Ibadah Pentakosta Spirit acts (Pdt Dr Andy Markus, MTh)
Pdt Dr Andy Markus, MTh | |
| Ringkasan Khotbah | |
|---|---|
| Ibadah | Ibadah Raya |
| Tanggal | Minggu, 24 Mei 2026 |
| Gereja | GBI Danau Bogor Raya |
| Lokasi | Grha Amal Kasih |
| Kota | Bogor |
| Video | YouTube |
| Khotbah lainnya | |
| |
| |
Roh Kudus adalah Allah, bukan sekadar kuasa atau energi, sehingga Dia harus dikenal, dihormati, ditaati, dan diberi tempat berdaulat sepenuhnya dalam hidup orang percaya. Kesalahan memahami Roh Kudus akan menghasilkan kesalahan hidup rohani, tetapi ketika Roh Kudus sungguh memiliki hidup kita, Dia menyembuhkan kekeringan rohani, membongkar kepalsuan, membentuk moral yang benar, memulihkan relasi, dan mengarahkan karunia kepada misi Allah. Karena itu, doa orang percaya harus berubah dari “Roh Kudus, pakai saya” menjadi “Roh Kudus, miliki saya,” supaya hidup kita benar-benar menjadi alat-Nya untuk menyelesaikan Amanat Agung.
Shalom, Saudara. Bagaimana kabar hari ini?
Waktu berjalan begitu cepat. Kita sudah ada di bulan Mei. Rasanya baru kemarin kita merayakan Natal. Saya bersyukur boleh dipercayakan Tuhan untuk melayani di tempat ini. Terima kasih Bu Fanny, Pak Rusli.
Saya dan Pak Rusli ini teman dari dulu, Saudara. Kita sering melayani bersama-sama. Saya bangga dengan Pak Rusli. Pelayanannya luar biasa, kesetiaannya luar biasa, komitmennya luar biasa. Tadi kami sempat nostalgia juga. Awal-awal pelayanan, Pak Rusli bolak-balik Bogor Jakarta untuk doa pagi, Sabtu-Minggu begitu terus. Tetapi Pak Rusli luar biasa kesetiaannya. Saya pikir ini menjadi teladan bagi kita semuanya. Haleluya!
Saya bernama Andy Markus. Hari ini saya ditemani oleh istri, dan puji Tuhan saya juga membawa salam dari kota Bekasi, tempat saya melayani.
Puji Tuhan, Bekasi sekarang termasuk kota toleran nomor 5 di seluruh Indonesia. Kita boleh tepuk tangan untuk itu. Karena kenapa, Saudara? Mungkin banyak yang dengar Bekasi dulu terkenal dengan berita-berita yang seram, kota yang keras, kota yang sering ada perusakan gereja, dan macam-macam hal yang mengerikan. Tetapi beberapa tahun belakangan ini jauh lebih baik. Kenapa? Karena ada menara doa. Ada hamba-hamba Tuhan yang senantiasa sehati berdoa buat kota ini. Atmosfernya diubah Tuhan. Karena itu saya percaya, ketika umat Tuhan berdoa, kota bisa berubah.
Baik, sebelum saya masuk ke tema kita, karena ini hari Pentakosta, kita bersyukur. Pentakosta itu adalah hari lahirnya gereja mula-mula. Kalau Saudara mau tahu kapan gereja di dunia ini mulai berdiri, ya peristiwa inilah. Sejak Pentakosta, gereja mulai hadir. Dan nanti, tahun 2033, kita akan menandai 2.000 tahun perjalanan gereja Tuhan di muka bumi ini. Karena itu hari-hari ini kita juga diingatkan untuk memperhatikan tahun 2033.
Beberapa waktu lalu, tanggal 29 April, saya sedang berdoa dan saya bertanya kepada Tuhan, “Tuhan, sebentar lagi kami masuk bulan Mei.” Banyak orang bilang, kalau bulan Mei itu bisa maybe yes, bisa maybe no. Apalagi dengan situasi geopolitik, peperangan, dan keadaan dunia yang semakin tidak menentu. Tetapi tiba-tiba Tuhan berikan ayat ini:
- Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu. (Mazmur 32:8)
Dari ayat ini, Tuhan pesankan kepada saya dua hal yang tidak boleh kita ragukan.
Yang pertama: jangan pernah meragukan kasih Tuhan. Kita sudah merayakan Paskah, dan Paskah menunjukkan kasih Tuhan yang sempurna. Sebagai murid-murid Kristus, jangan pernah meragukan kasih Tuhan.
Yang kedua: jangan pernah meragukan janji Tuhan. Kita berbeda dengan orang dunia yang tidak punya janji. Kita punya covenant dengan Tuhan. Tuhan berjanji kepada Nuh, kepada Abraham, kepada Musa di Gunung Sinai, dan juga kepada Daud. Dan perjanjian Tuhan dengan Daud tidak dibatalkan sampai hari ini. Karena itu kita hidup dengan janji Tuhan. Jangan pernah meragukan janji Tuhan. Sungguh-sungguhlah percaya, dan Tuhan akan menggenapi janji-Nya dalam hidup kita. Yang mau mengalami katakan amin.
Roh Kudus bertindak
Tema saya hari ini adalah Spirit Acts. Roh Kudus bertindak. Roh Kudus berkarya, dan gereja yang harus menyelesaikannya.
Kita baca Kisah Para Rasul 1 ayat 8:
- Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi. (Kisah Para Rasul 1:8)
Kata “kuasa” di sini, bahasa aslinya dunamis. Dari akar kata itu juga muncul kata seperti dinamit, dinamo — sesuatu yang menggerakkan. Kuasa diberikan supaya kita menjadi saksi.
Tetapi realitas sekarang, banyak orang Kristen bukan lagi mengejar menjadi saksi, tetapi yang dikejar justru “saktinya”. Doakan orang sakit sembuh, lalu yang diburu adalah kesaktiannya. Padahal sakti itu bukan esensinya. Esensi firman Tuhan bukan di situ. Saya mau katakan: banyak orang Kristen hari-hari ini bukan mencari esensi, tetapi mencari sensasi.
Karena itu saya rindu jemaat Tuhan di tempat ini memiliki pengertian yang benar tentang kuasa yang Tuhan berikan, dan bagaimana kita memperlakukan kuasa itu dengan benar.
Lalu muncul pertanyaan penting: apakah Roh Kudus itu Allah? Saya berharap setelah ibadah hari ini, tidak ada lagi jemaat Tuhan yang masih ragu atau bertanya-tanya tentang siapa Roh Kudus itu.
Kalau Saudara rindu bertumbuh lebih baik, belajar. Ikuti pembelajaran dasar iman, doktrin, dan firman. Karena kita perlu memahami dengan benar siapa Allah, siapa Roh Kudus, bagaimana manusia jatuh dalam dosa, dan bagaimana Tuhan menyelamatkan kita. Ini penting.
Kita baca:
- Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? (1 Korintus 3:16)
Roh Allah diam di dalam kamu. Artinya Roh Kudus bukan hanya menyertai dari luar, tetapi tinggal di dalam kita.
Kenapa pertanyaan ini penting? Karena kalau kita salah memahami Roh Kudus, kita akan salah hidup rohani. Kalau Roh Kudus hanya dianggap sebagai kuasa atau energi, maka orang akan cenderung mengeksplorasi Dia untuk kepentingan pribadi. Tetapi kalau Roh Kudus dikenal sebagai Allah, maka kita akan menyembah-Nya dengan benar, menaati-Nya, dan menghormati-Nya. Karena Roh Kudus adalah Allah.
Empat alasan mengapa Roh Kudus adalah Allah
- Roh Kudus disebut Allah
- “Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus … Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah.” (Kisah Para Rasul 5:3-4)
- Roh Kudus memiliki sifat-sifat ke-Allahan
- Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah. (1 Korintus 2:10)
- Ke mana aku dapat pergi menjauhi Roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu? (Mazmur 139:7)
- Roh Kudus melakukan pekerjaan Allah
- Roh Allah telah membuat aku, dan nafas Yang Mahakuasa membuat aku hidup. (Ayub 33:4)
- Roh Kudus setara dengan Allah Bapa dan Allah Anak
- Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus. (Matius 28:19)
- Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian. (2 Korintus 13:13)
Di Kisah Para Rasul 5, Petrus berkata kepada Ananias:
Di sini jelas sekali, mendustai Roh Kudus sama dengan mendustai Allah. Jadi Roh Kudus bukan sekadar “sesuatu”, tetapi Pribadi Allah sendiri.
Bagian ini juga mengingatkan kita tentang integritas. Jangan berpikir enggak ada yang tahu. Tuhan tahu. Tuhan lihat. Mata Tuhan menjelajah seluruh bumi. CCTV dunia masih punya titik buta, tetapi pengawasan Tuhan tidak pernah punya blank spot. Dia melihat semuanya.Yang pertama, Roh Kudus itu maha tahu. Kita baca:
Roh Kudus tahu apa yang tersembunyi dalam diri Allah. Berarti Roh Kudus maha tahu.
Yang kedua, Roh Kudus maha hadir.
Roh Kudus hadir di mana-mana. Dia bukan dibatasi ruang dan waktu.
Saya punya pengalaman soal ini. Satu kali saya melayani di daerah Cibitung, di sebuah tempat yang namanya Plaza Metropolitan. Kami sudah sosialisasi cukup lama dengan lingkungan, lalu mulai ibadah. Tetapi beberapa kali ibadah, tempat itu diresolusi dan dirusak. Ironisnya, yang memimpin aksi itu adalah tokoh yang sebelumnya ikut koordinasi dengan kami.
Hari itu saya harus bertugas di sana. Tetapi dalam perjalanan, tiba-tiba istri saya minta diantar ke satu cabang lain di Hotel Perdana. Jujur, saya merasa waktunya mepet. Tetapi saya turuti. Ternyata waktu saya sampai di Hotel Perdana, saya sudah ditahan oleh pengerja-pengerja di sana: “Pak, jangan ke sana. Lagi dirusak.”
Saya percaya ini tuntunan Roh Kudus. Kalau saya ada di situ saat perusakan terjadi, mungkin saya pun bisa trauma. Tuhan lindungi saya.
Salah satu anak muda yang ikut merusak terluka parah karena pecahan kaca mengenai jarinya. Malam itu saya dengar dia masih di klinik dan belum dibayar. Jujur, hati kecil saya sempat berkata, “Syukurin saja.” Tetapi setelah saya berpikir begitu, damai sejahtera hilang. Saya tahu Roh Kudus sedang bicara.
Akhirnya saya ajak tim berdoa. Kita lepaskan pengampunan. Setelah itu Roh Kudus berkata dalam hati saya, “Bayarkan biaya pengobatannya.” Saya pun datang, saya bayar semua, bahkan dokter minta tambahan antibiotik, dan saya bayarkan.
Besoknya, saat saya sedang berdoa, Roh Kudus ingatkan lagi: “Dia dan keluarganya lapar. Kirim makanan.” Akhirnya selama kurang lebih enam bulan kami kirim sembako, bahkan bayar sekolah anaknya.
Beberapa bulan kemudian, ketika dia sudah agak sembuh, dia datang ke kantor kami. Begitu masuk, dia langsung peluk kaki saya sambil menangis: “Pak Pendeta, saya enggak tahu harus ngomong apa. Tempat Bapak yang saya rusak, justru Bapak yang membiayai kami sampai hari ini. Pemimpin-pemimpin saya meninggalkan saya, Pak.”
Lalu dia tanya: “Pak Pendeta, apakah orang Kristen memang seperti itu?”
Saya jawab: “Seharusnya seperti ajaran firman, ya harus seperti itu.”
Lalu dia bilang: “Pak, boleh enggak saya tahu, Yesus itu siapa? Kok sampai Bapak bisa seperti itu?”
Akhirnya saya jelaskan siapa Yesus selama kurang lebih satu jam. Lalu dia berkata dengan mata berkaca-kaca: “Pak, boleh enggak saya terima Dia jadi Tuhan saya?”
Puji Tuhan, saya tuntun dia menerima Yesus, lalu saya baptis. Beberapa tahun kemudian saya bertemu dia lagi. Istrinya yang dulu menolak dia, sekarang sudah percaya. Mertuanya yang menentang, juga percaya. Orang tuanya pun jadi percaya. Satu keluarga dipulihkan lewat satu peristiwa itu.
Sekali lagi, Roh Kudus maha tahu, maha hadir, dan tahu bagaimana menuntun kita.
Yang ketiga, Roh Kudus itu kekal dan kudus. Dia disebut Roh yang kekal. Dan Tuhan kita adalah Tuhan yang kudus. Karena itu kita pun harus hidup kudus.
Saya kasih ilustrasi. Kalau ada sepiring makanan enak sekali — ada capcai, ada babi hong, ada macam-macam — tetapi di pinggir piring ada kotoran ayam, Saudara mau makan enggak? Tentu enggak. Kita saja manusia tidak mau. Apalagi Tuhan. Kita ini rumah-Nya Tuhan. Kalau ada “kotoran” di hati kita, Tuhan enggak berkenan tinggal di tempat yang kotor. Karena Dia Allah yang kudus.Roh Kudus tidak bertindak sendiri. Dia bertindak sebagai Allah.
Pada penciptaan, Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Di Ayub juga dikatakan:
Roh Kudus memberi hidup. Dia juga mengilhami firman. Kalau hanya dengan logika, kita enggak akan sungguh-sungguh mengerti firman. Karena itu sering orang bilang, “Pak, saya baca Alkitab kok malah ngantuk.” Kenapa? Karena kedagingan. Roh Kuduslah yang mengilhami kita untuk mengerti firman.
Semakin saya membaca dan merenungkan firman, saya merasakan banyak hal dibukakan oleh Roh Kudus. Misalnya, saya sedang membaca kitab Hosea. Secara logika, siapa yang sanggup mengerti kalau seorang nabi Tuhan disuruh menikahi seorang pelacur? Tetapi justru di situ kita lihat: ketaatan Hosea itu radikal, karena Tuhan yang memerintahkannya.
Tanpa Roh Kudus, khotbah cuma jadi kata-kata. Tetapi dengan Roh Kudus, firman menjadi anak panah Allah yang menembus dan menjamah hati orang.Ini berbicara tentang Tritunggal. Tiga, tetapi satu. Bukan tiga allah, dan bukan juga satu pribadi yang berganti-ganti topeng. Tiga pribadi ilahi dalam satu hakikat Allah.
Kita baca:
Dan juga:
Roh Kudus bukan sekadar energi, tetapi Pribadi
Roh Kudus bukan sekadar energi. Dia adalah Pribadi. Karena itu Dia bisa didukacitakan. Listrik bisa dipakai, tetapi Roh Kudus tidak bisa “dipakai” dalam arti dimanfaatkan. Justru kitalah yang harus dipakai oleh Roh Kudus.
Karena itu, Saudara, ubah doa kita. Jangan lagi berdoa, “Roh Kudus, pakai saya,” seolah-olah kita masih pegang kontrol. Tetapi mulai hari ini berdoalah: “Roh Kudus, miliki saya.”
Yang mau boleh katakan amin.
Miliki saya. Hidup saya milik-Mu sepenuhnya. Engkau berdaulat atas hidup saya. Tidak ada lagi free will yang saya pakai untuk kepentingan pribadi saya. Saya milik-Mu.
Spirit acts: Roh Kudus bertindak
Kalau Roh Kudus benar-benar bertindak dalam hidup kita, apa yang Dia kerjakan?
- Menyembuhkan kekeringan rohani
- Menegur budaya pencitraan
- Memberi kebenaran moral
- Memulihkan relasi
- Mengarahkan karunia kepada misi
Hari-hari ini banyak orang sibuk pencitraan. Luarnya kelihatan bagus, dikemas, dikosmetik, tetapi dalamnya tulang-belulang, kata firman Tuhan.
Roh Kudus akan bongkar itu. Integritas hidup kita, baik di publik maupun di private, di kantor, di bisnis, di keluarga, di media digital, dan juga dalam pelayanan.Kalau kita melayani tetapi masih bermusuhan sana-sini, something wrong. Roh Kudus mau memulihkan relasi. Kita mau mengampuni, menjaga relasi, meminta maaf, membangun jembatan.
Saya mau katakan: penyelesaian masalah yang paling dahsyat bagi anak-anak Tuhan adalah mengampuni. Kalau kita sungguh mengampuni, kita tidak lagi sibuk cari salah siapa. Yang hebat itu bukan yang paling benar, tetapi yang berani minta maaf.Penutup
Jadi pertanyaannya hari ini bukan lagi, “Apakah Roh Kudus itu Allah?”
Tetapi pertanyaan yang lebih penting adalah:
Apakah hidup saya sungguh menghormati Roh Kudus?
Amin! Terima kasih Tuhan Yesus.
Nyanyi:
Roh Kudus, Kau hadir di sini
Roh Kudus, Kau mengasihiku
Kau lembut, Kau manis, Kaulah penghiburku
Penolongku, diutus Bapaku
Kubuka untuk Roh-Mu, Tuhan
Kubuka hati menyembah-Mu, Yesus
Jamahlah kami, penuhi kami
Dengan kuasa Allah Mahatinggi