Ayo Saat Teduh: Perbedaan antara revisi
Tidak ada ringkasan suntingan |
|||
| Baris 31: | Baris 31: | ||
'''Ayo Saat Teduh''' adalah bahan [[saat teduh]] berupa materi pengajaran berseri. Setiap bahan merupakan kelanjutan dari bahan sebelumnya. <!--Sejak tanggal 01 Januari 2014, Penggembalaan [[GBI Jemaat Induk Danau Bogor Raya]] mencanangkan gerakan "'''Ayo Saat Teduh'''" bagi seluruh jemaat.--> | '''Ayo Saat Teduh''' adalah bahan [[saat teduh]] berupa materi pengajaran berseri. Setiap bahan merupakan kelanjutan dari bahan sebelumnya. <!--Sejak tanggal 01 Januari 2014, Penggembalaan [[GBI Jemaat Induk Danau Bogor Raya]] mencanangkan gerakan "'''Ayo Saat Teduh'''" bagi seluruh jemaat.--> | ||
==Bahan | ==Bahan menurut bulan== | ||
<div class="container-fluid"> | <div class="container-fluid"> | ||
<div class="row no-gutter"> | <div class="row no-gutter"> | ||
| Baris 85: | Baris 85: | ||
}} | }} | ||
--> | --> | ||
==Lihat pula== | ==Lihat pula== | ||
* [[KOM 120.2|Saat teduh]] - pengertian dari pengajaran [[KOM 100]] | * [[KOM 120.2|Saat teduh]] - pengertian dari pengajaran [[KOM 100]] | ||
Revisi per 31 Desember 2025 11.02
Ayo Saat Teduh
Renungan hari ini
Sabtu, 10 Januari 2026
Hukum Taurat tidak berdaya untuk membenarkan
Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus… Dan bahwa tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Taurat adalah jelas, karena: "Orang yang benar akan hidup oleh iman." (Galatia 2:16; 3:11)
Kebutuhan awal setiap manusia di hadapan Allah adalah untuk dibenarkan, yaitu di mana Allah sendiri menyatakan bahwa kita tidak bersalah, bahwa kita dinyatakan benar di hadapannya. Sepintas lalu, pembenaran adalah hal yang tidak mungkin terjadi. Allah itu kudus sedangkan manusia itu berdosa. “Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor” (Yesaya 65:6).
Konsekuensi dari dosa sangatlah fatal dan berlaku bagi semua manusia yang berdosa. “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah” (Roma 3:23). “Sebab upah dosa ialah maut” (Roma 6:23). Satu-satunya hukuman yang adil bagi umat manusia, yang sudah berdosa di hadapan Allah yang kudus, adalah kematian kekal, terpisah dari Allah untuk selama-lamanya.
Hukum Taurat tidak memberikan jalan keluar ataupun harapan untuk mengatasi situasi yang mengerikan ini. “Tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat.” Orang yang dengan kekuatannya sendiri mencoba menjalankan hukum Taurat dengan sebaik-baiknya tidak akan pernah mendapatkan pembenaran. Dalam sepanjang sejarah manusia, tidak seorangpun berhasil mengerjakan dengan sempurna hukum Taurat dan dinyatakan sebagai orang benar di hadapan Allah. “Tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Taurat.”
Janji dan komitmen pribadi untuk menjadi lebih baik tidak memberikan pengharapan. Berjuang dengan lebih mati-matian juga tidak membantu. Hanya imanlah yang dapat memberikan jalan keluar. “tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus.” Berharap kepada kekuatan sendiri tidak dapat membebaskan kita dari hukuman Allah. Sebaliknya, percaya kepada pekerjaan penebusan Kristus yang sempurna justru akan membuat kita dibenarkan di hadapan Allah. "Orang yang benar akan hidup oleh iman."
Doa
Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus… Dan bahwa tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Taurat adalah jelas, karena: "Orang yang benar akan hidup oleh iman." (Galatia 2:16; 3:11) Kebutuhan awal setiap manusia di hadapan Allah adalah untuk dibenarkan, yaitu di mana Allah sendiri menyatakan bahwa kita tidak bersalah, bahwa kita dinyatakan benar di hadapannya. Sepintas lalu, pembenaran adalah hal yang tidak mungkin terjadi. Allah itu kudus sedangkan manusia itu berdosa. “Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor” (Yesaya 65:6).
Refresh halaman Ayo Saat Teduh adalah bahan saat teduh berupa materi pengajaran berseri. Setiap bahan merupakan kelanjutan dari bahan sebelumnya.
Lihat pula
- Saat teduh - pengertian dari pengajaran KOM 100
- Ayo Baca Alkitab - Jadwal pembacaan harian Alkitab secara kronologis