Khotbah: 20261025-1700: Perbedaan antara revisi
k upd |
k upd |
||
| Baris 29: | Baris 29: | ||
| downloadcaption=Unduh materi <span class="fa fa-file-pdf"><span> | | downloadcaption=Unduh materi <span class="fa fa-file-pdf"><span> | ||
| longsummary= | | longsummary= | ||
| summary= | | summary= Ishak menabur di tengah kekeringan dan mendapat hasil seratus kali lipat karena ia diberkati Tuhan; karena itu kita perlu percaya, taat kepada Firman Tuhan, menjaga persekutuan dengan Tuhan, menerima kuasa Roh Kudus, dan terus menggali potensi kehidupan kita. Jangan berhenti di Esek, yaitu pertengkaran, atau Sitna, yaitu permusuhan, dendam dan kepahitan, tetapi belajar mengalah dan terus berjalan sampai menemukan Rehobot, yaitu kelapangan dan kelegaan. Urapan untuk menabur dan melipatgandakan dimulai dari hati yang beres, sehingga kita perlu membereskan hati, berdamai, terus bergerak maju, dan menjaga hati tetap tertuju kepada Tuhan. | ||
| shortsummary= | | shortsummary= Ishak menabur di tengah kekeringan dan mendapat hasil seratus kali lipat karena ia diberkati Tuhan; karena itu kita perlu percaya, taat kepada Firman Tuhan, menjaga persekutuan dengan Tuhan, menerima kuasa Roh Kudus, dan terus menggali potensi kehidupan kita. | ||
}} | }} | ||
Shalom semuanya. Semua diberkati Tuhan? Amin! Bapak, Ibu yang dikasihi Tuhan, saya berdoa kita tetap setia sampai akhir. Haleluya! | Shalom semuanya. Semua diberkati Tuhan? Amin! Bapak, Ibu yang dikasihi Tuhan, saya berdoa kita tetap setia sampai akhir. Haleluya! | ||
Revisi per 27 Oktober 2026 19.46
| Ringkasan Khotbah | |
|---|---|
| Ibadah | Ibadah Raya |
| Tanggal | Minggu, 25 Oktober 2026 |
| Gereja | GBI Danau Bogor Raya |
| Lokasi | Grha Amal Kasih |
| Kota | Bogor |
| Video | YouTube |
| Khotbah lainnya | |
| |
| |
Ishak menabur di tengah kekeringan dan mendapat hasil seratus kali lipat karena ia diberkati Tuhan; karena itu kita perlu percaya, taat kepada Firman Tuhan, menjaga persekutuan dengan Tuhan, menerima kuasa Roh Kudus, dan terus menggali potensi kehidupan kita. Jangan berhenti di Esek, yaitu pertengkaran, atau Sitna, yaitu permusuhan, dendam dan kepahitan, tetapi belajar mengalah dan terus berjalan sampai menemukan Rehobot, yaitu kelapangan dan kelegaan. Urapan untuk menabur dan melipatgandakan dimulai dari hati yang beres, sehingga kita perlu membereskan hati, berdamai, terus bergerak maju, dan menjaga hati tetap tertuju kepada Tuhan.
Shalom semuanya. Semua diberkati Tuhan? Amin! Bapak, Ibu yang dikasihi Tuhan, saya berdoa kita tetap setia sampai akhir. Haleluya!
Sore hari ini saya akan mengajak Saudara untuk membahas satu tema mengenai urapan untuk menabur dan melipatgandakan.
Ketika Saudara diurapi, maka tangan Saudara seakan-akan punya kuasa sehingga apa yang kita usahakan, apa yang kita tanam, itu akan berhasil. Maka waktu saya menemukan kebenaran ini, saya mengerti kenapa ada orang-orang tertentu yang apa pun dikerjakannya bisa berhasil. Ada pengurapan atau ada kuasa yang menyertai orang itu.
Contohnya adalah Ishak. Kita akan belajar dari Kejadian 26:1-5,}}
- Maka timbullah kelaparan di negeri itu. Ini bukan kelaparan yang pertama, yang telah terjadi pada zaman Abraham. Sebab itu Ishak pergi ke Gerar kepada Abimelekh, raja orang Filistin. Lalu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: “Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu. Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau, sebab kepadamulah dan kepada keturunanmu akan Kuberikan seluruh negeri ini, dan Aku akan menepati sumpah yang telah Kuikrarkan kepada Abraham, ayahmu. Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku.”
Ayat 12-14:
- Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN. Dan orang itu menjadi kaya, bahkan kian lama kian kaya, sehingga ia menjadi sangat kaya. Ia mempunyai kumpulan kambing domba dan lembu sapi serta banyak anak buah, sehingga orang Filistin itu cemburu kepadanya. (Kejadian 26:12-14)
Amin.
Apa yang menjadikan Ishak berhasil menabur di tengah kekeringan? Biasanya orang menabur di musim kering akan gagal karena tidak ada air. Tetapi justru Tuhan berkata kepada Ishak, “Jangan pergi ke Mesir.”
Mungkin Ishak berpikir, “Tuhan, aku mau pergi ke Mesir. Mesir punya Sungai Nil. Aku petani, aku butuh air. Kalau aku bertani di sana, aku pasti berhasil.”
Tetapi Tuhan punya pikiran yang lain. Sering kali pikiran kita dan pikiran Tuhan bertentangan. Kalau Saudara ngotot dan memaksakan keinginan Saudara, kita bisa salah melangkah. Ishak tidak ngotot.
Ketika Tuhan berkata, “Ishak, tinggallah di Gerar. Tinggallah di sini. Aku akan memberkati kamu,” Ishak taat.
Dia enggak protes. Dia enggak tanya, “Tuhan, ini musim kering. Bagaimana caranya Tuhan memberkati aku?”
Saya sampaikan kepada Saudara: enggak usah tanya bagaimana cara Tuhan memberkati kita. Tuhan punya banyak cara untuk menolong kita.
Yang kita lakukan adalah: Percaya dan taat kepada Tuhan. Dan untuk percaya dan taat dibutuhkan kerendahan hati.
Ishak adalah orang yang hatinya lembut. Arti nama Ishak adalah “tertawa”. Kenapa dinamakan tertawa? Ketika Abraham dan Sara mendengar janji bahwa mereka akan mempunyai anak pada usia yang sangat lanjut, mereka tertawa.
Tetapi akhirnya anak itu benar-benar lahir dan diberi nama Ishak. Tuhan bisa membuat kita tertawa di tengah keadaan yang rasanya enggak mungkin.
Saya rindu Saudara memahami bahwa cara Tuhan bekerja sering kali berbeda dengan cara berpikir kita.
Ayat 12 berkata:
- “Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN.”
Diberkati Tuhan. Diurapi Tuhan. Diberi kuasa oleh Tuhan. Itu rahasianya.
Yang membedakan Ishak dengan orang lain adalah penyertaan dan kuasa Tuhan yang ada dalam kehidupannya. Justru di tengah kekeringan dia menabur. Kekeringan bisa menjadi kesempatan untuk mengalami mukjizat. Tuhan berbicara kepada Ishak, “Jangan pergi ke Mesir. Diamlah di sini.” Dan Ishak taat.
Ketaatan menjadi kunci penting sebagai orang Kristen. Belajar taat kepada Firman Tuhan! Saat kita membaca dan mendengar Firman Tuhan, belajarlah taat. Ketaatan kepada Firman Tuhan mendatangkan berkat.
Berapa banyak kita rindu diurapi, diurapi, diurapi, tetapi sering kali kita tidak taat? Karena itu saya berdoa: Saudara mau diurapi Tuhan? Minta:
“Tuhan, urapi aku untuk menabur.”
Anak-anak muda, dengar baik-baik. Engkau mungkin punya ilmu, punya pengetahuan, tetapi kuasa untuk menabur dan menumbuhkan itu dari Tuhan.
Kita bisa menabur, tetapi Tuhan yang menumbuhkan. Karena itu kita membutuhkan kuasa pengurapan dan hadirat Tuhan.
Dalam kesulitan, kita memang bisa belajar strategi, belajar ini dan itu, bertanya ke sana kemari. Tetapi kita juga membutuhkan kuasa pengurapan dan hadirat Tuhan. Kita membutuhkan perjumpaan dengan Tuhan. Tuhan bertemu dengan Ishak dan berkata,
“Ishak, jangan takut. Aku berkati kamu. Tinggal di sini.”
“Tuhan, ini kering.”
“Enggak apa-apa. Aku akan memberkati kamu.”
Perjumpaan dengan Tuhan selalu menjadi titik balik dalam kehidupan.
Kalau Saudara punya perjumpaan dengan Tuhan, akan terjadi sebuah titik balik.
Ingat bagaimana Daud, seorang gembala yang tidak diperhitungkan, kemudian diurapi oleh Samuel menjadi raja. Dia mempertahankan pengurapan itu terus-menerus. Di tengah ujian dan tantangan, ketika dikejar-kejar Saul, dia tetap mempertahankan pengurapan itu.
Mempertahankan pengurapan itu penting, Saudara. Berapa pun tahun Saudara melayani, ayo pertahankan itu. Saya sendiri bersyukur sudah puluhan tahun melayani dan sampai hari ini masih bisa melayani Tuhan. Apakah enggak ada masalah? Banyak sekali. Saya berdoa kita semua akan dipakai Tuhan sampai akhir hidup kita.
Saya melihat teman-teman seperjalanan saya. Ada yang sekarang sakit, ada yang pernah terkena stroke, ada yang menghadapi berbagai masalah kesehatan. Saya bersyukur sampai hari ini masih diberikan kesehatan. Hati yang gembira adalah obat yang manjur! Amin!
Jadi jaga pengurapan. Salah satu hal yang saya lakukan adalah menjaga persekutuan dengan Tuhan. Rajin terus lakukan setiap hari. Tidak ada tempat yang paling aman selain dalam hadirat Tuhan, menyembah Tuhan. Dalam kesulitan, ketika pengurapan turun, Tuhan bisa mengubah yang kering menjadi subur, yang sedikit berkembang berlipat kali ganda, yang tertutup menjadi terbuka.
Karena itu Tuhan minta kepada kita supaya terus berada dalam persekutuan dengan Tuhan.
Belajar dari Ishak
#1 Ishak menerima kuasa untuk menabur dan kuasa pelipatgandaan sesuai Firman Tuhan
Kembali kepada ayat tadi:
- Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN. (Kejadian 26:12)
Yang pertama kita belajar: Ishak menerima kuasa untuk menabur dan melipatgandakan. Ini yang penting harus kita tangkap bersama-sama. Saudara harus minta: “Tuhan, urapi aku. Penuhi aku dengan kuasa Roh Kudus.”
Firman Tuhan berkata:
- “Kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu...” (Kisah Para Rasul 1:8)
Saya rindu Saudara merindukan kepenuhan Roh Kudus. Rindukan baptisan Roh Kudus, karena itu janji Tuhan. Kita membutuhkan kuasa dari surga. Ishak berjalan berdasarkan ketaatan kepada Firman Tuhan, dan dia menjadi orang yang berhasil.
#2 Ishak menggali kembali sumur-sumur yang tertutup (gali semua potensi)
Apa yang dilakukan Ishak selanjutnya? Ishak mulai menggali sumur-sumur yang dahulu digali pada zaman Abraham tetapi sudah ditutup oleh orang Filistin.
Yang kedua: Ayo gali potensi kita.
Mau mengalami pelipatgandaan? Mau berhasil? Sering kali kita enggak mau menggali sumur kehidupan kita.
Abraham menggali banyak sumur, tetapi sumur-sumur itu ditimbun orang Filistin. Ketika Ishak kembali, dia mulai menggali kembali sumur-sumur itu. Dalam pertanian dia tahu dia membutuhkan air. Dia menggali sampai mendapatkan air, lalu hasilnya seratus kali lipat.
Saya percaya kalau Saudara sebagai anak Tuhan terus menggali potensi hidupmu, menggali dan menggali, Saudara akan menemukan banyak hal yang Tuhan singkapkan dalam hidup Saudara.
Banyak orang Kristen cuek, tidak mau menggali lebih dalam. Gali Firman Tuhan lebih dalam. Belajar lagi. Gali penyembahan lebih dalam. Alami deep worship, penyembahan yang dalam dengan Tuhan.
Paulus berkata:
- “Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya...”
Apakah Saudara mengenal Tuhan dengan dalam atau hanya sepintas?
Kalau Saudara tidak menggali Kekristenan dengan dalam, tidak menggali Firman lebih dalam, tidak menggali doa lebih dalam, semuanya bisa hanya menjadi kulit.
Firman Tuhan berkata:
- Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.
Saya rindu Saudara mulai menggali potensi-potensi itu.
Tiga Sumur: Esek, Sitna, dan Rehobot
Ishak menggali sumur-sumur pada zaman Abraham dan mereka menemukan air.
Ada tiga sumur yang mau kita perhatikan:
Esek —artinya pertengkaran.
Sitna — artinya permusuhan.
Rehobot — artinya kelapangan atau ruang luas.
Saya rindu Saudara menggali sumur kehidupan Saudara sampai menemukan Rehobot, sampai menemukan kelegaan dalam hidup.
Berapa banyak orang Kristen bertahun-tahun menikah tetapi enggak pernah ketemu Rehobot? Esek terus. Masalah terus. Bahkan kemudian masuk ke Sitna, masuk kepada dendam dan kebencian yang lebih dalam.
Kita harus bergumul dan berjuang untuk masuk dari satu level ke level yang lain.
Sumur Esek: Pertengkaran yang menguji hati
Firman Tuhan berkata bahwa para gembala Gerar bertengkar dengan para gembala Ishak. Mereka berkata: “Air ini kepunyaan kami.” Lalu Ishak menamai sumur itu Esek, karena mereka bertengkar di situ.
Apa rahasianya? Ishak tidak mau bertengkar. Ishak pindah ke tempat lain.
Bapak, Ibu, ada yang mau mengalah dalam keluarga? Dalam pernikahan? Siapa pun yang salah, ada enggak salah satu yang mau mengalah?
Esek adalah masalah yang masih berupa pertengkaran, beda pendapat, gesekan. Apakah Saudara bisa berkata, “Ini mengganggu. Ini menguras energi. Saya harus membereskannya”?
Apakah Saudara lulus dalam ujian yang pertama ini?
Dalam pernikahan juga begitu. Awalnya semuanya indah. Tetapi kemudian mulai ada gesekan, mulai ada masalah, mulai muncul kepahitan. Dalam pekerjaan bisa begitu. Dalam kuliah bisa begitu. Dalam pelayanan juga sama. Awalnya pelayanan menyenangkan. Kita disambut, bergabung menjadi pengerja, menjadi aktivis. Tetapi kemudian mulai ada beban dan gesekan satu dengan yang lain.
Apa kita bisa membereskannya? Esek harus dibereskan. Kalau masalah yang kecil ini tidak dibereskan, bisa meningkat ke sumur yang kedua.
Sumur Sitna: Permusuhan dan Kepahitan
Sumur yang kedua namanya Sitna. Sitna berbicara mengenai permusuhan. Dendam dan kebencian mulai masuk lebih dalam.
Tadinya masalah biasa, masalah emosi, tetapi kemudian persoalan semakin berat. Bisa ada pihak ketiga, persoalan keluarga, perselingkuhan, dendam, dan kebencian.
Kalau sumur yang kedua ini enggak bisa kita selesaikan, kehancuran bisa terjadi. Banyak orang gagal di sini.
“Dia yang salah.”
“Aku enggak mau memaafkan sampai kapan pun.”
Kenapa? Karena ada dendam dan kepahitan. Makanya mumpung masalah masih kecil: Bereskan! Belajar dewasa. Belajar mengalah.
Sumur yang kedua, Ishak juga mengalah. Dia pergi lagi. Sumurnya diambil? “Silakan ambil. Aku gali sumur yang lain.”
Saudara punya hati seperti itu? Orang yang hatinya lembut akan memenangkan peperangan dalam hidup. Tetapi kekerasan hati akan membawa kehancuran karena akhirnya saling membalas dan saling menyakiti.
Kita kumpulkan semua kesalahan pasangan.
Kumpulkan kesalahan mertua.
Kumpulkan kesalahan bos.
Akhirnya timbul kepahitan.
Coba renungkan:
Apakah Saudara sedang ada di sumur kedua?
Ada dendam?
Ada keinginan membalas?
Saya rindu Saudara menang di sumur kedua ini.
Kalau sudah lulus, kita masuk kepada sumur ketiga.
Sumur Rehobot: Kelapangan
Firman Tuhan berkata:
- Ia pindah dari situ dan menggali sumur yang lain lagi, tetapi tentang sumur ini mereka tidak bertengkar. Sumur ini dinamainya Rehobot, dan ia berkata: “Sekarang TUHAN telah memberikan kelonggaran kepada kita, sehingga kita dapat beranak cucu di negeri ini.” (Kejadian 26:22)
Apa itu Rehobot? Kelapangan. Kelegaan.
Berapa banyak Saudara mau ada kelegaan dalam rumah tanggamu? Mungkin tahun-tahun pertama rasanya capek, semakin berat. Tetapi kemudian Saudara melihat: “Oh, ada masa kelegaan dari Tuhan.” Akhirnya sampai kepada Rehobot.
Dalam pelayanan juga begitu.
Dalam pekerjaan juga begitu.
Ada masa kelegaan.
Ada kelapangan.
Tetapi banyak orang tidak pernah sampai ke sini karena hanya muter-muter di sumur pertama dan sumur kedua. Coba kalau Ishak terus mempertahankan sumur yang diperebutkan. Orang Gerar tidak akan menyerah. Pertengkaran akan terus terjadi. Tetapi Ishak memilih mengalah dan pergi menggali sumur yang lain.
Akhirnya dia menemukan Rehobot. Tidak ada lagi pertengkaran.
Rehobot berarti ruang yang luas, kelapangan. Pengakuan Ishak adalah bahwa kelapangan itu diberikan Tuhan. Saya yakin kalau Bapak, Ibu mau belajar mengalah, Tuhan akan menolong kita.
Sulit? Sulit sekali. Tetapi saya berdoa kita diberikan hati yang mau mengalah.
“Aku mau mengalah karena aku mau ketemu Rehobot.”
Ada masa kelegaan dalam pekerjaan, usaha, dan rumah tangga kita.
Yang berikutnya, Allah memberikan kuasa untuk menuai dan melipatgandakan.
- Dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN.
Ishak menabur. Dia bertahan di tengah kekeringan. Dia menggali sumur, mencari potensi dan cara supaya apa yang ditanamnya berbuah. Dia menghadapi konflik. Sumur-sumurnya diperebutkan orang Filistin.
Tetapi dia terus bergerak maju.
Dia tidak berhenti di situ.
Dia tidak terus bertengkar.
Akhirnya dia mengalami Rehobot.
Saudara, kalau ingin mengalami perdamaian, sampai kepada Rehobot. Usahamu tidak akan berkembang luas kalau pertengkaran terus-menerus terjadi. Sampai kepada titik kedewasaan yang namanya Rehobot, masa kelegaan. Masalah tidak lagi menjadi sesuatu yang membuat kita terus berhenti.
Kita bisa berkata:
“Oke, kita maju terus.”
“Aku memaafkan.”
“Ayo kita bergandengan tangan.”
“Ayo kita maju terus.”
Masa kelegaan itu masa pelipatgandaan.
Ketika ada damai sejahtera, kita dapat melipatgandakan apa yang kita punya. Dari sumur pertengkaran menuju Rehobot, tempat yang luas dan lapang.
Firman Tuhan berkata dalam Kejadian 26:23-25,}}
- Dari situ ia pergi ke Bersyeba. Lalu pada malam itu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: “Akulah Allah Abraham, ayahmu; janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau; Aku akan memberkati engkau dan membuat banyak keturunanmu karena Abraham, hamba-Ku itu.” Sesudah itu Ishak mendirikan mezbah di situ dan memanggil nama TUHAN.
Mezbah itu penting, Saudara. Perjumpaan dengan Tuhan itu penting.
Nomor satu dalam hidup saya adalah ketemu Tuhan. Orang lain enggak mendukung, terserah. Orang lain mau benci, tetapi hati saya tertuju kepada Tuhan. Itu lebih penting daripada apa pun. Karena ketika Tuhan turun tangan, semua bisa dibereskan. Sesulit apa pun masalahmu dalam usaha atau dalam apa pun, Tuhan sanggup menolong Saudara.
Menangkan setiap sumur kehidupanmu sampai menemukan Rehobot
Saya rindu Saudara mengalami pelipatgandaan. Saudara mau diberkati? Mau melipatgandakan hasil usaha dan pekerjaan Saudara? Menangkan setiap sumur kehidupanmu sampai menemukan Rehobot!
Apakah saat ini Saudara sedang terjebak di Esek, yaitu hidup dalam pertengkaran—dalam rumah tangga, bisnis, atau pelayanan?
Atau Saudara sedang berada di Sitna, menyimpan dendam, kepahitan, keinginan untuk membalas?
Stop. Enggak ada habisnya membalas. Lepaskan sumur pertengkaran. Serahkan hak Saudara kepada Allah. Belajar mengalah supaya engkau menemukan Rehobot dalam hidupmu. Kalau engkau sudah menemukan Rehobot, tempat yang lapang dan lega, maka alami masa damai, masa kelimpahan, dan pelipatgandaan.
Di mana ada kerukunan, di situ berkat Tuhan dilimpahkan. Saya berdoa tidak ada yang tinggal di Esek. Tidak ada yang tinggal di Sitna. Kita semua sampai Rehobot dan mengalami pelipatgandaan.
Haleluya!
Penutup
Saya bersyukur sudah mengalami banyak hal dan Tuhan menolong saya melewati semuanya sampai hari ini. Apa pun yang Tuhan suruh kerjakan, kerjakan.
Apa yang kita kerjakan dalam pengurapan Tuhan, kerjakan dengan sungguh-sungguh. Saya rindu Saudara menerima urapan dalam hidup Saudara: Urapan untuk menabur. Urapan untuk melipatgandakan. Urapan ini dimulai dari hati yang beres.
Saudara, bereskan hatimu. Kalau ada suami, istri, atau keluarga di sampingmu, mulai berdamai. Pulang dengan hati yang baru. Temukan Rehobot dalam hidupmu, temukan masa kelegaan, dan terus berjalan bersama Tuhan.
Tuhan memberkati.