Article: 20260210/IN: Perbedaan antara revisi

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Leo (bicara | kontrib)
baru
 
Leo (bicara | kontrib)
Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 2: Baris 2:
  | namespace= Article
  | namespace= Article
  | pagename= 20260210/IN
  | pagename= 20260210/IN
  | title= ''Relationship with God'': hubungan yang lebih melekat dengan Tuhan
  | title= Mencari Tuhan lebih dulu
  | date= 2026-02-10
  | date= 2026-02-10
  | event= Menara Doa Unity
  | event= Menara Doa Unity
Baris 8: Baris 8:
  | actualdate= 2026-02-03
  | actualdate= 2026-02-03
  | notes=  
  | notes=  
  | name= Andy Sukanta
  | name= Herawaty Manurung
  | completename= Andy Sukanta
  | completename= Herawaty Manurung
  | illustration16x9= {{LatestImage/Inspirational | name=Andy Sukanta | date=2026-02-10 }}
  | illustration16x9= {{LatestImage/Inspirational | name=Herawaty Manurung | date=2026-02-03 }}
  | illustration1x1=  Logo Inspirational 1x1.jpg
  | illustration1x1=  Logo Inspirational 1x1.jpg
  | illustrationA5=
  | illustrationA5=
  | summary= Hubungan yang melekat dengan Tuhan adalah kebutuhan, bukan sekadar kewajiban rohani. Saat kita berakar kuat di dalam Tuhan, kita tetap teguh meski badai kehidupan datang. Melekat kepada Kristus membuat hidup kita diubahkan, dipenuhi damai sejahtera, dan menghasilkan buah yang memuliakan Tuhan.
  | summary= Ketika kita mencari Tuhan lebih dulu, Tuhan akan mengatur segala sesuatu dalam hidup kita. Doa bukan pelengkap pelayanan, melainkan sumber kekuatan dan arah hidup orang percaya. Hidup yang intim dengan Tuhan akan menghasilkan dampak rohani yang nyata bagi banyak orang.
  | shortsummary= Hubungan yang melekat dengan Tuhan adalah kebutuhan, bukan sekadar kewajiban rohani.
  | shortsummary=Ketika kita mencari Tuhan lebih dulu, Tuhan akan mengatur segala sesuatu dalam hidup kita. Doa bukan pelengkap pelayanan, melainkan sumber kekuatan dan arah hidup orang percaya.
  | kat=no
  | kat=no
}}
}}
{{blockquote/Ayat
{{blockquote/Ayat
| '''''Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau; jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair.''''' '''''Demikianlah aku memandang kepada-Mu di tempat kudus sambil melihat kekuatan-Mu dan kemuliaan-Mu.''''' '''''Sebab kasih setia-Mu lebih baik dari pada hidup; bibirku akan memegahkan Engkau.'''''
| '''''Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.''''' '''''Tetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Dia; waktu menemukan Dia mereka berkata: “Semua orang mencari Engkau.'''''
| {{sabdaweb2v|Mazmur 63:1-3}}
| {{sabdaweb2v|Markus 1:35-37}}
}}
}}


Mazmur ini ditulis Daud ketika ia berada di padang gurun Yehuda, dalam kondisi yang tidak nyaman dan penuh tekanan. Namun justru di tengah situasi itulah Daud menyatakan kerinduannya yang dalam kepada Tuhan. Firman Tuhan menegaskan bahwa '''hubungan pribadi dengan Tuhan bukanlah sekadar kewajiban rohani, melainkan kebutuhan hidup'''.
Dari pembacaan Firman Tuhan ini, kita melihat satu pola hidup Yesus yang sangat jelas: '''setiap pagi Ia terlebih dahulu mencari Bapa'''. Yesus membangun persekutuan yang intim dengan Bapa di sorga sebelum melayani banyak orang. Hasilnya nyata, murid-murid berkata, “Semua orang mencari Engkau.”


Hubungan yang melekat dengan Tuhan menjadi dasar kita menjalani kehidupan sehari-hari. Karena itu, kita perlu menyediakan waktu secara sengaja untuk bersekutu dengan Tuhan setiap hari—melalui saat teduh, doa, dan membaca firman—memberi ruang bagi Tuhan untuk berkomunikasi dengan kita, bukan sekadar menjalankan rutinitas agama.
Prinsip rohani ini juga berlaku dalam kehidupan kita. Ketika kita '''konsisten membangun hubungan intim dengan Tuhan melalui doa''', maka bukan kita yang mengejar pelayanan atau berkat, melainkan pelayanan dan berkat yang akan mengejar kita. Saat jam doa pribadi terjaga dan relasi dengan Tuhan dipelihara, Tuhan sendiri yang membuka pintu pelayanan dan mempercayakan tanggung jawab rohani kepada kita.


{{p0 |Mengapa kita perlu melekat kepada Kristus?}}
{{p0 | Dampak kuasa doa yang konsisten antara lain:}}
{{ol-list | liclass=fw-bold
# '''Kemenangan rohani''', mampu mengalahkan kuasa gelap dan serangan musuh di alam roh.
| 1= Bersandar penuh kepada Tuhan
# '''Terobosan dalam masalah''', memberi kekuatan menghadapi situasi sulit dan hal-hal yang tampak mustahil.
| p1= Banyak orang merasa hidupnya di luar kendali: pekerjaan menumpuk, kebutuhan bertambah, masalah datang bertubi-tubi, dan emosi sulit dikendalikan. Dalam kondisi seperti ini, kita membutuhkan Tuhan dan tidak bisa mengandalkan kekuatan sendiri. Melekat kepada Tuhan menolong kita belajar berserah dan bergantung sepenuhnya kepada-Nya.
# '''Transformasi hidup''', mengubahkan hati, pikiran, dan arah kehidupan.
| 2= Berakar seperti pohon yang kuat
 
| p2= Akar pohon tidak terlihat, tetapi justru di sanalah sumber kekuatan berada. Akar adalah penopang dan tempat penyimpanan makanan bagi pertumbuhan dan buah. Demikian juga kehidupan rohani kita—roh kita perlu terus menerima makanan rohani dari Tuhan agar bertumbuh kuat. Tanpa akar yang kuat, daun yang rimbun tidak akan bertahan ketika badai datang.
Teladan hidup dalam doa juga terlihat dari hamba-hamba Tuhan yang dipakai secara luar biasa. Pak Niko dikenal sebagai pribadi yang sangat menjaga kehidupan doa dan konsisten hadir di Menara Doa. Pelayanan yang besar lahir dari kehidupan doa yang setia.
}}
 
Billy Graham pernah berkata bahwa doa bukan tindakan darurat, melainkan '''sikap hidup dan persekutuan intim dengan Tuhan'''. Ia bahkan menyatakan bahwa jika dapat mengulang pelayanannya, ia akan memilih lebih banyak berdoa daripada berkhotbah. Demikian juga Rev Yonggi Cho menegaskan bahwa doa adalah '''kunci utama keberhasilan pelayanan dan kehidupan Kristen'''. Bukan kemampuan manusia, melainkan kuasa doa.
 
Karena itu, biarlah kita tetap setia dan menyala-nyala dalam doa, apa pun jumlah orang yang hadir. Dalam diskusi para pemimpin rohani tentang penyelesaian Amanat Agung, jawabannya tetap sama: '''doa, puasa, dan mengandalkan Roh Kudus'''. Tidak ada jalan lain.


Ketika kita melekat kepada Tuhan, Dia yang mengubahkan hati kita. Kebiasaan buruk perlahan disucikan, hidup kita diproses, dan karakter dibentuk. Masalah mungkin tetap ada, tetapi kita siap menghadapinya karena Tuhan menaruh damai sejahtera, sukacita, dan hikmat yang melampaui pemahaman manusia—hikmat yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.
Amin.

Revisi per 6 Februari 2026 09.50

Ketika kita mencari Tuhan lebih dulu, Tuhan akan mengatur segala sesuatu dalam hidup kita. Doa bukan pelengkap pelayanan, melainkan sumber kekuatan dan arah hidup orang percaya. Hidup yang intim dengan Tuhan akan menghasilkan dampak rohani yang nyata bagi banyak orang.

Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana. Tetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Dia; waktu menemukan Dia mereka berkata: “Semua orang mencari Engkau.”

Markus 1:35-37

Dari pembacaan Firman Tuhan ini, kita melihat satu pola hidup Yesus yang sangat jelas: setiap pagi Ia terlebih dahulu mencari Bapa. Yesus membangun persekutuan yang intim dengan Bapa di sorga sebelum melayani banyak orang. Hasilnya nyata, murid-murid berkata, “Semua orang mencari Engkau.”

Prinsip rohani ini juga berlaku dalam kehidupan kita. Ketika kita konsisten membangun hubungan intim dengan Tuhan melalui doa, maka bukan kita yang mengejar pelayanan atau berkat, melainkan pelayanan dan berkat yang akan mengejar kita. Saat jam doa pribadi terjaga dan relasi dengan Tuhan dipelihara, Tuhan sendiri yang membuka pintu pelayanan dan mempercayakan tanggung jawab rohani kepada kita.

Dampak kuasa doa yang konsisten antara lain:

  1. Kemenangan rohani, mampu mengalahkan kuasa gelap dan serangan musuh di alam roh.
  2. Terobosan dalam masalah, memberi kekuatan menghadapi situasi sulit dan hal-hal yang tampak mustahil.
  3. Transformasi hidup, mengubahkan hati, pikiran, dan arah kehidupan.

Teladan hidup dalam doa juga terlihat dari hamba-hamba Tuhan yang dipakai secara luar biasa. Pak Niko dikenal sebagai pribadi yang sangat menjaga kehidupan doa dan konsisten hadir di Menara Doa. Pelayanan yang besar lahir dari kehidupan doa yang setia.

Billy Graham pernah berkata bahwa doa bukan tindakan darurat, melainkan sikap hidup dan persekutuan intim dengan Tuhan. Ia bahkan menyatakan bahwa jika dapat mengulang pelayanannya, ia akan memilih lebih banyak berdoa daripada berkhotbah. Demikian juga Rev Yonggi Cho menegaskan bahwa doa adalah kunci utama keberhasilan pelayanan dan kehidupan Kristen. Bukan kemampuan manusia, melainkan kuasa doa.

Karena itu, biarlah kita tetap setia dan menyala-nyala dalam doa, apa pun jumlah orang yang hadir. Dalam diskusi para pemimpin rohani tentang penyelesaian Amanat Agung, jawabannya tetap sama: doa, puasa, dan mengandalkan Roh Kudus. Tidak ada jalan lain.

Amin.