Tetap percaya di tengah kekhawatiran hidup

Dari GBI Danau Bogor Raya
Revisi sejak 26 Januari 2026 14.13 oleh Leo (bicara | kontrib)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Lompat ke: navigasi, cari

Kekhawatiran tidak pernah menambah solusi, tetapi menguras damai sejahtera dalam hidup kita. Tuhan tetap bekerja walaupun kita belum melihat jawaban atas doa-doa kita. Ketika kita memilih untuk tetap percaya, proses Tuhan akan membawa kita pada rencana-Nya yang mulia dan penuh kebaikan.

Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah khawatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah khawatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting daripada makanan dan tubuh itu lebih penting daripada pakaian?

Matius 6:25

Sebagai manusia, kita tidak lepas dari kekhawatiran: tentang perekonomian, keluarga, dan masa depan anak-anak kita. Ada kalanya kita sudah berdoa, tetapi jawaban Tuhan belum datang. Pikiran menjadi lelah, hati menjadi gelisah. Namun melalui firman ini, Tuhan rindu meneguhkan iman kita dan mengajar kita untuk tetap percaya di tengah kekhawatiran hidup.

Dari Firman Tuhan ini, kita belajar tiga kebenaran penting:

  1. Kekhawatiran tidak menambah apa pun, tetapi menguras hidup kita
  2. Yesus mengingatkan bahwa hidup jauh lebih penting daripada makanan dan tubuh lebih penting daripada pakaian.

    Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? (Matius 6:27).
    Kekhawatiran tidak menyelesaikan masalah, justru merampas damai sejahtera, membuat pikiran stres, dan melelahkan tubuh. Tuhan tidak menghendaki kita hidup dalam kecemasan, tetapi dalam kepercayaan penuh kepada-Nya.
  3. Tuhan tetap bekerja walaupun kita belum melihat jawaban
  4. Ia berkata kepada mereka: Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. (Kisah Para Rasul 1:7)

    Sering kali Tuhan bekerja di balik layar, di luar apa yang bisa kita lihat dan pahami. Walaupun jawaban belum kita terima, Tuhan tidak pernah berhenti bekerja.

    Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau. (Mazmur 55:23a)
    Tugas kita adalah percaya dan menyerahkan kekhawatiran kepada Tuhan, sebab pemeliharaan-Nya tidak pernah gagal.
  5. Proses Tuhan selalu mengarah pada rencana yang mulia
  6. Kita dapat belajar dari kisah Yusuf, yang harus melewati kekecewaan, penderitaan panjang, dan pengkhianatan. Apa yang tampak sebagai penderitaan ternyata menjadi bagian dari rencana ilahi, sehingga Yusuf dipakai Tuhan sebagai alat keselamatan bagi banyak orang.

    Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu. (Mazmur 2:8)
    Tuhan berdaulat penuh atas hidup kita. Setiap jawaban atas pergumulan kita sudah tersedia di dalam Firman Tuhan, dan rencana-Nya selalu membawa kita kepada tujuan yang mulia.