Pembaharuan pikiran
| Inspirational | |
|---|---|
| Tanggal | 07 April 2026 |
| Oleh | Pdp Alyssa Rusli |
| Baca juga | |
| |
Segala sesuatu dalam hidup dimulai dari pikiran, sehingga pembaharuan pikiran menjadi kunci perubahan hidup. Tuhan memanggil kita untuk memikirkan hal-hal yang benar dan baik, bukan dipenuhi ketakutan atau keraguan. Saat pikiran kita diperbaharui, kita dapat menerima hal-hal baru dari Tuhan dan hidup selaras dengan kehendak-Nya.
Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
Segala sesuatu dalam hidup kita dimulai dari pikiran. Baik hal yang baik maupun yang jahat, semuanya berawal dari apa yang kita pikirkan.
Iblis sering kali menyerang hidup kita dengan cara yang halus, yaitu dengan meluncurkan “panah-panah si jahat” melalui pikiran kita. Karena itu, Firman Tuhan mengingatkan kita untuk tidak menjadi serupa dengan dunia, tetapi mengalami transformasi melalui pembaharuan akal budi.
Setiap hari kita dipenuhi dengan berbagai informasi—dari berita, media sosial, dan lingkungan sekitar—yang sering kali membawa hal-hal yang negatif. Tanpa disadari, semua itu bisa memenuhi pikiran kita dengan ketakutan, kekhawatiran, dan keraguan. Bahkan mungkin kita pernah bertanya dalam hati, “Tuhan sanggup menolong atau tidak?”
Karena itu, penting bagi kita untuk memeriksa diri: Apa yang sedang kita pikirkan hari-hari ini? Apakah pikiran kita dipenuhi damai sejahtera, atau justru dipenuhi ketakutan dan kebingungan?
Firman Tuhan memberikan arahan yang jelas:
- Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. (Filipi 4:8)
Tuhan rindu kita memiliki pikiran yang diperbaharui—pikiran yang selaras dengan kehendak-Nya. Di tengah hari-hari yang tidak mudah, Tuhan tetap memanggil kita untuk memikirkan hal-hal yang baik, yang manis, dan yang patut dipuji.
Kita memiliki pikiran yang baru di dalam Tuhan. Tuhan juga menyediakan “anggur yang baru” bagi setiap kita. Namun, anggur yang baru tidak dapat dituangkan ke dalam kantong yang lama. Artinya, kita tidak bisa menerima yang baru dari Tuhan jika kita masih mempertahankan cara berpikir yang lama.
Karena itu, marilah kita membuka hati untuk mengalami pembaharuan pikiran setiap hari. Biarlah pikiran kita dipenuhi oleh damai sejahtera dan sukacita dari Tuhan, sehingga kita dapat hidup selaras dengan Kerajaan Allah yang ada di dalam kita.
Amin.