Khotbah: 20260819-0930/NN: Perbedaan antara revisi

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Leo (bicara | kontrib)
←Membuat halaman berisi '{{unified info | templatetype=khotbah | namespace= Khotbah | pagename= 20260816-0930/NN | toptitle= | title = Mengucap syukurlah dalam segala hal | name = Niko Njotorahardjo | completename = Pdt Dr Ir Niko Njotorahardjo | type= pesangembalapembina | event = Ibadah Raya | date = 2026-08-16 | location = Grha Amal Kasih | church = GBI Danau Bogor Raya | city = Bogor | illustration16x9 = Niko Njotorahardjo-20260816.webp | illustration1x1 = Niko Njotorahardjo-2026081...'
 
Leo (bicara | kontrib)
(Tidak ada perbedaan)

Revisi per 18 Agustus 2026 12.29

Pada tanggal 17 Agustus 2026 ini, kita merayakan ulang tahun Kemerdekaan RI yang ke-81. Tuhanlah yang memberikan kemerdekaan bagi Indonesia dari segala bentuk penjajahan. Dirgahayu Republik Indonesia!

Shalom Saudara yang dikasihi oleh Tuhan Yesus!

Pada tanggal 17 Agustus 2026 ini, kita merayakan ulang tahun Kemerdekaan RI yang ke-81. Tuhanlah yang memberikan kemerdekaan bagi Indonesia dari segala bentuk penjajahan. Dirgahayu Republik Indonesia!

Seperti yang saya katakan sejak tahun 2025 bahwa keadaan dunia sedang tidak baik. Kita berada dalam tahun yang sukar, sulit, peperangan, bencana alam, ketidakpastian, krisis ekonomi yang semakin intens. Ini juga berdampak terhadap Indonesia.

Kita harus banyak berdoa untuk Indonesia.

Janji Tuhan dalam 2 Tawarikh 7:13-14,

Bilamana Aku menutup langit, sehingga tidak ada hujan, dan bilamana Aku menyuruh belalang memakan habis hasil bumi, dan bilamana Aku melepaskan penyakit sampar di antara umat-Ku, dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan akan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.

Haleluya!!

Sesuai dengan apa yang tertulis dalam Yeremia 29:7, maka kita harus mengusahakan kesejahteraan kota, negara di mana kita tinggal, dan berdoa untuk kota dan negara itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraan kita semua.

Kemerdekaan dari dosa

Bulan Agustus ini adalah yang bulan bersejarah bagi bangsa Indonesia. Tuhan juga mengingatkan kepada kita orang percaya, bahwa kita sudah dimerdekakan juga dari penjajahan hukum dosa dan hukum maut.

2 Korintus 3:17 TB2,

Sebab, Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Tuhan, di situ ada kemerdekaan.

Kita sebagai orang percaya adalah orang merdeka karena Roh Tuhan ada di dalam kita.

Haleluya!

1 Korintus 6:19-20 TB2,

Atau tidak tahukah kamu bahwa tubuh kamu semua adalah bait Roh Kudus yang tinggal di dalam kamu, Roh yang kamu peroleh dari Allah, — dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab, kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

Dalam Roma 10:9-10 dikatakan, pada saat kita mengaku dengan mulut bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan dengan hati kita percaya bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka akan diselamatkan. Sebab dengan hati orang percaya sehingga dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku sehingga diselamatkan.

Sebagai orang percaya dan sudah diselamatkan, maka kita adalah bait Roh Kudus, yang tinggal di dalam kita. Roh yang diperoleh dari Allah.

Tubuh ini bukan milik kita sendiri tetapi milik Tuhan Yesus. Mengapa? Sebab kita sudah dibeli dari tangan Iblis dengan darah Tuhan Yesus dan harganya sudah lunas dibayar (Wahyu 5:9; Kisah Para Rasul 26:18; Kolose 1:13-14).

Ya, sebelum kita percaya kepada Tuhan Yesus, kita di bawah kekuasaan iblis. Setelah menjadi orang percaya, kita adalah milik Tuhan Yesus. Karena itu kita harus memuliakan Allah dengan tubuh kita.

Roma 12:1 TB2,

…oleh kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: Itulah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaruan budimu, sehingga kamu dapat membedakan mana kehendak Allah: Apa yang baik, yang berkenan kepada-Nya dan sempurna.

Segala yang kita miliki adalah milik Tuhan Yesus. Karena itu kita harus memuliakan Allah dengan apa yang kita miliki.

Amsal 3:9-10 TB,

Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.

Ini adalah persembahan sulung.

Menjadi Pemenang

Saya katakan sekali lagi, sejak tahun 2025 Tuhan mengingatkan kita tentang keadaan dunia. Saya terus-menerus mengingatkan hal ini. Kita sedang memasuki keadaan yang sukar, sulit, peperangan, bencana alam, ketidakpastian, krisis ekonomi yang akan semakin intens.

Memasuki tahun 2026, keadaan ini semakin parah sampai dengan hari ini.

Keadaan tidak akan bertambah baik sebab kita sedang menuju masa pencobaan yang akan datang ke seluruh dunia untuk mencobai mereka yang ada di dalam dunia ini seperti yang Tuhan Yesus katakan kepada jemaat di Filadelfia.

Dalam referensi Alkitab Penuntun Hidup Berkelimpahan seri The Full Life Study Bible tentang perkataan Tuhan Yesus kepada jemaat di Filadelfia; untuk melindungi mereka yang menuruti firman Tuhan untuk tekun menantikan kedatangan Tuhan, dikatakan bahwa kita yang menantikan kedatangan Tuhan yang menjadi pemenang sebelum hari pencobaan itu tiba. Kita akan dilindungi melalui Pengangkatan. Haleluya!

Karena itu kita harus menjadi pemenang seperti yang Tuhan Yesus katakan kepada jemaat di Filadelfia, “Siapa yang bertelinga hendaklah mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat.”

Barangsiapa menang, artinya yang taat melakukan apa yang dikatakan oleh Roh kepada jemaat-jemaat, maka ia akan masuk surga.

Mengucap syukur dalam segala situasi

Situasi dunia seperti sekarang ini membuat banyak di antara kita - terutama anak-anak muda yang mengalami depresi, frustrasi. Ada beberapa di antara mereka yang punya niatan untuk bunuh diri.

Tuhan berpesan kepada kita melalui Filipi 4:6 TB2,

Janganlah khawatir tentang apa pun juga, janganlah khawatir tentang apa pun juga tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.

Banyak di antara kita pasti melakukan doa dan permohonan, tetapi banyak yang tidak disertai dengan ucapan syukur.

1 Tesalonika 5:18 TB2,

Ucapkanlah syukur dalam segala hal. Sebab, itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

Kalau keadaannya sedang baik, untuk mengucap syukur itu mudah. Tetapi kalau keadaan sedang tidak baik; apalagi di dalam tekanan yang berat, untuk mengucap syukur tidak mudah.

Tetapi kalau kita mau melihat mujizat Tuhan terjadi dalam kehidupan kita, maka kita harus melakukan yang dikehendaki oleh Tuhan Yesus Kristus bagi kita, yaitu mengucap syukur dalam segala hal; enak maupun tidak enak.

Waktu Tuhan memanggil saya menjadi hamba Tuhan, berkali-kali saya menolak, tapi Tuhan tidak tinggal diam. Rencana Tuhan harus terjadi dalam kehidupan saya.

Supaya saya mau menjadi hamba Tuhan, Tuhan memaksa saya sampai akhirnya saya menyerah.

Cara Tuhan adalah; saya dibuat bangkrut dalam pekerjaan saya. Apa saja yang saya usahakan hancur. Jadi saya tidak punya pilihan lain, kecuali hanya taat kepada panggilan-Nya. Tuhan hanya berkata kepada saya: Ikut Aku!

Saya tidak punya pengalaman apa-apa untuk melayani pekerjaan Tuhan. Modal yang saya punya saya hanya bisa menyanyi dan main gitar. Terus terang saya kebingungan dan sangat tertekan. Sampai puncaknya saya hanya berkata kepada Tuhan bahwa saya tidak kuat lagi.

Pada saat itu saya ingat saya duduk di lantai. Tiba-tiba Tuhan berkata kepada saya: “Niko, dalam keadaan seperti ini hendaknya kamu mengucap syukur.” Pada awalnya saya tidak bisa mengerti kenapa saya harus melakukan itu. Tetapi Tuhan Yesus berbicara seperti itu: “Niko, dalam keadaan seperti ini hendaknya kamu mengucap syukur.” Saya pada waktu itu mengambil gitar dan keluarlah lagu ini: S'gala puji syukur hanya bagi-Mu Tuhan… disertai dengan tangisan saya menyanyikan lagu ini… Sebab Kau yang layak dipuja. Kami mau bersorak tinggikan nama-Mu. Haleluya

Saudara, asal mulanya lagu ini tidak seperti ini temponya. Sekarang kita menyanyikan dengan sukacita. Tapi pada waktu itu, saya nyanyinya tidak seperti ini; dengan terbata-bata disertai tangisan. Saya terus s’gala puji… Saudara, ini untuk pertama kalinya saya mengucap syukur dalam keadaan yang tidak enak.

Saya percaya kalau saya ada sebagaimana saya ada seperti sekarang ini salah satunya karena saya melakukan perintah Tuhan untuk mengucap syukur dalam segala hal enak maupun tidak enak.

Saya mau katakan sesuatu: Ada kuasa dalam pengucapan syukur. Banyak orang yang mengalami mujizat-mujizat dengan mengucap syukur dalam segala hal.

Ada yang mengalami seperti yang terdapat dalam 1 Korintus 2:9,

Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan tidak pernah timbul di dalam hati manusia: yang disediakan Allah bagi mereka yang mengasihi Dia.

Hari-hari ini, saya terus menerus dengan bertalu-talu minta kepada Tuhan untuk lebih mengerti akan isi hati Tuhan, lebih mengerti akan tuntunan Tuhan untuk kehidupan ini.

Tuhan menjawab dalam Yeremia 33:3 TB2,

Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan tidak terpahami, hal-hal yang tidak kau ketahui.

Saya banyak berseru dalam doa, pujian dan penyembahan bersama-sama dalam unity siang dan malam.

Langkah-langkah penyelesaian Amanat Agung

Tuhan memberikan pengertian tentang tema Tahun 2026 adalah Tahun Amanat Agung.

Begitu memasuki tahun Amanat Agung, keadaan dunia menuju kepada keadaan tidak baik lebih lagi.

Untuk menyelesaikan Amanat Agung yaitu untuk supaya Injil diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, supaya kita memuridkan bangsa-bangsa, goncangan-goncangan harus terjadi.

Tema Tahun 2026 Tahun Amanat Agung. Ini untuk mengingatkan bahwa kedatangan Tuhan Yesus sudah sangat dekat. Tuhan Yesus berkata: “Aku datang segera!”

Menyelesaikan Amanat Agung itu harus dengan pola Tuhan Yesus, seperti yang terdapat dalam Kisah Para Rasul. Di situ dituliskan bahwa ada 3 (tiga) langkah untuk menyelesaikan Amanat Agung, yaitu:

Langkah pertama: Harus menerima kuasa Roh Kudus

Waktu Tuhan Yesus akan naik ke surga, Dia memberikan pesan yang terakhir kepada murid-murid-Nya dalam Kisah Para Rasul 1:8,

Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem, dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.

Penyelesaian Amanat Agung dimulai dari Yerusalem, kemudian seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.

Setelah itu Tuhan Yesus naik ke surga, 120 murid berkumpul di kamar loteng di Yerusalem.

Apa yang mereka lakukan untuk menantikan pencurahan Roh Kudus? Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, artinya mereka berdoa, memuji dan menyembah Tuhan dalam unity, siang dan malam. Ini adalah prinsip Restorasi Pondok Daud. Ini adalah prinsip Menara Doa.

10 hari setelah melakukan ini, pada hari raya Pentakosta, tiba-tiba terdengarlah bunyi seperti tiupan angin keras memenuhi ruangan itu, dan tampaklah lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada kepala mereka masing-masing. Mereka dipenuhi Roh Kudus. Mereka berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain seperti yang diberikan oleh Roh Kudus itu kepada mereka untuk dikatakan. Itu adalah Bahasa Roh.

Apa yang terjadi setelah murid-murid dipenuhi dengan Roh Kudus?

  1. Pertama, Petrus berkhotbah mungkin sekitar 5 menit, 3.000 orang bertobat dan dibaptis
  2. Kedua, mereka dipakai Tuhan untuk menyatakan tanda-tanda dan mukjizat sehingga banyak orang yang bertobat.
  3. Ketiga, cara hidup mereka berubah sehingga banyak orang yang bertobat.

Perubahan-perubahan yang terjadi dalam cara hidup jemaat yang membuat banyak orang bertobat, adalah:

  1. Yang pertama: Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul. Bagi kita ini juga bisa diartikan mereka suka membaca Alkitab
  2. Yang kedua: Mereka suka berdoa dan hidup dalam unity
  3. Yang ketiga: Mereka suka memberi
  4. Yang keempat: Mereka suka memuji Allah dan bergembira, tulus hati atau hidup berintegritas.

Alkitab katakan bahwa mereka disukai semua orang dan tiap-tiap hari jumlah orang yang diselamatkan bertambah. Haleluya!!

Langkah kedua: Melalui aniaya

Setelah Stefanus dibunuh terjadi aniaya bagi pengikut Kristus. Kecuali para rasul, mereka lari ke Yudea dan Samaria sambil memberitakan Injil.

Jadi awalnya Amanat Agung hanya terjadi di Yerusalem, untuk sampai ke Yudea dan Samaria mereka harus mengalami aniaya. Mereka tadinya ada di zona nyaman di Yerusalem. Siapa yang tidak mau menjadi orang Kristen dengan keadaan yang seperti itu. Tetapi Amanat Agung belum selesai. Sebab selain Yerusalem, Amanat Agung harus terjadi di Yudea dan Samaria. Supaya mereka mau menyelesaikan Amanat Agung sampai Yudea, dan Samaria, Tuhan izinkan aniaya terjadi. Metode ini tetap terjadi sampai hari ini. Aniaya terhadap gereja masih diizinkan supaya Amanat Agung selesai.

Langkah ketiga: Perubahan paradigma dalam pelayanan

Tadi dikatakan bahwa Amanat Agung dimulai dari Yerusalem, ke Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.

Pada waktu itu pengertian keselamatan hanya untuk orang Yahudi saja. Karena itu Amanat Agung hanya di Yerusalem, Yudea dan Samaria saja. Untuk supaya sampai ke ujung bumi artinya supaya bangsa-bangsa lain juga mendapatkan keselamatan, maka Tuhan memberikan keselamatan untuk orang yang bukan Yahudi yaitu Kornelius.

Pada awalnya mereka tidak bisa menerima akan hal ini tetapi dengan berjalannya waktu akhirnya mereka bisa mengerti bahwa keselamatan bukan hanya untuk orang-orang Yahudi saja, tetapi untuk semua bangsa termasuk bangsa Indonesia. Haleluya!

Hari-hari ini kita banyak melihat perubahan paradigma dalam pelayanan untuk menyelesaikan Amanat Agung termasuk:

  1. Membuka gereja baru di mana tempat yang dipakai bukan hanya di gedung gereja saja
  2. Cara ibadah dengan doa, pujian dan penyembahan termasuk bahasa Roh untuk memuji dan menyembah Tuhan.
  3. Juga Tuhan memberikan pengertian tentang Pentakosta Ketiga
  4. Tuhan memberikan visi kepada gereja - gereja untuk target menyelesaikan Amanat Agung tahun 2033
  5. Juga penggunaan media online secara meluas

Semua ini untuk menyelesaikan Amanat Agung.

Setelah itu sesuai dengan Matius 24:14 TB,

Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.

Tuhan Yesus datang kembali. Maranatha! Tuhan Yesus datanglah segera.

Video