Yang terbesar adalah yang melayani

Dari GBI Danau Bogor Raya
Revisi sejak 17 Juni 2026 19.22 oleh Jaen (bicara | kontrib) (←Membuat halaman berisi '{{unified info | templatetype=inspirational | namespace= Article | pagename= 20260611/IN | title= Yang terbesar adalah yang melayani | date= 2026-06-11 | event= Renungan Air Hidup | displayevent= Renungan | actualdate= 2025-06-04 | notes= | name= Johan Susanto | completename= Pdp Johan Susanto | illustration16x9= Logo Inspirational.jpg | illustration1x1= Logo Inspirational 1x1.jpg | illustrationA5= | summary= Ukuran kebesaran dalam Kerajaan Allah...')
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Lompat ke: navigasi, cari

Ukuran kebesaran dalam Kerajaan Allah bukanlah posisi atau pengakuan, melainkan kerendahan hati untuk melayani. Tuhan Yesus sendiri datang bukan untuk dilayani, tetapi untuk melayani dan memberikan hidup-Nya bagi banyak orang. Karena itu, mari melayani dengan motivasi yang murni, bukan untuk kemuliaan diri sendiri, tetapi untuk kemuliaan nama Tuhan.

Dalam Menara Doa ini, kita bersyukur karena ada begitu banyak pengerja yang setia. Puji Tuhan kalau kita sebagai pekerja Tuhan dapat melayani bersama dengan baik. Hal ini patut disyukuri, karena kesatuan dan kerendahan hati dalam pelayanan adalah sesuatu yang sangat berharga. Firman Tuhan juga mencatat bahwa murid-murid Yesus pernah mengalami pergumulan yang sama.

Kemudian tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Kapernaum. Ketika Yesus sudah di rumah, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: Apa yang kamu perbincangkan tadi di tengah jalan? Tetapi mereka diam, sebab di tengah jalan tadi mereka mempertengkarkan siapa yang terbesar di antara mereka. (Markus 9:33–34)

Murid-murid Tuhan Yesus sendiri pernah bertengkar tentang siapa yang terbesar di antara mereka. Padahal Tuhan Yesus ada bersama mereka, dan seharusnya mereka menyadari bahwa yang terbesar adalah Tuhan sendiri. Namun karena kasih-Nya yang besar, Yesus tidak mempermalukan mereka, melainkan mengajar mereka dengan penuh kasih. Dalam pelayanan, kadang-kadang orang yang sudah melayani lama bisa merasa lelah. Ada yang mengalami capek hati, capek badan, bahkan capek secara materi. Dalam keadaan seperti itu, tanpa disadari bisa muncul kebutuhan untuk diakui, dihargai, atau dianggap penting.

Ada “penyakit 3C”, yaitu:

  • capek hati
  • capek badan
  • capek dompet

Jika tidak dijaga, kelelahan ini bisa membuka ruang bagi motivasi yang keliru dalam pelayanan. Karena itu, kita harus berhati-hati agar tidak terjangkit keinginan untuk mencari kebesaran diri. Dunia mengajarkan bahwa pemimpin adalah orang yang dilayani, dihormati, dan diberi fasilitas. Namun Tuhan Yesus mengajarkan hal yang berbeda.

Lalu Yesus duduk dan memanggil kedua belas murid itu. Kata-Nya kepada mereka: Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya.(Markus 9:35)

Ukuran kebesaran dalam Kerajaan Allah bukanlah jabatan, pengakuan, atau posisi. Yang terbesar di hadapan Tuhan adalah orang yang memiliki hati untuk melayani. Tuhan Yesus sendiri memberi teladan yang sempurna.

Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang. (Matius 20:28)

Sebagai orang percaya, kita perlu memeriksa diri. Apakah dalam pelayanan kita masih memiliki sikap ingin dilayani, atau kita sungguh-sungguh memiliki hati seorang pelayan? Jika ada orang yang membutuhkan pertolongan, biarlah kita menjadi pribadi yang cepat tanggap untuk membantu. Tuhan Yesus juga mengajarkan bahwa kerendahan hati adalah kunci dalam Kerajaan Sorga.

Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. (Matius 18:4)

Karena itu, kunci dalam pelayanan adalah kerendahan hati. Sering kali kita merasa berat untuk melayani karena tanpa sadar kita merasa diri terlalu besar. Padahal pelayanan sejati bukan untuk mencari kemuliaan diri sendiri, melainkan untuk kemuliaan nama Tuhan Yesus. Mari kita melayani Tuhan lebih sungguh lagi, dengan motivasi yang murni, hati yang rendah, dan kerinduan untuk memuliakan Tuhan. Amin.

Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu. (Yakobus 4:10)