Article: 20261013/SH: Perbedaan antara revisi
Tidak ada ringkasan suntingan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 41: | Baris 41: | ||
<div class="row"> | <div class="row"> | ||
<div class="col-12 col-md border rounded p-3"> | <div class="col-12 col-md border rounded p-3"> | ||
{{p0|Shifting yang harus terjadi | {{p0|Shifting yang harus terjadi|class=h4}} | ||
* Dari berbagai motivasi yang keliru, '''{{orange|menjadi motivasi yang benar}}'''. | * Dari berbagai motivasi yang keliru, '''{{orange|menjadi motivasi yang benar}}'''. | ||
* Dari mentalitas penonton, '''{{orange|menjadi ikut ambil bagian}}'''. | * Dari mentalitas penonton, '''{{orange|menjadi ikut ambil bagian}}'''. | ||
Revisi terkini sejak 13 Oktober 2026 13.00
Kesatuan dalam pelayanan tidak dibangun oleh kesamaan kemampuan atau kepribadian, melainkan oleh kasih, kerendahan hati, dan tujuan bersama di dalam Kristus. Persaingan, kepahitan, dan keinginan untuk mendapatkan pengakuan dapat melemahkan tubuh Kristus, sedangkan kolaborasi dan sikap saling mendukung akan menguatkannya. Tuhan memanggil kita untuk meninggalkan kepentingan pribadi dan bertumbuh sebagai satu komunitas yang bersatu dalam menjalankan kehendak-Nya.
Hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan.
Tidak ada pasukan yang kuat
jika setiap prajurit berjuang sendiri.
Dalam sebuah pasukan, setiap prajurit memiliki tugas yang berbeda. Ada yang memimpin, ada yang menjaga, ada yang mendukung, dan ada yang bergerak di garis depan. Namun, mereka harus berjalan dalam kesatuan.
Gambaran ini menolong kita memahami pentingnya kesatuan dalam pelayanan. Banyak orang memiliki potensi besar, tetapi potensi tersebut dapat terhambat oleh persaingan, iri hati, konflik, kelompok pertemanan yang eksklusif, dan keinginan untuk mendapatkan pengakuan.
Kita bisa menyanyikan lagu yang sama tetapi menyimpan kepahitan terhadap saudara seiman. Kita bisa melayani dalam satu tim tetapi diam-diam bersaing untuk mendapatkan posisi. Itu bukan karakter pasukan Kristus.
Filipi 2 mengajar kita untuk memiliki kasih, kerendahan hati, dan perhatian terhadap kepentingan orang lain. Kesatuan bukan berarti semua orang harus memiliki kepribadian, pendapat, atau karunia yang sama. Kesatuan berarti kita tunduk kepada Kristus dan bekerja bersama untuk tujuan-Nya.
Di era Pentakosta Ketiga ini, Tuhan tidak hanya ingin membangkitkan individu-individu yang berapi-api. Ia juga ingin membangun komunitas yang saling menopang, saling menguatkan, dan bertumbuh bersama.
Pasukan yang kuat bukanlah kumpulan orang hebat yang berjalan sendiri-sendiri, melainkan orang-orang yang bersedia bekerja bersama di bawah kepemimpinan Kristus. (R7–PDS)
Shifting yang harus terjadi
- Dari berbagai motivasi yang keliru, menjadi motivasi yang benar.
- Dari mentalitas penonton, menjadi ikut ambil bagian.
- Dari persaingan, menjadi kolaborasi.
Respons doa puasa
- Berdoa bagi unity yang semakin kuat.
- Ampuni seseorang yang pernah melukai kita.
- Ambil satu langkah nyata untuk melayani dan mendukung orang lain.
Lihat pula
- Pengumuman doa puasa bersama: Prayer and fasting for Shifting
- Daftar renungan Prayer and Fasting for Shifting:
- Bangkit dari tidur rohani (10 Okt 2026) — Pdm Paulus Daniel Santo
- Dipakai Tuhan, dibentuk dalam kekudusan (11 Okt 2026) — Pdm Paulus Daniel Santo
- Diperlengkapi Roh Kudus untuk berdoa dan melayani (12 Okt 2026) — Pdm Paulus Daniel Santo
- Bersatu dalam Kristus, bertumbuh dalam pelayanan (13 Okt 2026) — Pdm Paulus Daniel Santo
- Diperlengkapi untuk bertahan dan melayani (14 Okt 2026) — Pdm Paulus Daniel Santo
- Dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.
