Mencari Tuhan lebih dulu

Dari GBI Danau Bogor Raya
Revisi sejak 6 Februari 2026 09.50 oleh Leo (bicara | kontrib)
Lompat ke: navigasi, cari

Ketika kita mencari Tuhan lebih dulu, Tuhan akan mengatur segala sesuatu dalam hidup kita. Doa bukan pelengkap pelayanan, melainkan sumber kekuatan dan arah hidup orang percaya. Hidup yang intim dengan Tuhan akan menghasilkan dampak rohani yang nyata bagi banyak orang.

Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana. Tetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Dia; waktu menemukan Dia mereka berkata: “Semua orang mencari Engkau.”

Markus 1:35-37

Dari pembacaan Firman Tuhan ini, kita melihat satu pola hidup Yesus yang sangat jelas: setiap pagi Ia terlebih dahulu mencari Bapa. Yesus membangun persekutuan yang intim dengan Bapa di sorga sebelum melayani banyak orang. Hasilnya nyata, murid-murid berkata, “Semua orang mencari Engkau.”

Prinsip rohani ini juga berlaku dalam kehidupan kita. Ketika kita konsisten membangun hubungan intim dengan Tuhan melalui doa, maka bukan kita yang mengejar pelayanan atau berkat, melainkan pelayanan dan berkat yang akan mengejar kita. Saat jam doa pribadi terjaga dan relasi dengan Tuhan dipelihara, Tuhan sendiri yang membuka pintu pelayanan dan mempercayakan tanggung jawab rohani kepada kita.

Dampak kuasa doa yang konsisten antara lain:

  1. Kemenangan rohani, mampu mengalahkan kuasa gelap dan serangan musuh di alam roh.
  2. Terobosan dalam masalah, memberi kekuatan menghadapi situasi sulit dan hal-hal yang tampak mustahil.
  3. Transformasi hidup, mengubahkan hati, pikiran, dan arah kehidupan.

Teladan hidup dalam doa juga terlihat dari hamba-hamba Tuhan yang dipakai secara luar biasa. Pak Niko dikenal sebagai pribadi yang sangat menjaga kehidupan doa dan konsisten hadir di Menara Doa. Pelayanan yang besar lahir dari kehidupan doa yang setia.

Billy Graham pernah berkata bahwa doa bukan tindakan darurat, melainkan sikap hidup dan persekutuan intim dengan Tuhan. Ia bahkan menyatakan bahwa jika dapat mengulang pelayanannya, ia akan memilih lebih banyak berdoa daripada berkhotbah. Demikian juga Rev Yonggi Cho menegaskan bahwa doa adalah kunci utama keberhasilan pelayanan dan kehidupan Kristen. Bukan kemampuan manusia, melainkan kuasa doa.

Karena itu, biarlah kita tetap setia dan menyala-nyala dalam doa, apa pun jumlah orang yang hadir. Dalam diskusi para pemimpin rohani tentang penyelesaian Amanat Agung, jawabannya tetap sama: doa, puasa, dan mengandalkan Roh Kudus. Tidak ada jalan lain.

Amin.