Article: 20260728/IN: Perbedaan antara revisi
←Membuat halaman berisi '{{unified info | templatetype=inspirational | namespace= Article | pagename= 20260728/IN | title= Ketaatan yang sejati | date= 2026-07-28 | event= Menara Doa Unity | displayevent= Menara Doa Unity | actualdate= 2026-07-21 | notes= | name= Ferdinand Maitimu | completename= Ferdinand Maitimu, MPd | illustration16x9= {{LatestImage/Inspirational | name=Ferdinand Maitimu | date=2026-02-03 }} | illustration1x1= Logo Inspirational 1x1.webp | illustrationA...' |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 36: | Baris 36: | ||
== #1 Karena ketaatan adalah bukti kasih kita kepada Tuhan == | == #1 Karena ketaatan adalah bukti kasih kita kepada Tuhan == | ||
'''''Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.'''''{{sabdaweb2v|Yohanes 14:15}} | '''''Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.''''' ({{sabdaweb2v|Yohanes 14:15}}) | ||
Banyak dari kita mengetahui perintah Tuhan, tetapi belum tentu mau menuruti segala perintah-Nya. Sering kali tanpa sadar, ketidaktaatan menunjukkan adanya pemberontakan di dalam hati kita terhadap Allah. | Banyak dari kita mengetahui perintah Tuhan, tetapi belum tentu mau menuruti segala perintah-Nya. Sering kali tanpa sadar, ketidaktaatan menunjukkan adanya pemberontakan di dalam hati kita terhadap Allah. | ||
| Baris 46: | Baris 46: | ||
Ketika Tuhan mendapati kita, biarlah kita ditemukan setia di hadapan-Nya. Sebab ada orang yang merasa sudah baik, sudah melayani, bahkan melakukan banyak hal secara rohani, tetapi Tuhan berkata: | Ketika Tuhan mendapati kita, biarlah kita ditemukan setia di hadapan-Nya. Sebab ada orang yang merasa sudah baik, sudah melayani, bahkan melakukan banyak hal secara rohani, tetapi Tuhan berkata: | ||
''''' Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.'''''{{sabdaweb2v|Matius 7:21}} | ''''' Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. ''''' ({{sabdaweb2v|Matius 7:21}}) | ||
Karena itu, pelayanan tanpa ketaatan tidak cukup. Tuhan mencari orang yang sungguh-sungguh melakukan kehendak-Nya. | Karena itu, pelayanan tanpa ketaatan tidak cukup. Tuhan mencari orang yang sungguh-sungguh melakukan kehendak-Nya. | ||
| Baris 61: | Baris 62: | ||
Ketaatan kepada Tuhan tidak pernah sia-sia. Janji Tuhan jelas bagi orang yang hidup dalam Firman-Nya. | Ketaatan kepada Tuhan tidak pernah sia-sia. Janji Tuhan jelas bagi orang yang hidup dalam Firman-Nya. | ||
'''''Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.''''' {{sabdaweb2v|Yosua 1:8}} | '''''Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.''''' ({{sabdaweb2v|Yosua 1:8}}) | ||
Firman Tuhan yang kita renungkan menjadi barometer dan rambu-rambu dalam hidup kita. Firman itu menuntun kita agar berhati-hati dalam bertindak, sehingga segala sesuatu yang kita lakukan memuliakan Tuhan. | Firman Tuhan yang kita renungkan menjadi barometer dan rambu-rambu dalam hidup kita. Firman itu menuntun kita agar berhati-hati dalam bertindak, sehingga segala sesuatu yang kita lakukan memuliakan Tuhan. | ||
| Baris 67: | Baris 68: | ||
Ketika kita hidup dalam ketaatan, berkat Tuhan akan mengikuti kita sesuai dengan kehendak-Nya. Tuhan Yesus juga berkata: | Ketika kita hidup dalam ketaatan, berkat Tuhan akan mengikuti kita sesuai dengan kehendak-Nya. Tuhan Yesus juga berkata: | ||
'''''Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.''''' {{sabdaweb2v|Matius 6:33}} | '''''Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.''''' ({{sabdaweb2v|Matius 6:33}}) | ||
Ketika kita taat sampai akhir, Tuhan menyediakan upah bagi orang yang setia. Biarlah pada akhirnya Tuhan mendapati kita sebagai hamba yang setia, yang hidupnya berkenan di hadapan-Nya. | Ketika kita taat sampai akhir, Tuhan menyediakan upah bagi orang yang setia. Biarlah pada akhirnya Tuhan mendapati kita sebagai hamba yang setia, yang hidupnya berkenan di hadapan-Nya. | ||
| Baris 75: | Baris 76: | ||
Amin. | Amin. | ||
'''''Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.''''' {{sabdaweb2v|Yohanes 14:21}} | '''''Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.''''' ({{sabdaweb2v|Yohanes 14:21}}) | ||
Revisi per 28 Juli 2026 19.53
![]() ![]() | |
| Inspirational | |
| Tanggal | 28 Juli 2026 |
| Oleh | Ferdinand Maitimu, MPd |
| Baca juga | |
| |
| |
Ketaatan sejati bukan sekadar kewajiban, tetapi bukti kasih kita kepada Tuhan. Saul ditolak karena tidak taat sepenuhnya, sehingga kita belajar bahwa mendengarkan suara Tuhan lebih berharga daripada korban persembahan. Ketika kita taat kepada Firman Tuhan dan dipimpin Roh Kudus, hidup kita akan berkenan kepada Tuhan dan berjalan dalam berkat-Nya.
Tetapi jawab Samuel: “Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.”
Saul ditolak sebagai raja karena ketidaktaatannya. Melalui Nabi Samuel, Tuhan berfirman bahwa Ia akan membalas apa yang dilakukan bangsa Amalek kepada bangsa Israel. Saul diperintahkan Tuhan untuk menumpas bangsa Amalek, termasuk segala hewan ternak dan segala sesuatu yang ada pada mereka.
Namun Saul tidak melakukan tepat seperti yang Tuhan perintahkan melalui Nabi Samuel. Ia menyisakan Agag, raja Amalek, dan ternak-ternak terbaik. Di sinilah kita melihat bahwa salah satu hal yang Tuhan inginkan dari umat-Nya adalah ketaatan.
Ketaatan bukan sekadar kewajiban atau beban. Banyak orang Kristen bisa terlihat taat, tetapi motivasinya belum tentu benar. Ada ketaatan yang hanya bersifat lahiriah, bahkan bisa menjadi ketaatan yang palsu. Namun yang Tuhan inginkan adalah ketaatan yang sejati, yang keluar dari pengenalan kita akan Tuhan dan rasa syukur kepada-Nya.
Tuhan telah menyelamatkan kita dan memberkati hidup kita. Karena itu, seluruh totalitas hidup kita seharusnya kita persembahkan kepada Tuhan. Ketika kita berkata bahwa kita mempersembahkan hidup kepada Tuhan, itu berarti kita juga mau taat kepada Dia sebagai Tuhan dan Junjungan hidup kita.
Kita adalah hamba-Nya, doulos-Nya Tuhan. Seorang hamba tidak lagi berkuasa atas dirinya sendiri, tetapi hidup di bawah otoritas tuannya. Demikian juga kita: Tuhanlah yang berdaulat penuh dan berkuasa atas hidup kita.
Mengapa kita harus taat?
#1 Karena ketaatan adalah bukti kasih kita kepada Tuhan
Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. (Yohanes 14:15)
Banyak dari kita mengetahui perintah Tuhan, tetapi belum tentu mau menuruti segala perintah-Nya. Sering kali tanpa sadar, ketidaktaatan menunjukkan adanya pemberontakan di dalam hati kita terhadap Allah.
Tuhan menghendaki agar kita menuruti seluruh perintah-Nya. Memang tidak mudah, dan Tuhan tahu bahwa manusia itu lemah. Karena itu, kita membutuhkan Penolong, yaitu Roh Kudus.
Setiap hari kita perlu berdoa dan meminta pimpinan Roh Kudus, baik ketika bekerja, melangkah keluar rumah, masuk rumah, mengambil keputusan, maupun melakukan segala sesuatu. Kita membutuhkan Roh Kudus untuk menuntun kita, supaya hidup kita berkenan kepada Tuhan.
Ketika Tuhan mendapati kita, biarlah kita ditemukan setia di hadapan-Nya. Sebab ada orang yang merasa sudah baik, sudah melayani, bahkan melakukan banyak hal secara rohani, tetapi Tuhan berkata:
Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. (Matius 7:21)
Karena itu, pelayanan tanpa ketaatan tidak cukup. Tuhan mencari orang yang sungguh-sungguh melakukan kehendak-Nya.
#2 Karena ketaatan lebih berharga daripada korban sembelihan
Saul gagal karena ia tidak taat sepenuhnya kepada perintah Tuhan. Ia mencoba memberikan alasan, tetapi bagi Tuhan, ketaatan jauh lebih penting daripada korban persembahan.
Sering kali kita lebih menuruti apa kata dunia daripada apa yang Tuhan kehendaki. Padahal Tuhan mau kita melakukan kehendak-Nya. Kehendak Tuhan selalu membawa kita kepada damai sejahtera dan bermuara pada kemuliaan bagi nama-Nya.
Ketaatan sejati tidak memilih-milih perintah Tuhan yang nyaman untuk dilakukan. Ketaatan sejati berarti mendengarkan suara Tuhan, memperhatikan Firman-Nya, dan melakukan kehendak-Nya dengan hati yang tunduk.
#3 Supaya Injil tersebar sampai ke ujung bumi
Ketaatan kepada Tuhan tidak pernah sia-sia. Janji Tuhan jelas bagi orang yang hidup dalam Firman-Nya.
Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung. (Yosua 1:8)
Firman Tuhan yang kita renungkan menjadi barometer dan rambu-rambu dalam hidup kita. Firman itu menuntun kita agar berhati-hati dalam bertindak, sehingga segala sesuatu yang kita lakukan memuliakan Tuhan.
Ketika kita hidup dalam ketaatan, berkat Tuhan akan mengikuti kita sesuai dengan kehendak-Nya. Tuhan Yesus juga berkata:
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. (Matius 6:33)
Ketika kita taat sampai akhir, Tuhan menyediakan upah bagi orang yang setia. Biarlah pada akhirnya Tuhan mendapati kita sebagai hamba yang setia, yang hidupnya berkenan di hadapan-Nya.
Karena itu, mari kita belajar taat dengan sungguh-sungguh. Bukan taat karena terpaksa, bukan taat hanya di luar, tetapi taat karena kita mengasihi Tuhan, mengenal Dia, dan bersyukur atas keselamatan yang sudah Ia berikan.
Amin.
Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya. (Yohanes 14:21)

