Article: 20260927/CLBPA: Perbedaan antara revisi
Baru |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| (2 revisi perantara oleh satu pengguna lainnya tidak ditampilkan) | |||
| Baris 18: | Baris 18: | ||
Bahan ''Commander of Thousand'' JC-Youth minggu keempat September 2026 | Bahan ''Commander of Thousand'' JC-Youth minggu keempat September 2026 | ||
Bacaan: {{sabdaweb2v| Yudas 20 ; Kisah Para Rasul 4:31 ; Kisah Para Rasul 2:14-24}} | Bacaan: {{sabdaweb2v|Yudas 1:20; Kisah Para Rasul 4:31; Kisah Para Rasul 2:14-24}} | ||
(Silakan | (Silakan dibaca ayat-ayatnya) | ||
== Penjelasan materi == | == Penjelasan materi == | ||
Guys, setiap telepon genggam membutuhkan pengisian daya agar dapat digunakan. Demikian pula kehidupan rohani kita memerlukan hubungan yang terus-menerus dengan Allah. Doa bukan sekadar menyampaikan permintaan, melainkan persekutuan dengan Tuhan. Berdoa dalam Roh Kudus berarti datang kepada Allah dengan pertolongan, pimpinan, dan kuasa Roh Kudus. Ada 3 hal yang kita | ''Guys'', setiap telepon genggam membutuhkan pengisian daya agar dapat digunakan. Demikian pula kehidupan rohani kita memerlukan hubungan yang terus-menerus dengan Allah. Doa bukan sekadar menyampaikan permintaan, melainkan persekutuan dengan Tuhan. | ||
Berdoa dalam Roh Kudus berarti datang kepada Allah dengan pertolongan, pimpinan, dan kuasa Roh Kudus. Ada 3 hal yang akan kita renungkan: | |||
{{ol-list | liclass= h4 | {{ol-list | liclass= h4 | ||
| 1= Berdoa dalam Roh Kudus membangun iman kita | | 1= Berdoa dalam Roh Kudus membangun iman kita | ||
| p1= {{sabdaweb2v|Yudas 20}} berkata, '''''Bangunlah dirimu sendiri di atas dasar | | p1= {{p0|{{sabdaweb2v|Yudas 1:20}} berkata,}} | ||
:'''''Bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus.''''' | |||
Iman kita harus dibangun di atas dasar yang benar, yaitu Yesus Kristus, bukan popularitas, prestasi, jumlah pengikut, atau penilaian teman. {{sabdaweb2v|1 Korintus 3:11}} menegaskan bahwa tidak ada dasar lain selain Yesus Kristus. Roh Kudus menolong kita ketika lemah dan tidak tahu bagaimana berdoa ({{sabdaweb2v|Roma 8:26}}). | |||
Sebagai gereja Pentakosta, GBI meyakini bahwa bahasa roh adalah tanda awal baptisan Roh Kudus, dan berdoa dalam bahasa roh membangun iman pribadi ({{sabdaweb2v|1 Korintus 14:2, 4}}). Namun, bahasa roh bukan alat untuk menyombongkan diri. Karunia itu harus digunakan dengan kasih, kerendahan hati, dan ketertiban ({{sabdaweb2v|1 Korintus 13:1; 14:40}}). | |||
Ukuran kedewasaan rohani bukan hanya pengalaman karunia, melainkan apakah hidup kita menghasilkan buah Roh, antara lain kasih, sukacita, damai sejahtera, kesetiaan, dan penguasaan diri ({{sabdaweb2v|Galatia 5:22-23}}). | |||
| 2= Berdoa dalam Roh Kudus menghasilkan keberanian untuk bersaksi | |||
| p2= Jemaat mula-mula menghadapi ancaman karena memberitakan Yesus. Mereka berkumpul dan berdoa, bukan hanya agar masalah mereka dihilangkan, tetapi agar diberi keberanian untuk menyampaikan firman ({{sabdaweb2v|Kisah Para Rasul 4:29}}). Setelah mereka berdoa, tempat itu berguncang dan mereka semua dipenuhi Roh Kudus; kemudian mereka memberitakan firman Allah dengan berani ({{sabdaweb2v|Kisah Para Rasul 4:31}}). | |||
Perhatikan Petrus. Dahulu ia menyangkal Yesus karena takut ({{sabdaweb2v|Lukas 22:54-62}}), tetapi setelah dipenuhi Roh Kudus, ia berdiri dan bersaksi dengan berani ({{sabdaweb2v|Kisah Para Rasul 2:14}}). | |||
Keberanian bukan berarti tidak takut; keberanian berarti tetap melakukan kehendak Allah meskipun rasa takut masih ada. Di sekolah, keberanian dapat terlihat ketika kita menolak menyontek, tidak ikut menyebarkan gosip, membela teman yang diperlakukan tidak adil, dan menjelaskan dengan lembut mengapa kita percaya kepada Yesus. | |||
| | | 3= Pengalaman Roh Kudus harus membawa kita kepada Kristus | ||
| | | p3= Pada hari Pentakosta, para murid berbicara dalam bahasa-bahasa lain, sehingga orang banyak memperhatikan mereka. Namun, Petrus tidak menjadikan bahasa roh sebagai pusat khotbah. Ia memakai kesempatan itu untuk memberitakan Yesus yang disalibkan, mati, dan dibangkitkan ({{sabdaweb2v|Kisah Para Rasul 2:14-24}}). Karunia Roh Kudus adalah sarana, sedangkan Kristus adalah tujuan. Roh Kudus selalu memuliakan Yesus ({{sabdaweb2v|Yohanes 16:13-14}}). | ||
Karena itu, doa yang benar tidak membuat kita semakin sombong atau menjauh dari orang lain. Doa membuat kita semakin mengasihi Kristus, memahami firman, hidup kudus, mengasihi sesama, dan berani menjadi saksi. Kita tidak perlu menunggu menjadi sempurna untuk bersaksi. Seperti Petrus, kita dapat berkata, "Saya masih bertumbuh, tetapi saya percaya Yesus mengampuni saya, mengubah saya, dan memberi saya pengharapan." | |||
}} | }} | ||
''Guys'' mari kita mempraktikkan tiga langkah: datang kepada Tuhan dengan jujur; berdoa berdasarkan firman dan | ''Guys'', mari kita mempraktikkan tiga langkah: datang kepada Tuhan dengan jujur; berdoa berdasarkan firman dan memberi ruang bagi Roh Kudus; lalu meminta keberanian untuk memberitakan Kristus melalui perkataan dan perbuatan. Jangan mengejar pengalaman tanpa Yesus, karunia tanpa karakter, atau keberanian tanpa kasih. Kejarlah Kristus dan izinkan Roh Kudus membangun iman kita. | ||
== Bahan diskusi == | == Bahan diskusi == | ||
{{ul-list | {{ul-list | ||
| 1= Menurut {{sabdaweb2v|Yudas 20 | | 1= Menurut {{sabdaweb2v|Yudas 1:20; 1 Korintus 14:2-4}}, bagaimana doa dalam Roh Kudus termasuk doa dengan bahasa roh dapat membangun iman pribadi? | ||
| p1= Bagaimana kita dapat melakukannya dengan rendah hati, kasih, dan | | p1= Bagaimana kita dapat melakukannya dengan rendah hati, kasih, dan tetap berpusat kepada Kristus? | ||
| 2= Dalam {{sabdaweb2v|Kisah Para Rasul 4:31 | | 2= Dalam {{sabdaweb2v|Kisah Para Rasul 4:31; 2:14-24}}, bagaimana kepenuhan Roh Kudus mengubah ketakutan Petrus dan jemaat menjadi keberanian untuk bersaksi? | ||
| p2= Kesempatan konkret apa yang dapat kita gunakan minggu ini untuk memberitakan Kristus melalui perkataan maupun tindakan? <sup>(HE)</sup | | p2= Kesempatan konkret apa yang dapat kita gunakan minggu ini untuk memberitakan Kristus melalui perkataan maupun tindakan? <sup>(HE)</sup> | ||
}} | }} | ||
{{jadwalsharing | date=2026-09-27 | category= Materi COOL COT}} | {{jadwalsharing | date=2026-09-27 | category= Materi COOL COT}} | ||
Revisi terkini sejak 7 November 2026 10.48
| Commander of Thousand | |
|---|---|
| Tanggal | Minggu, 27 September 2026 |
| Penulis | Departemen Pemuda dan Anak |
| Unduh | Google Drive |
| |
| |
| |
Kehidupan rohani kita memerlukan hubungan yang terus-menerus dengan Allah. Doa bukan sekadar menyampaikan permintaan, melainkan persekutuan dengan Tuhan. Berdoa dalam Roh Kudus berarti datang kepada Allah dengan pertolongan, pimpinan, dan kuasa Roh Kudus.
Bahan Commander of Thousand JC-Youth minggu keempat September 2026
Bacaan: Yudas 1:20; Kisah Para Rasul 4:31; Kisah Para Rasul 2:14-24 (Silakan dibaca ayat-ayatnya)
Penjelasan materi
Guys, setiap telepon genggam membutuhkan pengisian daya agar dapat digunakan. Demikian pula kehidupan rohani kita memerlukan hubungan yang terus-menerus dengan Allah. Doa bukan sekadar menyampaikan permintaan, melainkan persekutuan dengan Tuhan.
Berdoa dalam Roh Kudus berarti datang kepada Allah dengan pertolongan, pimpinan, dan kuasa Roh Kudus. Ada 3 hal yang akan kita renungkan:
- Berdoa dalam Roh Kudus membangun iman kita
- Bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus.
- Berdoa dalam Roh Kudus menghasilkan keberanian untuk bersaksi
- Pengalaman Roh Kudus harus membawa kita kepada Kristus
Yudas 1:20 berkata,
Iman kita harus dibangun di atas dasar yang benar, yaitu Yesus Kristus, bukan popularitas, prestasi, jumlah pengikut, atau penilaian teman. 1 Korintus 3:11 menegaskan bahwa tidak ada dasar lain selain Yesus Kristus. Roh Kudus menolong kita ketika lemah dan tidak tahu bagaimana berdoa (Roma 8:26).
Sebagai gereja Pentakosta, GBI meyakini bahwa bahasa roh adalah tanda awal baptisan Roh Kudus, dan berdoa dalam bahasa roh membangun iman pribadi (1 Korintus 14:2, 4). Namun, bahasa roh bukan alat untuk menyombongkan diri. Karunia itu harus digunakan dengan kasih, kerendahan hati, dan ketertiban (1 Korintus 13:1; 14:40).
Ukuran kedewasaan rohani bukan hanya pengalaman karunia, melainkan apakah hidup kita menghasilkan buah Roh, antara lain kasih, sukacita, damai sejahtera, kesetiaan, dan penguasaan diri (Galatia 5:22-23).Jemaat mula-mula menghadapi ancaman karena memberitakan Yesus. Mereka berkumpul dan berdoa, bukan hanya agar masalah mereka dihilangkan, tetapi agar diberi keberanian untuk menyampaikan firman (Kisah Para Rasul 4:29). Setelah mereka berdoa, tempat itu berguncang dan mereka semua dipenuhi Roh Kudus; kemudian mereka memberitakan firman Allah dengan berani (Kisah Para Rasul 4:31).
Perhatikan Petrus. Dahulu ia menyangkal Yesus karena takut (Lukas 22:54-62), tetapi setelah dipenuhi Roh Kudus, ia berdiri dan bersaksi dengan berani (Kisah Para Rasul 2:14).
Keberanian bukan berarti tidak takut; keberanian berarti tetap melakukan kehendak Allah meskipun rasa takut masih ada. Di sekolah, keberanian dapat terlihat ketika kita menolak menyontek, tidak ikut menyebarkan gosip, membela teman yang diperlakukan tidak adil, dan menjelaskan dengan lembut mengapa kita percaya kepada Yesus.Pada hari Pentakosta, para murid berbicara dalam bahasa-bahasa lain, sehingga orang banyak memperhatikan mereka. Namun, Petrus tidak menjadikan bahasa roh sebagai pusat khotbah. Ia memakai kesempatan itu untuk memberitakan Yesus yang disalibkan, mati, dan dibangkitkan (Kisah Para Rasul 2:14-24). Karunia Roh Kudus adalah sarana, sedangkan Kristus adalah tujuan. Roh Kudus selalu memuliakan Yesus (Yohanes 16:13-14).
Karena itu, doa yang benar tidak membuat kita semakin sombong atau menjauh dari orang lain. Doa membuat kita semakin mengasihi Kristus, memahami firman, hidup kudus, mengasihi sesama, dan berani menjadi saksi. Kita tidak perlu menunggu menjadi sempurna untuk bersaksi. Seperti Petrus, kita dapat berkata, "Saya masih bertumbuh, tetapi saya percaya Yesus mengampuni saya, mengubah saya, dan memberi saya pengharapan."Guys, mari kita mempraktikkan tiga langkah: datang kepada Tuhan dengan jujur; berdoa berdasarkan firman dan memberi ruang bagi Roh Kudus; lalu meminta keberanian untuk memberitakan Kristus melalui perkataan dan perbuatan. Jangan mengejar pengalaman tanpa Yesus, karunia tanpa karakter, atau keberanian tanpa kasih. Kejarlah Kristus dan izinkan Roh Kudus membangun iman kita.
Bahan diskusi
- Menurut Yudas 1:20; 1 Korintus 14:2-4, bagaimana doa dalam Roh Kudus termasuk doa dengan bahasa roh dapat membangun iman pribadi?
- Dalam Kisah Para Rasul 4:31; 2:14-24, bagaimana kepenuhan Roh Kudus mengubah ketakutan Petrus dan jemaat menjadi keberanian untuk bersaksi?
Jadwal
- 06 Sep 2026: Rahasia menjadi umat pemenang
- 13 Sep 2026: Saat doa membuka pintu intervensi Allah
- 20 Sep 2026: Berdiri sebagai pendoa syafaat
- 27 Sep 2026: Berdoa dalam Roh Kudus