Article: 20261102/IN: Perbedaan antara revisi

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Leo (bicara | kontrib)
←Membuat halaman berisi '{{unified info | templatetype=inspirational | release=no | namespace= Article | pagename= 20261102/IN | title= Kristus telah mengampuni kita | date= 2026-11-07 | event= Menara Doa Unity | displayevent= Menara Doa Unity | actualdate= 2026-10-31 | notes= | name= Johan Susanto | completename= Pdp Johan Susanto | illustration16x9= Logo Inspirational.webp | illustration1x1= Logo Inspirational 1x1.webp | illustrationA5= | summary= Kita dipanggil untuk...'
 
Leo (bicara | kontrib)
Tidak ada ringkasan suntingan
 
Baris 1: Baris 1:
{{unified info | templatetype=inspirational
{{unified info | templatetype=inspirational
  | release=no
  | release=yes
  | namespace= Article
  | namespace= Article
  | pagename= 20261102/IN
  | pagename= 20261102/IN

Revisi terkini sejak 31 Oktober 2026 11.06

Kita dipanggil untuk mengampuni sesama karena Allah terlebih dahulu telah mengampuni kita di dalam Kristus. Mengampuni bukan berarti membenarkan kesalahan atau menghapus kebutuhan akan batas yang sehat, melainkan menyerahkan luka dan hak membalas ke dalam tangan Tuhan. Karena itu, jangan biarkan kepahitan menguasai hati, tetapi mintalah pertolongan Roh Kudus untuk hidup dalam kasih dan pengampunan.

Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.

— Efesus 4:31-32

Dalam kehidupan ini, mengampuni bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Hati dapat terluka dan pikiran kita masih mengingat apa yang pernah terjadi.

Namun Tuhan memanggil kita untuk melangkah dalam pengampunan, bukan hanya berdasarkan perasaan, tetapi berdasarkan ketaatan kepada Firman-Nya.

Dasar kita mengampuni adalah karena Kristus telah mengampuni kita. Karena itu, hendaklah kita ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni.

Ketika kita memilih untuk mengampuni, kita tidak lagi membiarkan kepahitan, kegeraman dan kemarahan terus menguasai hati kita.

Pengampunan bukan berarti menganggap bahwa perbuatan yang menyakitkan itu tidak pernah terjadi. Pengampunan juga bukan berarti bahwa setiap hubungan harus kembali seperti semula. Tetapi melalui pengampunan, kita menyerahkan luka, keadilan dan orang yang telah menyakiti kita ke dalam tangan Tuhan.

  1. Menyerahkannya ke dalam tangan Tuhan
  2. Kita mengampuni bukan karena orang yang bersalah selalu layak menerima pengampunan dari kita, tetapi karena kita sendiri telah terlebih dahulu menerima pengampunan Allah melalui Kristus.

    Kita adalah orang berdosa yang menerima kasih karunia. Karena itu, ketika kita mengingat betapa besarnya pengampunan Tuhan atas hidup kita, kita memperoleh kekuatan untuk mengampuni sesama.

    Mengampuni berarti kita tidak lagi memelihara keinginan untuk membalas. Kita menyerahkan hak untuk menghakimi dan membalas kepada Tuhan yang adil.
  3. Melepaskan kepahitan dari hati kita
  4. Kepahitan yang terus disimpan dapat membebani hati dan memengaruhi hubungan kita dengan orang lain.

    Karena itu, Firman Tuhan meminta kita membuang segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah.

    Ketika kita memilih mengampuni, kita memberi ruang bagi Tuhan untuk memulihkan hati kita. Luka mungkin membutuhkan proses untuk sembuh, tetapi kita tidak lagi membiarkan luka itu menentukan bagaimana kita hidup.

Pengampunan tidak selalu berarti rekonsiliasi dapat terjadi seketika. Pemulihan hubungan juga membutuhkan pertobatan, kejujuran dan pembangunan kembali kepercayaan. Namun bagian kita adalah menjaga hati supaya tidak terus dikuasai kebencian.

Yesus sendiri telah memberikan teladan pengampunan kepada kita. Bahkan ketika manusia berdosa terhadap-Nya, kasih dan pengampunan-Nya tetap dinyatakan.

Karena itu, marilah kita belajar hidup dalam kasih dan pengampunan. Bukan dengan kekuatan kita sendiri, tetapi dengan pertolongan Roh Kudus dan dengan selalu mengingat bahwa kita sendiri telah menerima pengampunan yang begitu besar di dalam Kristus.

Jangan biarkan kepahitan menguasai hari-hari kita. Serahkanlah luka kita kepada Tuhan dan biarlah kasih karunia-Nya memampukan kita untuk mengampuni.

Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu. (Matius 6:14-15)

Tuhan Yesus memberkati kita semua.

Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.

— Kolose 3:13