Hidup kita bagaikan bejana di tangan Tuhan

Dari GBI Danau Bogor Raya
Revisi sejak 26 Januari 2026 14.14 oleh Leo (bicara | kontrib)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Lompat ke: navigasi, cari

Hidup kita berada di tangan Tuhan seperti bejana di tangan tukang periuk yang sedang dibentuk. Melalui setiap proses, termasuk yang menyakitkan, Tuhan membentuk karakter dan iman kita agar semakin serupa dengan Kristus. Tuhan yang memulai pekerjaan baik dalam hidup kita setia menyelesaikannya untuk kemuliaan nama-Nya.

Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya.

Yeremia 18:4

Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel! Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku.

Yeremia 18:6

Tuhan tidak hanya tertarik pada hasil akhir hidup kita, tetapi juga pada proses yang harus kita jalani. Hidup kita bagaikan bejana di tangan Tuhan. Dalam kuasa-Nya, kita terus dibaharui, dibentuk, dan diarahkan sesuai dengan kehendak-Nya yang sempurna.

Proses pembentukan Tuhan tidak selalu mudah. Ada saat-saat menyakitkan, membingungkan, bahkan melelahkan. Namun melalui setiap peristiwa—baik yang menyenangkan maupun yang sulit—Tuhan sedang membentuk karakter dan iman kita. Apa yang Tuhan kerjakan tidak pernah sia-sia.

Karena itu, mari kita menyerahkan diri untuk dibentuk oleh Tuhan, dengan sikap hati yang benar:

  1. Jangan mengeraskan hati
  2. Ketika Tuhan menegur dan membentuk kita, janganlah kita mengeraskan hati. Hati yang lembut memberi ruang bagi tangan Tuhan untuk bekerja, memulihkan, dan menjadikan kita alat-Nya sesuai rencana-Nya.
  3. Hidup kita akan menjadi bejana yang berguna bagi kemuliaan-Nya
  4. Sampai hari ini, Allah tetap menjadi Tukang Periuk Ilahi dalam hidup kita. Melalui berbagai peristiwa—bahkan yang menyakitkan—Tuhan membentuk kita menjadi bejana yang indah dan berguna, agar hidup kita semakin serupa dengan Kristus.

    Ketika Tuhan memanggil kita, itu bukan tanpa tujuan. Ia rindu hidup kita menjadi bejana pajangan dalam etalase-Nya, yang memperlihatkan hasil karya-Nya. Melalui kesaksian hidup kita, banyak orang dapat mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan.

Percayalah, Tuhan yang memulai pekerjaan baik dalam hidup kita, adalah Tuhan yang setia menyelesaikannya dengan sempurna.

Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus. (Filipi 1:6)
Tetapi sekarang, ya TUHAN, Engkaulah Bapa kami! Kamilah tanah liat dan Engkaulah yang membentuk kami, dan kami sekalian adalah buatan tangan-Mu. (Yesaya 64:8)

Tuhan Yesus memberkati kita semua.