Hati yang baru
![]() ![]() | |
| Inspirational | |
| Tanggal | 08 September 2026 |
| Oleh | Ima Maftuhan Bustami |
| Baca juga | |
| |
| |
| |
Tuhan mengingatkan kita bahwa perubahan sejati dimulai dari hati yang diperbarui. Walaupun keadaan belum langsung berubah, hati yang baru membuat kita melihat pergumulan dengan iman, pengharapan, dan respons yang benar. Karena itu, jangan membawa kepahitan dan kekecewaan yang lama, tetapi masukilah hari-hari ke depan dengan hati yang taat dan percaya kepada pimpinan Roh Kudus.
Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.
Kita bersyukur karena sampai hari ini Tuhan masih menyertai kita, memberikan kesehatan, kehidupan, dan kesempatan yang baru. Kasih dan penyertaan Tuhan tidak pernah berhenti dalam hidup kita.
Mungkin di bulan-bulan yang lalu, ada banyak hal yang kita alami. Ada sukacita, keberhasilan, dan hal-hal yang membuat kita bersyukur. Namun mungkin juga ada pergumulan, usaha yang belum berhasil, kekhawatiran, kekecewaan, atau keadaan yang belum sesuai dengan harapan kita.
Melalui Firman Tuhan ini, kita diingatkan bahwa Tuhan mau memperbarui hati kita. Sering kali ketika memasuki bulan yang baru, kita berharap keadaan langsung berubah. Kita berharap masalah selesai, ekonomi membaik, dan segala sesuatu berjalan sesuai dengan yang kita inginkan. Namun Tuhan berkata, “Aku akan memberikan hati yang baru.”
Mengapa hati? Karena perubahan sejati yang Tuhan inginkan bukan hanya perubahan keadaan di luar, tetapi perubahan dari dalam diri kita. Mungkin keadaan belum langsung berubah, tetapi ketika hati kita diubahkan Tuhan, cara kita melihat keadaan juga akan berubah. Respons kita pun akan berubah.
Kita membutuhkan hati yang baru untuk menghadapi setiap keadaan, bukan dengan ketakutan, tetapi dengan iman bahwa Tuhan menyertai kita. Kalau selama ini kita mudah khawatir, mari minta Tuhan memperbarui hati kita supaya lebih percaya kepada-Nya. Kalau selama ini kita mudah tersinggung, mari minta Tuhan memberi hati yang lembut. Kalau selama ini kita sulit mengampuni, mari minta Tuhan memberi hati yang mau mengampuni.
Mari kita meminta Tuhan memperbarui hati kita. Jangan membawa kepahitan dan kekecewaan dari bulan-bulan yang lalu. Jangan biarkan semua itu menjadi beban yang menghalangi langkah kita ke depan. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di hari-hari berikutnya, tetapi kita percaya bahwa Roh Kudus memimpin kita. Kita tidak berjalan sendirian, karena Tuhan selalu menyertai kita.
Amin.
Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh!

