Article: 20260129/IN: Perbedaan antara revisi
←Membuat halaman berisi '{{unified info | templatetype=inspirational | namespace= Article | pagename= 20260129/IN | title= Ketika Firman Tuhan diperdengarkan | date= 2026-01-29 | event= Menara Doa Unity | displayevent= Menara Doa Unity | actualdate= 2026-01-22 | notes= | name= Heryanto Sijabat | completename= Heryanto Sijabat | illustration16x9= {{LatestImage/Inspirational | name=Heryanto Sijabat | date=2026-01-29 }} | illustration1x1= Logo Inspirational 1x1.jpg | illustra...' |
kTidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 15: | Baris 15: | ||
| summary= Firman Tuhan yang kita dengar selalu menuntut respons yang nyata dalam hidup. Mendengar saja tidak cukup, karena Tuhan memanggil kita untuk memilih kehidupan dan bertanggung jawab atas kebenaran yang kita terima. Ketika kita melakukan Firman Tuhan, hidup kita akan berbuah dan menjadi berkat bagi banyak orang. | | summary= Firman Tuhan yang kita dengar selalu menuntut respons yang nyata dalam hidup. Mendengar saja tidak cukup, karena Tuhan memanggil kita untuk memilih kehidupan dan bertanggung jawab atas kebenaran yang kita terima. Ketika kita melakukan Firman Tuhan, hidup kita akan berbuah dan menjadi berkat bagi banyak orang. | ||
| shortsummary= Firman Tuhan yang kita dengar selalu menuntut respons yang nyata dalam hidup. | | shortsummary= Firman Tuhan yang kita dengar selalu menuntut respons yang nyata dalam hidup. | ||
| kat= | | kat=yes | ||
}} | }} | ||
Firman Tuhan yang diperdengarkan selalu menuntut respons dari pendengarnya. Tidak cukup hanya mendengar, tetapi ada proses rohani yang harus terjadi: '''mendengar, menanggapi, dan bertanggung jawab''' atas kebenaran yang telah diterima. | Firman Tuhan yang diperdengarkan selalu menuntut respons dari pendengarnya. Tidak cukup hanya mendengar, tetapi ada proses rohani yang harus terjadi: '''mendengar, menanggapi, dan bertanggung jawab''' atas kebenaran yang telah diterima. | ||
Revisi terkini sejak 26 Januari 2026 14.13
![]() | |
| Inspirational | |
| Tanggal | 29 Januari 2026 |
| Oleh | Heryanto Sijabat |
| Baca juga | |
| |
Firman Tuhan yang kita dengar selalu menuntut respons yang nyata dalam hidup. Mendengar saja tidak cukup, karena Tuhan memanggil kita untuk memilih kehidupan dan bertanggung jawab atas kebenaran yang kita terima. Ketika kita melakukan Firman Tuhan, hidup kita akan berbuah dan menjadi berkat bagi banyak orang.
Firman Tuhan yang diperdengarkan selalu menuntut respons dari pendengarnya. Tidak cukup hanya mendengar, tetapi ada proses rohani yang harus terjadi: mendengar, menanggapi, dan bertanggung jawab atas kebenaran yang telah diterima.
- Shema – Mendengar Firman Tuhan
- Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! (Ulangan 6:4)
- Jadi iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. (Roma 10:17)
- Response – Menanggapi Firman Tuhan
- Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu, dengan mengasihi TUHAN, Allahmu, mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya; sebab hal itu berarti hidupmu dan lanjut umurmu, untuk tinggal di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu, kepada Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepada mereka. (Ulangan 30:19–20)
- Responsibility – Tanggung jawab moral dan spiritual
- Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu. (Galatia 6:7–8)
Kata Shema dalam bahasa Ibrani bukan sekadar berarti mendengar, tetapi juga mengandung arti taat (obey). Ungkapan Shema Yisrael (Adonai Eloheinu, Adonai Echad) menegaskan bahwa iman kepada Tuhan dimulai dari mendengar Firman-Nya.
Ketika kita memilih kehidupan dan berkat, respons kita tidak berhenti pada keputusan hati saja, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Kita dipanggil untuk menabur kebenaran melalui perbuatan dan perkataan. Prinsip tabur-tuai adalah hukum Allah, bukan sekadar hukum alam, dan berlaku bagi semua orang — baik orang percaya maupun yang belum percaya.
Apa yang kita tabur, itulah yang akan kita tuai. Menabur daging akan menuai kebinasaan, sedangkan menabur dalam Roh akan menuai hidup yang kekal. Karena itu, setiap orang yang mendengar Firman Tuhan — baik di gereja maupun di komunitas COOL — memiliki tanggung jawab untuk melakukan Firman tersebut. Orang yang diberkati adalah orang yang mendengar Firman Tuhan dan melakukannya.