krisis. Bagimana kita memiliki iman yang bertumbuh lewat krisis?

  1. Mar 4:35-37 Lewat krisis kita belajar bahwa Tuhan itu setia
  2. Ada lagu pujian yang berjudul: "Tak pernah Tuhan janji" dan liriknya "tak pernah Tuhan janji, hidupku takkan pernah berduri, tak pernah Dia berjanji, lautan tenang... Tetapi Yesus berjanji, Dia selalu sertaku..."

    Jika kita perhatikan lirik lagu tersebut secara utuh, maka kita akan menemukan pesan yang sangat kuat bahwa Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang setia. Sekalipun krisis dan badai terjadi dalam hidup kita, Tuhan tidak pernah tinggalkan kita, Dia selalu menyertai dan memimpin langkah kita.

    Kata "...membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain menyertai Dia." dalam Markus 4:36, hal ini menegaskan tentang kesetiaan dan penyertaan Tuhan di tengah-tengah badai atau krisis yang di alami oleh para murid. Jika saat ini kita sedang menghadapi krisis dalam kehidupan kita, maka ingatlah bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Mungkin kita berasumsi seolah-olah Tuhan meninggalkan kita, tetapi pada akhirnya Tuhan bekerja lebih dari pada apa yang kita bayangkan dan pikirkan. Tuhan sanggup bawa kita keluar sebagai pemenang dan memberkati hidup kita.
  3. Mar 4:39 Lewat krisis kita mengenal kuasa Tuhan lebih dalam
  4. Krisis = Kuasa Tuhan dinyatakan. Artinya kita dapat melihat dan merasakan kuasa Tuhan bekerja dalam hidup kita, saat krisis atau "badai" yang Tuhan izinkan terjadi dalam kehidupan kita. Para murid sering melihat bagaimana Yesus mengajar, menyembuhkan orang sakit, dan membangkitkan orang mati.

    Tetapi para murid baru meihat bagaimana Yesus menghardik badai menjadi diam dan tenang. Mereka sangat terheran-heran, bagaimana alampun tunduk dihadapan Yesus (Markus 4:41). Tanpa kita sadari bahwa sesungguhnya kita belum seutuhnya mengenal-Nya, ada banyak sisi dari diri-Nya yang belum kita ketahui.

    Oleh sebab itu, melalui badai Tuhan sedang mengajar para murid untuk mengenal kuasa Tuhan secara utuh dengan cara yang lebih dalam. Terkadang kita baru memahami dan mengenal pribadi Tuhan, serta menemukan kehendak-Nya saat kita ada dalam krisis.
  5. Mar 4:40 Lewat krisis iman kita akan bertumbuh semakin dewasa
  6. Dalam peristiwa angin ribut diredahkan (Markus 4:35-41), tujuan Tuhan bukan hanya sekedar meredahkan badai tetapi yang utama adalah untuk membentuk iman para murid agar bertumbuh. Ketika iman kita semakin bertumbuh, maka karakter kita semakin menyerupai Kristus.

    Ada banyak krisis yang Tuhan izinkan terjadi dalam kehidupan kita, tetapi yang menjadi pertanyaannya adalah apakah iman kita bertumbuh dan karakter kita berubah? Jika tidak, yang harus kita perbaiki adalah bagaimana cara kita merespon setiap krisis dengan benar.

    Ketika krisis direspon dengan benar, maka akan menghasilkan ketekunan, kedewasaan rohani, ketergantungan pada Tuhan, dan pengharapan yang lebih kuat di dalam Kristus (Roma 5:3-5). Oleh karena itu, iman yang bertumbuh bukan iman yang tidak pernah menghadapi krisis tetapi tetap percaya ketika keadaan tidak sesuai dengan harapan yang kita inginkan.

Pertanyaan diskusi

  1. Saat ini, krisis apa yang sedang Anda hadapi dalam hidupmu? Dan apa yang Tuhan sedang ajarkan melalui krisis yang sedang Anda hadapi.
  2. Bagaimana pengalaman Anda bersama Tuhan dalam melewati krisis kehidupan di masa lalu, yang telah membuat iman Anda semakin bertumbuh dan semakin percaya kepada Tuhan.

Kesimpulan dan saling mendoakan

Jika Tuhan izinkan krisis terjadi dalam kehidupan kita, maka jangan pandang sebagai sebuah ancaman dan membuat kita terpuruk, tetapi lihatlah krisis sebagai kesempatan untuk mengenal Tuhan lebih dalam dan semakin bertumbuh menjadi dewasa secara rohani di dalam Tuhan Yesus Kristus. Amin.

Jadwal

  • 03 Jul: Materi COOL 1
  • 10 Jul: Materi COOL 2
  • 17 Jul: Materi COOL 3
  • 24 Jul: Doa keliling
  • 31 Jul: Evaluasi materi 1, 2, dan 3