Komunitas sebagai wadah pendewasaan

Dari GBI Danau Bogor Raya
Revisi sejak 7 Mei 2026 14.49 oleh Sari (bicara | kontrib) (Baru)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Lompat ke: navigasi, cari

Kesatuan hati (unity) haruslah dipupuk terus dalam COOL. Unity mendewasakan, dan kedewasaan memperkuat unity. Dimana ada unity diantara anak-anak Tuhan, kesanalah Allah memerintahkan berkat dicurahkan.

Bacaan: Ibrani 10:24-25 ; Mazmur 133

Pendahuluan

Beberapa minggu yang lalu, beberapa lembaga survey Kristen di berbagai negara di dunia, melaporkan suatu fenomena spiritualitas yang unik di antara kalangan muda. Secara keseluruhan, minat dan antusiasme generasi muda terhadap kekristenan meningkat dimana-mana. Puji Tuhan! Tetapi yang unik, minat untuk tertanam di sebuah gereja atau bergabung ke COOL (atau komsel) ternyata semakin menurun. Temuan lebih lanjut ternyata mengungkapkan adanya pandangan di antara kalangan muda, bahwa seseorang bisa saja bertumbuh dewasa secara rohani, tanpa harus bergabung ke sebuah komunitas kristiani atau tertanam di gereja. Dengan kata lain, berpandangan bahwa bertumbuh dewasa rohani bisa sendiri saja dengan Tuhan, tanpa melibatkan orang lain. Benarkah demikian? Faktanya, temuan lebih lanjut dari berbagai badan survey itu menunjukkan bahwa mereka yang memiliki pandangan demikian diatas, ternyata kualitas "kedewasannnya" sangat rentan; mudah goyah, salah memahami mengenai karakter Allah, mudah terkena ajaran menyimpang dan aktifitas hari Minggunya diibaratkan "food court" yaitu memilih makanan mana yang sukainya saja. Tentu ini yang tidak kita harapkan terjadi di gereja kita, namun kita juga tidak dapat menganggapnya sebagai angin lalu. Dari hasil survey diatas saja menunjukkan bahwa perjalanan kedewasaan rohani tidak baik dijalankan sendiri.

Isi dan sharing

Narasi Alkitab sejak manusia diciptakan hingga orang percaya ada di masa kekekalan, semua menunjukkan bahwa berkomunitas adalah hal yang tak terpisahkan dalam kehidupan orang percaya; komunitas (COOL) adalah wadah pendewasaan. Mengapa?

  1. Ibr 10:24-25 Dengan berkomunitas (COOL) kita belajar menjadi semakin dewasa melalui interaksi nyata dan kepedulian kepada orang lain.
  2. Identitas kita sebagai manusia baru dalam Kristus, perlu terus-menerus didewasakan sehingga buah Roh di dalam kitapun semakin matang. Karakter Kristus tidak muncul dengan sendirinya, tetapi benih karakter yang ditabur oleh Roh Kudus karena kita dengan iman menerima keselamatan, perlu terus menerus dilatih dan dipraktekkan. Dalam komunitas, kita menjadi semakin serupa dengan Kristus artinya makin dewasa. Waktu kita saling mengasihi, peduli, menguatkan, mengingatkan, menasihati dalam kasih saudara-saudara seiman kita dalam COOL. Sepertinya terdengar mudah, dan memang demikian adanya kalau keadaannya baik-baik saja. Proses pendewasaan sesungguhnya baru akan terasa apabila ada salah satu anggota COOL yang mengalami hal tidak enak sehingga membutuhkan bantuan (contoh: kebanjiran, sakit, biaya anak masuk sekolah, dll.). Apakah kita sebagai anggota mau membantu secara nyata atau diam-diam saja? Hanya mereka yang dewasa yang tidak akan tinggal diam. Bagaimana kalau terjadi konflik antara anggota? Apakah kita akan diam-diam saja atau mungkin malah menarik diri dari persoalan, bahkan menarik diri dari pertemuan dan ibadah COOL? Hanya mereka yang dewasa yang tidak akan menarik diri dan berupaya menyelesaikan konflik. Perjalanan kedewasaan menuju keserupaan dengan Kristus, bukan hanya mendalami dan memahami firman Tuhan, tetapi juga mempraktekkan apa yang firman ajarkan mengenai bagaimana kita beriteraksi dengan sesama orang percaya dalam komunitas kita.
  3. Maz 133 Tuhan memberi berkat kepada tiap orang percaya, tetapi memberi lebih lagi kepada komunitas orang percaya.
  4. Setiap orang yang telah di dalam Kristus, Allah berkati, jagai, lindungi satu per-satu. Namun kita bisa melihat dan mempelajari seluruh narasi dalam Alkitab, bahwa ada suatu berkat yang berbeda ketika orang-orang percaya bersehati dengan rukun secara bersama-sama/berkomunitas. Prinsip berkat komunal ini tercatat di berbagai kisah baik dalam perjanjian lama maupun perjanjian baru. Sebagai insan pentakostal, ingatlah bahwa pencurahan Roh Kudus yang pertama pun terjadi kepada komunitas orang percaya, yaitu 120 orang di loteng atas di Yerusalem. Daud menggambarkan dengan baik berkat dan keindahan yang Allah berikan kepada komunitas orang percaya. Bukan hanya berkat, tetapi juga pengurapan ("minyak"), dan bukan juga sekedar pengurapan tetapi pengurapan yang berharga ("Harun") dan terus sampai ke ujung jubah. Bukan hanya sekedar kebahagiaan dan sukacita, tetapi sesuatu yang manis dan indah seperti embun yang turun dari Hermon ke Sion. Mengapa Daud menggunakan kata embun? Karena embun yang sepertinya lembut dan sederhana, tetapi dalam jumlah besar akan menjadi air yang memastikan Sion (Yerusalem) dapat menjalankan hidupnya. Satu orang di dalam Tuhan adalah hal yang luar biasa, tetapi komunitas orang-orang yang ada di dalam Tuhan, akan memberi dampak bagi "Sion." Disinilah proses pendewasaan terjadi. Untuk dapat bersama-sama sehati, rukun dan bersama-sama mendapat berkat dan menjadi berkat, membutuhkan kedewasaan. Ego, mementingkan diri sendiri, tidak peduli kepada orang lain, adalah sikap sikap yang harus dikikis dan digantikan dengan karakter buah Roh. Sikap-sikap negatif itu lemah atau kuat, akan nampak ketika seseorang berinteraksi dengan orang lain. Komunitas menjadi wadah yang tempat untuk mengungkapkan hal ini, dan juga wadah yang tepat untuk membantu orang bertumbuh dewasa ke arah Kristus. Kesatuan hati (unity) haruslah dipupuk terus dalam COOL. Unity mendewasakan, dan kedewasaan memperkuat unity. Dimana ada unity diantara anak-anak Tuhan, kesanalah Allah memerintahkan berkat dicurahkan.

Pertanyaan diskusi

  1. Pernah engkau menjadi lebih dewasa dalam bertindak atau berpikir, sebagai akibat interaksimu dengan seorang Kristen yang lain?
  2. Apa yang menyulitkankanmu untuk mengajak orang lain atau anggota keluargamu datang ke COOL? Apa yang dapat membantumu untuk mengajak orang datang ke COOL?

Kesimpulan dan saling mendoakan

Mempelajari kedua hal diatas, baiklah kita menyadari bahwa COOL adalah wadah yang luar biasa, wadah pendewasaan, wadah yang terlalu berharga untuk kita tidak bergabung di dalamnya dan wadah yang terlu berharga untuk kita tidak mengajak orang lain juga bergabung di dalamnya. Di COOL kita sama-sama bertumbuh makin dewasa ke arah Kristus. Amin.

Jadwal

  • 01 Mei: Pengarahan bahan COOL
  • 08 Mei: Materi COOL 1
  • 11 Mei: Doa keliling
  • 22 Mei: Materi COOL 2
  • 29 Mei: Materi COOL 3