Tuhan bergaul karib dengan yang takut akan Dia

Dari GBI Danau Bogor Raya
Revisi sejak 1 Juli 2026 14.01 oleh Sari (bicara | kontrib) (Baru)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Lompat ke: navigasi, cari

Persekutuan kita dengan Tuhan harus menjadi prioritas yang utama. Sebab, jika prioritas utama kita tidak lakukan, maka kita akan merasakan kelelahan secara rohani, dan lama-kelamaan iman kitapun menjadi rapuh. Untuk kita tetap kuat dan bertahan dalam masa yang sukar, kita perlu bergaul karib dengan Tuhan.

Tuhan bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka.

Mazmur 25:14

Pendahuluan

Tidak ada yang salah ketika kita mengikuti banyak kegiatan rohani, tidak salah juga ketika kita memiliki jadwal yang padat dalam melayani Tuhan. Tetapi yang menjadi pertanyaan untuk kita renungkan adalah bagaimana persekutuan pribadi kita dengan Tuhan? Sharingkan. Dibalik padatnya kegiatan rohani yang kita ikuti, banyaknya jadwal pelayanan, serta dalam menghadapi tantangan dan pergumulan hidup, persekutuan kita dengan Tuhan harus menjadi prioritas yang utama. Sebab, jika prioritas utama kita tidak lakukan, maka kita akan merasakan kelelahan secara rohani, dan lama-kelamaan iman kitapun menjadi rapuh. Untuk kita tetap kuat dan bertahan dalam masa yang sukar, kita perlu bergaul karib dengan Tuhan. Daud adalah pribadi yang bergaul karib dengan Tuhan. Di setiap musim kehidupannya, Daud memilih untuk bersekutu dengan Tuhan. Dalam Mazmur 25:14 kata "bergaul karib" dalam bahasa Ibrani adalah sod, yang artinya adalah persahabatan yang intim, percakapan rahasia, dan hubungan yang dekat. Ini memberikan gambaran seseorang yang diterima dalam lingkaran persekutuan pribadi dengan Tuhan.

Isi dan sharing

Berikut ini adalah ciri-ciri orang yang bergaul karib dengan Tuhan:

  1. Maz 25:16-17 Hidup bergantung pada Tuhan
  2. Orang yang bergaul karib dengan Tuhan adalah hidup bergantung kepada Tuhan. Bagaimana kita dapat hidup bergantung kepada Tuhan? Sharingkan. Daud walaupun sebagai raja, ia tidak hidup dengan mengandalkan kekuatan dan kekuasaan yang ia miliki, tetapi dengan rendah hati Daud selalu mencai Tuhan walaupun tidak ada masalah, berdoa sebelum bertindak, dan melibatkan Tuhan dalam setiap keputusan yang diambil. Daud sadar bahwa keberhasilan yang terima semuanya karena anugerah Tuhan. Oleh sebab itu, betapa pentingnya bahwa kita sebagai orang percaya harus hidup bergantung kepad Tuhan. Semakin kita bergantung kepada Tuhan, maka kita semakin mengenal hati dan rencana-Nya.
  3. Maz 25:18 Mengakui Dosa-dosa
  4. Karakter yang paling menonjol dari orang yang bergaul karib dengan Tuhan adalah memiliki hati yang lemah-lembut. Artinya bahwa kita memiliki hati yang cepat bertobat. Daud adalah bukan orang yang sempurna, Daud pernah jatuh dalam dosa, tetapi Daud sadar ketika jatuh dalam dosa, ia tidak melakukan pembelaan diri serta mencari alasan, tetapi Daud datang kepada Tuhan dengan hancur hati, mengakui setiap dosa yang dilakukan, dan memohon belas kasih Tuhan. Jika dosa tidak diakui dan dibereskan, maka dosa akan merusak hubungan kita dengan Tuhan. Karena itu, pentingnya kita memiliki sikap yang lemah-lembut agar senantiasa hidup dalam pertobatan senantiasa.
  5. Maz 25:21 Hati yang tulus dan jujur
  6. Salah satu ciri yang menjadi fondasi untuk kita bergaul karib dengan Tuhan adalah memiliki hati yang tulus dan jujur. Daud memang dikenal sebagai Raja yang hebat dan besar. Bahkan dibawah kepemimpinannya, Isarel mencapai puncak kejayaannya. Apa yang menjadi kunci keberhasilan Daud? Sharingkan. Ketika kita membaca dan merenungkan kisah tentang Daud di Alkitab, maka kita akan menemukan bahwa Daud hidup dengan hati yang tulus dan jujur dihadapan Allah. Daud tidak pernah hidup berpura-pura rohani. Saat Daud jatuh dalam dosa, ia datang dengan pertobatan sungguh-sungguh, saat Daud di kejar-kejar oleh Saul dan musuh lainnya, ia tetap memiliki hati yang mengampuni dan menanti-nantikan Tuhan. Apapun musim kehidupannya, Daud nyatakan dalam doa, permohonan dan ucapan Syukur dihadapan Allah. Karena itu, kita harus tetap memiliki hati yang tulus dan jujur dihadapan Allah, sebab kekudusan itu dimulai dari hati yang tulus dan jujur.

Kesaksian

  1. Hal apa saja yang seringkali menghalangi kita untuk memiliki hubungan yang akrab dengan Tuhan?
  2. Dari ke-3 poin yang telah kita sharingkan, poin manakah yang paling mengena dalam hidup Anda? Sharingkan.

Kesimpulan dan saling mendoakan

Kekristenan sejati bukan hanya sekedar kita mengalami banyak mujizat dan pertolongan Tuhan, tetapi bagaimana kita sungguh-sungguh mengenal Kristus dan melakukan kehendak-Nya dalam kehidupan kita. Tuhan Yesus Memberkati.

Jadwal

  • 03 Jul: Materi COOL 1
  • 10 Jul: Materi COOL 2
  • 17 Jul: Materi COOL 3
  • 24 Jul: Doa keliling
  • 31 Jul: Evaluasi materi 1, 2, dan 3