Prayer and fasting for Shifting Dipakai Tuhan, dibentuk dalam kekudusan

Dari GBI Danau Bogor Raya
Revisi sejak 10 Oktober 2026 22.31 oleh Leo (bicara | kontrib)
Lompat ke: navigasi, cari

Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.

Flyer Prayer & Fasting for Shifting (11 Okt 2026).webp

Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.

— 2 Timotius 2:21

Dalam dunia militer, kehidupan dan perlengkapan seorang prajurit harus selalu siap digunakan. Demikian pula kehidupan seseorang yang hendak dipakai Tuhan harus terus dibersihkan dan dibentuk.

Kita sering berdoa meminta pengurapan, kuasa, karunia, berkat, dan pelayanan yang lebih besar.
Namun, apakah kita juga bersedia membiarkan Tuhan semakin membersihkan hidup kita?
Bagaimana kita bisa menjadi teladan jika kita sengaja memelihara dosa?
Bagaimana kita bisa memimpin orang lain mendekat kepada Tuhan jika kita sendiri menolak teguran-Nya?

Kekudusan bukan berarti kita tidak pernah mengalami pencobaan. Kekudusan berarti kita menyerahkan seluruh kehidupan kepada Tuhan dan tidak hidup dalam kecemaran dosa. Kita bisa memiliki talenta luar biasa, kemampuan bermusik, public speaking, dan pengaruh di media sosial. Namun, talenta tidak dapat menggantikan karakter. Karunia dapat membuka kesempatan pelayanan, tetapi karakter yang dibentuk Tuhan menopang kesetiaan kita dalam pelayanan.

Revival yang sejati harus menghasilkan pertobatan. Jika setelah mengalami ‘lawatan Tuhan’, tetapi tetap menyimpan kebencian, kebohongan, pornografi, kepahitan, atau kompromi moral, kita perlu bertanya apakah kita sungguh-sungguh mengalami Tuhan. (R7–PDS)

Hari ini, jangan hanya meminta Tuhan memakai kita. Mintalah Tuhan menyucikan dan membentuk kita.

Shifting yang harus terjadi:

  • Dari kompromi, menjadi komitmen hidup makin kudus.
  • Dari menyembunyikan dosa, menjadi mengakui dan meninggalkannya.
  • Dari mengejar prestasi rohani, menjadi membangun karakter Kristus.

Respons doa puasa

  1. Minta Roh Kudus memeriksa hati dan pikiran saudara.
  2. Akui dosa secara jujur dan bertobat.
  3. Putuskan akses atau kebiasaan yang terus membawa kepada pencobaan.
  4. Jika ada ganjalan dengan orang lain, ambil langkah yang tepat untuk rekonsiliasi.