Article: 20260120/IN: Perbedaan antara revisi

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Leo (bicara | kontrib)
baru
 
Leo (bicara | kontrib)
k approval NAS via WAG
Baris 9: Baris 9:
  | notes=  
  | notes=  
  | name= Rera Indarwulan
  | name= Rera Indarwulan
  | completename= Rera Indarwulan
  | completename= Rera Indarwulan, SPd
  | illustration16x9= {{LatestImage/Inspirational | name=Rera Indarwulan | date=2026-01-20 }}
  | illustration16x9= {{LatestImage/Inspirational | name=Rera Indarwulan | date=2026-01-20 }}
  | illustration1x1=  Logo Inspirational 1x1.jpg
  | illustration1x1=  Logo Inspirational 1x1.jpg
Baris 15: Baris 15:
  | summary= Integritas adalah hidup yang selaras antara iman, perkataan, dan perbuatan. Sebagai murid Kristus, kita dipanggil bukan untuk hidup sempurna, tetapi untuk mau bertobat dan terus dibentuk oleh Tuhan. Melalui hidup yang jujur dan konsisten, orang lain dapat melihat Kristus dan memuliakan nama-Nya.
  | summary= Integritas adalah hidup yang selaras antara iman, perkataan, dan perbuatan. Sebagai murid Kristus, kita dipanggil bukan untuk hidup sempurna, tetapi untuk mau bertobat dan terus dibentuk oleh Tuhan. Melalui hidup yang jujur dan konsisten, orang lain dapat melihat Kristus dan memuliakan nama-Nya.
  | shortsummary= Integritas adalah hidup yang selaras antara iman, perkataan, dan perbuatan.
  | shortsummary= Integritas adalah hidup yang selaras antara iman, perkataan, dan perbuatan.
  | kat=no
  | kat=yes
}}
}}
{{blockquote/Ayat
{{blockquote/Ayat

Revisi per 21 Januari 2026 09.21

Integritas adalah hidup yang selaras antara iman, perkataan, dan perbuatan. Sebagai murid Kristus, kita dipanggil bukan untuk hidup sempurna, tetapi untuk mau bertobat dan terus dibentuk oleh Tuhan. Melalui hidup yang jujur dan konsisten, orang lain dapat melihat Kristus dan memuliakan nama-Nya.

Jadilah sendiri suatu teladan dalam berbuat baik; hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu, sehat dan tidak bercela dalam pemberitaanmu, sehingga lawan menjadi malu, karena tidak ada hal-hal buruk yang dapat mereka sebarkan tentang kita.

Titus 2:7-8

Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita tentang pentingnya integritas sebagai murid Kristus. Paulus menasihati agar setiap orang percaya hidup sebagai teladan dalam perbuatan, perkataan, dan sikap, sehingga tidak ada cela yang dapat dipakai orang lain untuk menjatuhkan kesaksian kita.

Untuk memahami makna integritas, kita dapat melihat sebuah ilustrasi sederhana tentang pensil dan penghapus. Sebuah pensil digunakan untuk menulis dengan rapi dan jelas, tetapi dalam prosesnya, pensil bisa saja membuat kesalahan. Namun di ujung pensil terdapat penghapus, yang memungkinkan kesalahan itu diperbaiki sehingga pensil dapat menulis kembali dengan benar.

Demikian juga dengan kita sebagai murid Kristus. Kita tentu ingin hidup benar, berkata jujur, dan menjadi teladan. Namun kita juga bisa jatuh dalam kesalahan — baik dalam perkataan, sikap, maupun keputusan. Integritas bukan berarti tidak pernah salah, tetapi memiliki kerendahan hati untuk mengakui kesalahan, bertobat, dan kembali hidup dalam kebenaran.

Menurut KBBI, integritas adalah mutu atau sifat yang menunjukkan keutuhan pribadi, sehingga memancarkan kewibawaan dan kejujuran. Sebagai murid Kristus, ada tiga hal penting dalam menjaga integritas:

  1. Integritas dimulai dari diri sendiri
  2. Jadilah sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. (Titus 2:7)
    Sebelum menasihati orang lain, kita perlu bercermin pada hidup kita sendiri. Apakah hidup kita sudah mencerminkan Kristus? Integritas bukan soal apa yang dilihat orang, tetapi siapa kita saat tidak ada seorang pun yang melihat.
  3. Integritas terlihat dari perkataan dan sikap
  4. Paulus menekankan hidup yang jujur, sungguh-sungguh, dan tidak bercela. Sebagai murid Kristus, kata-kata kita seharusnya membangun, bukan melukai. Sikap kita juga harus konsisten — bukan bermuka dua, baik saat dilihat orang tetapi berbeda saat sendirian. Orang mungkin tidak membaca Alkitab, tetapi mereka membaca kehidupan kita.
  5. Integritas menjadi kesaksian
  6. …sehingga lawan menjadi malu, karena tidak ada hal-hal buruk yang dapat mereka sebarkan tentang kita. (Titus 2:8)
    Ketika kita hidup berintegritas, nama Tuhan dimuliakan. Melalui hidup yang jujur dan konsisten, orang lain dapat melihat Kristus di dalam kita.

Sebagai perenungan pribadi, mari kita bertanya pada diri sendiri:

  1. Apakah perkataan dan perbuatan saya sudah selaras?
  2. Apakah hidup saya mencerminkan Kristus, baik di depan umum maupun secara pribadi?

Integritas bukan tentang hidup yang sempurna, tetapi tentang hidup yang terus mau dibentuk oleh Tuhan. Mari kita menjadi murid Kristus yang jujur, konsisten, dan dapat dipercaya, sehingga melalui hidup kita, nama Tuhan dimuliakan.

Amin.