Article: 20260616/IN: Perbedaan antara revisi

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Jaen (bicara | kontrib)
←Membuat halaman berisi '{{unified info | templatetype=inspirational | namespace= Article | pagename= 20260616/IN | title= Tak terselami | date= 2026-06-16 | event= Menara Doa Unity | displayevent= Menara Doa Unity | actualdate= 2025-06-09 | notes= | name= Budi Darmawan | completename= Budi Darmawan | illustration16x9= {{LatestImage/Inspirational | name=Budi Darmawan | date=2026-06-16 }} | illustration1x1= Logo Inspirational 1x1.jpg | illustrationA5= | summary= Jalan Tuha...'
 
Jaen (bicara | kontrib)
Tidak ada ringkasan suntingan
 
Baris 6: Baris 6:
  | event= Menara Doa Unity
  | event= Menara Doa Unity
  | displayevent= Menara Doa Unity
  | displayevent= Menara Doa Unity
  | actualdate= 2025-06-09
  | actualdate= 2026-06-09
  | notes=  
  | notes=  
  | name= Budi Darmawan
  | name= Budi Darmawan

Revisi terkini sejak 17 Juni 2026 20.02

Jalan Tuhan sering kali tidak terselami dan tidak selalu sesuai dengan cara yang kita harapkan. Namun di tengah pergumulan, kita dipanggil untuk berserah, berharap penuh kepada Tuhan, dan percaya bahwa Dia memiliki sumber segala sesuatu. Ketika kita belajar diam, memperhatikan kehendak-Nya, dan mengandalkan Roh Kudus, kita akan melihat bahwa cara Tuhan selalu terbaik dan membawa kemuliaan bagi nama-Nya.

O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya!

Roma 11:33

Tak terbatas kuasa-Mu, Tuhan. Tak terduga janji-Mu, Tuhan. Jalan-Mu dan cara-Mu sungguh tak terselami.

Di tengah-tengah pergumulan, ada satu hal yang tiba-tiba Tuhan taruh di dalam hati saya: berharaplah kepada Tuhan, sebab Dia memiliki sumber segala sesuatu. Ketika saya menerima hal itu, saya belajar untuk berkata, “Baik Tuhan, saya mau berharap kepada-Mu.” Sering kali dalam pergumulan, kita meminta pertolongan Tuhan. Namun tanpa kita sadari, kita ingin Tuhan menolong dengan cara kita, sesuai versi kita, dan sesuai harapan kita. Padahal ketika kita belajar berharap penuh kepada Tuhan, kita juga harus belajar percaya bahwa cara Tuhan tidak selalu sama dengan cara kita. Tuhan sanggup menolong dengan cara yang tidak masuk akal bagi manusia. Seperti pujian yang berkata bahwa jalan Tuhan dan cara Tuhan tak terduga, demikianlah kita perlu percaya bahwa Tuhan punya cara-Nya sendiri untuk menolong kita. Kita dapat melihatnya dalam kisah lima roti dan dua ikan. Secara manusia, tidak mungkin makanan sekecil itu dapat memberi makan lima ribu orang laki-laki, bahkan masih tersisa dua belas bakul. Menurut murid-murid, orang banyak itu seharusnya disuruh pergi membeli makanan atau pulang. Tetapi Tuhan Yesus bekerja dengan cara yang melampaui pikiran manusia.

Di tengah proses, sering kali kita protes. Namun Tuhan mengingatkan saya melalui Firman-Nya:

Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya? (Roma 11:34)

Jalan Tuhan tidak terselami oleh siapa pun. Jika jalan Tuhan dapat sepenuhnya diselami dan diatur oleh manusia, untuk apa Dia disebut Tuhan? Justru karena Dia Tuhan, maka jalan-Nya jauh lebih tinggi daripada jalan kita, dan pikiran-Nya jauh melampaui pikiran kita.

Karena itu, kita perlu belajar untuk berserah penuh kepada Tuhan. Bagaimana caranya?

  1. Berserah dan berharap penuh kepada Tuhan
  2. Kita perlu meletakkan pengharapan kita sepenuhnya kepada Tuhan, bukan kepada cara kita sendiri. Percayalah bahwa Tuhan memiliki sumber segala sesuatu dan sanggup menolong tepat pada waktunya.
  3. Diam dan memperhatikan kehendak Tuhan
  4. Diam bukan berarti kita tidak melakukan apa-apa. Diam berarti kita belajar tenang di hadapan Tuhan, tidak terburu-buru mengambil keputusan, dan memperhatikan apa yang Tuhan mau kerjakan dalam hidup kita. Dalam ketenangan itu, kita belajar melihat tuntunan Tuhan dan membuka hati untuk mujizat-Nya.
  5. Meminta kemampuan dari Roh Kudus
  6. Kita tidak sanggup melakukan kehendak Tuhan dengan kekuatan sendiri. Karena itu, kita perlu meminta kemampuan dari Roh Kudus agar kita dapat taat, tetap percaya, dan melakukan apa yang Tuhan kehendaki.
Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! (Roma 11:36)

Pada akhirnya, segala sesuatu berasal dari Tuhan, dikerjakan oleh Tuhan, dan kembali untuk kemuliaan Tuhan. Karena itu, jangan batasi Tuhan dengan cara berpikir kita. Percayalah, jalan-Nya memang tak terselami, tetapi selalu penuh hikmat, kuasa, dan kasih bagi orang yang berharap kepada-Nya. Amin.

Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah Firman TUHAN. (Yesaya 55:8)