Article: 20251019/IN: Perbedaan antara revisi

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Leo (bicara | kontrib)
upd
 
Leo (bicara | kontrib)
k upd image, renungan, tgl
Baris 4: Baris 4:
  | title= Pengharapan kepada Kristus tidak akan pernah mengecewakan
  | title= Pengharapan kepada Kristus tidak akan pernah mengecewakan
  | date= 2025-10-19
  | date= 2025-10-19
  | event= Menara Doa Unity
  | event= Renungan Air Hidup
  | displayevent= Menara Doa Unity
  | displayevent= Renungan
  | actualdate= 2025-10-12
  | actualdate= 2025-10-11
  | notes=  
  | notes=  
  | name= Johan Susanto
  | name= Johan Susanto
  | completename= Pdp Johan Susanto
  | completename= Pdp Johan Susanto
  | illustration16x9= {{LatestImage/Inspirational | name=Johan Susanto | date=2025-10-19 }}
  | illustration16x9= Logo Inspirational.jpg
  | illustration1x1=  Logo Inspirational 1x1.jpg
  | illustration1x1=  Logo Inspirational 1x1.jpg
  | illustrationA5=
  | illustrationA5=

Revisi per 15 Oktober 2025 14.48

Pengharapan sejati hanya ada di dalam Kristus, bukan pada dunia atau kekuatan manusia. Kasih Allah yang dicurahkan oleh Roh Kudus memberi kita kekuatan baru untuk bertahan, sabar, dan setia dalam setiap keadaan. Karena Tuhan yang menjanjikannya setia, pengharapan kepada-Nya tidak akan pernah mengecewakan.

Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

Yesaya 40:31

Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

Roma 5:5

Hidup manusia sering kali diwarnai oleh kekecewaan. Bila menaruh harapan kepada dunia, manusia, atau diri sendiri, hati mudah patah dan semangat memudar. Namun firman Tuhan hari ini menegaskan, bahwa pengharapan kepada Kristus tidak akan pernah mengecewakan, sebab kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus.

Pengharapan sejati bukan sekadar menunggu sesuatu yang belum terlihat, tetapi percaya penuh bahwa janji Tuhan pasti digenapi. Dari pengharapan inilah kita menerima kekuatan baru untuk bertahan dalam pencobaan, sabar dalam penderitaan, dan setia sampai akhir.

Ada tiga hal yang meneguhkan pengharapan kita:

  1. Janji Allah yang kekal – semua janji-Nya “ya” dan “amin” di dalam Kristus.
  2. Karya Kristus di kayu salib – menjadi dasar kasih yang membangun pengharapan sejati.
  3. Penghiburan Roh Kudus – yang menolong dan menguatkan kita dalam penantian.

Karena itu, jangan lepaskan pengharapanmu, sebab di dalamnya terdapat kekuatan menuju mahkota kehidupan kekal.

Ibrani 10:23,

Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia.

Filipi 1:20,

Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala, demikian pun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku.

Tuhan Yesus memberkati.