Article: 20261103/IN: Perbedaan antara revisi

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Leo (bicara | kontrib)
k upd
Leo (bicara | kontrib)
Tidak ada ringkasan suntingan
 
Baris 1: Baris 1:
{{unified info | templatetype=inspirational
{{unified info | templatetype=inspirational
| release=yes
  | namespace= Article
  | namespace= Article
  | pagename= 20261103/IN
  | pagename= 20261103/IN
Baris 15: Baris 16:
  | summary= Mengasihi Tuhan berarti menempatkan Dia sebagai yang terutama dalam hati, kehidupan, dan pelayanan kita. Kita dipanggil untuk mencari dahulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, bukan menjadikan berkat sebagai tujuan utama. Ketika Tuhan menjadi pusat hidup kita, kita dapat mempercayakan seluruh kebutuhan dan masa depan kepada pemeliharaan serta kehendak-Nya.
  | summary= Mengasihi Tuhan berarti menempatkan Dia sebagai yang terutama dalam hati, kehidupan, dan pelayanan kita. Kita dipanggil untuk mencari dahulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, bukan menjadikan berkat sebagai tujuan utama. Ketika Tuhan menjadi pusat hidup kita, kita dapat mempercayakan seluruh kebutuhan dan masa depan kepada pemeliharaan serta kehendak-Nya.
  | shortsummary= Ketika Tuhan menjadi pusat hidup kita, kita dapat mempercayakan seluruh kebutuhan dan masa depan kepada pemeliharaan serta kehendak-Nya.
  | shortsummary= Ketika Tuhan menjadi pusat hidup kita, kita dapat mempercayakan seluruh kebutuhan dan masa depan kepada pemeliharaan serta kehendak-Nya.
| release=no
}}
}}
{{blockquote/Ayat
{{blockquote/Ayat

Revisi terkini sejak 31 Oktober 2026 10.49

Mengasihi Tuhan berarti menempatkan Dia sebagai yang terutama dalam hati, kehidupan, dan pelayanan kita. Kita dipanggil untuk mencari dahulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, bukan menjadikan berkat sebagai tujuan utama. Ketika Tuhan menjadi pusat hidup kita, kita dapat mempercayakan seluruh kebutuhan dan masa depan kepada pemeliharaan serta kehendak-Nya.

Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.”

— Matius 22:37–38

Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.

— Ulangan 6:5

Tuhan mau kita semakin mengasihi Dia. Tuhan mau kita mengutamakan Dia dalam seluruh kehidupan kita, bukan hanya ketika kita membutuhkan pertolongan atau berkat-Nya.

Dalam Ulangan 6, bangsa Israel diingatkan untuk mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, dan kekuatan. Tuhan rindu umat-Nya hidup dekat dengan Dia, menaati Firman-Nya, dan berjalan dalam kehendak-Nya.

Tuhan juga mau kita melayani Dia, bukan hanya sibuk dengan pekerjaan pelayanan. Ada perbedaan antara melakukan banyak aktivitas bagi Tuhan dan sungguh-sungguh memiliki hubungan yang dekat dengan Tuhan. Pelayanan tidak boleh menggantikan keintiman kita dengan Dia.

Tuhan Yesus berkata:

Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. (Matius 6:33)

Artinya, kita dipanggil untuk mencari, mengejar, dan mengutamakan Kerajaan Allah serta kebenaran-Nya. Fokus utama kita bukanlah mengejar berkat, melainkan mengejar Tuhan, Sang Pemberi berkat.

Ketika Tuhan menjadi yang terutama, hidup kita akan diarahkan sesuai dengan kehendak-Nya. Kita belajar mempercayakan kebutuhan, masa depan, keluarga, pekerjaan, pelayanan, dan seluruh kehidupan kita kepada-Nya.

Alkitab juga mencatat berbagai berkat yang Tuhan janjikan kepada umat-Nya yang hidup dalam ketaatan. Dalam Ulangan 28 kita melihat gambaran tentang berkat Tuhan atas kehidupan umat Israel: dalam keluarga, pekerjaan, hasil usaha, dan berbagai aspek kehidupan mereka.

Namun yang paling penting bukanlah berkat itu sendiri, melainkan Pribadi Tuhan yang menjadi sumber segala sesuatu.

Tuhan adalah Allah yang cemburu. Dia tidak mau hati kita terbagi antara Tuhan dengan uang, kedudukan, pekerjaan, atau hal-hal lain yang kemudian mengambil tempat-Nya. Tuhan mau menjadi yang terutama dalam hidup kita.

Ketika kita mengutamakan Tuhan, kita percaya bahwa Dia mengetahui apa yang kita perlukan. Berkat Tuhan bisa hadir dalam berbagai bentuk: damai sejahtera, sukacita, kesehatan, kesempatan, kreativitas, kecukupan, hubungan yang dipulihkan, kekuatan dalam menghadapi masalah, maupun berkat-berkat lainnya sesuai dengan kehendak-Nya.

Seperti yang dikatakan dalam Mazmur 23,

Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa. (Mazmur 23:6)

Karena itu, jangan jadikan berkat sebagai tujuan utama. Utamakan Tuhan. Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya. Ketika Tuhan menjadi pusat hidup kita, kita dapat mempercayakan seluruh kebutuhan dan masa depan kita kepada pemeliharaan-Nya.

Amin.

Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi.

— Mazmur 73:25