Article: 20260920/CLBPA: Perbedaan antara revisi
Baru |
Leo-Claude (bicara | kontrib) k Link ayat: tanda pisah panjang (–) diganti tanda hubung (-) agar ditemukan di SABDA |
||
| (1 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan) | |||
| Baris 12: | Baris 12: | ||
| illustration1x1= Background COOL COT 2025 1x1.webp | | illustration1x1= Background COOL COT 2025 1x1.webp | ||
| longsummary= <!-- 4-5 kalimat --> | | longsummary= <!-- 4-5 kalimat --> | ||
| summary= Guys, kita hidup di tengah dunia yang memiliki banyak "celah": keluarga yang terluka, teman yang kesepian, sekolah yang penuh tekanan, bangsa yang membutuhkan pemimpin bijaksana, dan banyak orang yang belum mengenal Kristus. Sering kali kita berpikir bahwa pelayanan hanya berarti berkhotbah, menyanyi, atau mengabarkan Injil. Semua itu penting, tetapi sebelum kita berbicara kepada manusia tentang Allah, kita perlu berbicara kepada Allah tentang manusia. | | summary= ''Guys'', kita hidup di tengah dunia yang memiliki banyak "celah": keluarga yang terluka, teman yang kesepian, sekolah yang penuh tekanan, bangsa yang membutuhkan pemimpin bijaksana, dan banyak orang yang belum mengenal Kristus. Sering kali kita berpikir bahwa pelayanan hanya berarti berkhotbah, menyanyi, atau mengabarkan Injil. Semua itu penting, tetapi sebelum kita berbicara kepada manusia tentang Allah, kita perlu berbicara kepada Allah tentang manusia. | ||
| shortsummary= Dunia membutuhkan anak-anak Tuhan yang bersedia berdiri di "celah". | | shortsummary= Dunia membutuhkan anak-anak Tuhan yang bersedia berdiri di "celah". | ||
| Baris 18: | Baris 18: | ||
Bahan ''Commander of Thousand'' JC-Youth minggu ketiga September 2026 | Bahan ''Commander of Thousand'' JC-Youth minggu ketiga September 2026 | ||
Bacaan: {{sabdaweb2v| Yehezkiel 22:30 | Bacaan: {{sabdaweb2v|Yehezkiel 22:30; 1 Timotius 2:1-3}} | ||
( | (Silakan dibaca ayat-ayatnya) | ||
== Penjelasan materi == | == Penjelasan materi == | ||
''Guys,'' kita hidup di tengah dunia yang memiliki banyak "celah: | ''Guys,'' kita hidup di tengah dunia yang memiliki banyak "celah": keluarga yang terluka, teman yang kesepian, sekolah yang penuh tekanan, bangsa yang membutuhkan pemimpin bijaksana, dan banyak orang yang belum mengenal Kristus. Sering kali kita berpikir bahwa pelayanan hanya berarti berkhotbah, menyanyi, atau mengabarkan Injil. Semua itu penting, tetapi sebelum kita berbicara kepada manusia tentang Allah, kita perlu berbicara kepada Allah tentang manusia. | ||
Ada 3 hal yang bisa kita pelajari dari ayat-ayat di atas. | |||
{{ol-list | liclass= h4 | {{ol-list | liclass= h4 | ||
| 1= Pendoa syafaat adalah orang yang berdiri di hadapan Allah untuk membawa kebutuhan orang lain | | 1= Pendoa syafaat adalah orang yang berdiri di hadapan Allah untuk membawa kebutuhan orang lain | ||
| p1= Ia tidak hanya berdoa, "Tuhan, berkatilah aku," tetapi juga, "Tuhan, pulihkan keluargaku, kuatkan temanku, jamahlah sekolahku, berikan hikmat kepada para pemimpin, dan selamatkan mereka yang belum mengenal-Mu." Dalam {{sabdaweb2v|Yehezkiel 22:30}}, Tuhan mencari seseorang yang mau memperbaiki tembok dan berdiri di celah bagi negeri itu. Konteksnya adalah bangsa Israel yang mengalami kerusakan moral dan rohani. "Celah" menggambarkan dosa, luka, krisis, dan kebutuhan manusia. Tuhan mengetahui semuanya, tetapi Ia berkenan memakai umat-Nya untuk menjadi perantara doa. Abraham menunjukkan hal ini ketika ia berdoa bagi Sodom ({{sabdaweb2v|Kejadian 18: | | p1= Ia tidak hanya berdoa, "Tuhan, berkatilah aku," tetapi juga, "Tuhan, pulihkan keluargaku, kuatkan temanku, jamahlah sekolahku, berikan hikmat kepada para pemimpin, dan selamatkan mereka yang belum mengenal-Mu." | ||
Dalam {{sabdaweb2v|Yehezkiel 22:30}}, Tuhan mencari seseorang yang mau memperbaiki tembok dan berdiri di celah bagi negeri itu. Konteksnya adalah bangsa Israel yang mengalami kerusakan moral dan rohani. "Celah" menggambarkan dosa, luka, krisis, dan kebutuhan manusia. Tuhan mengetahui semuanya, tetapi Ia berkenan memakai umat-Nya untuk menjadi perantara doa. | |||
Abraham menunjukkan hal ini ketika ia berdoa bagi Sodom ({{sabdaweb2v|Kejadian 18:23-33}}). Abraham tidak membenarkan dosa, tetapi ia juga tidak kehilangan belas kasihan. | |||
Bagi kita, khususnya anak muda, berdiri di celah dapat dimulai ketika kita melihat teman yang dirundung, keluarga yang sedang bertengkar, atau seseorang yang tampak baik-baik saja tetapi sebenarnya kehilangan harapan. Kita tidak hanya berkata, "Kasihan," lalu melupakannya. Kita mendoakan, mendekati, mendengarkan, dan menolong dengan cara yang benar. | |||
| 2= Pendoa syafaat bukan pilihan tambahan bagi orang-orang tertentu, melainkan panggilan setiap orang percaya | |||
| p2= Dalam {{sabdaweb2v|1 Timotius 2:1-3}}, Paulus meminta agar dinaikkan permohonan, doa syafaat, dan ucapan syukur untuk semua orang. Ini berarti kita dipanggil mendoakan keluarga, teman, gereja, sekolah, bangsa, dan para pemimpin—bahkan ketika kita tidak selalu setuju dengan mereka. Musa memberi teladan ketika ia berdoa bagi bangsa Israel yang jatuh ke dalam dosa ({{sabdaweb2v|Keluaran 32:30-35}}). Ia tidak meninggalkan umat yang gagal, tetapi berdiri bagi mereka di hadapan Tuhan. | |||
| 3= Pendoa syafaat juga tidak menggantikan penginjilan | |||
| p3= Doa dan pemberitaan Injil harus berjalan bersama. Paulus sendiri meminta jemaat mendoakan keberaniannya untuk memberitakan Injil ({{sabdaweb2v|Efesus 6:18-20}}). | |||
Karena itu, praktikkan pola 3D: Doakan, dekati, dan dampingi. Doakan satu orang yang belum mengenal Kristus. Dekati dia dengan persahabatan yang tulus, bukan sikap menggurui. Dampingi dia melalui teladan hidup, percakapan, pelayanan, dan kesediaan membagikan Injil. | |||
Jangan merasa terlalu muda untuk dipakai Tuhan. Samuel dipanggil ketika masih muda ({{sabdaweb2v|1 Samuel 3:1-10}}), Timotius diminta menjadi teladan meskipun masih muda ({{sabdaweb2v|1 Timotius 4:12}}), dan jemaat mula-mula berdoa sebelum memberitakan firman dengan berani ({{sabdaweb2v|Kisah Para Rasul 4:29-31}}). Mulailah dari kamar tidur, bangku sekolah, grup pertemanan, keluarga, dan gereja. | |||
}} | }} | ||
| Baris 41: | Baris 52: | ||
== Bahan diskusi == | == Bahan diskusi == | ||
{{ul-list | {{ul-list | ||
| 1= Menurut {{sabdaweb2v|Yehezkiel 22:30; 1 Timotius 2: | | 1= Menurut {{sabdaweb2v|Yehezkiel 22:30; 1 Timotius 2:1-3}}, apa arti “berdiri di celah” sebagai pendoa syafaat? | ||
| p1= Sebutkan satu "celah" atau kebutuhan di keluarga, sekolah, gereja, atau lingkungan kita yang perlu didoakan, serta tindakan nyata yang dapat dilakukan selain berdoa. | | p1= Sebutkan satu "celah" atau kebutuhan di keluarga, sekolah, gereja, atau lingkungan kita yang perlu didoakan, serta tindakan nyata yang dapat dilakukan selain berdoa. | ||
| 2= Apa tantangan terbesar bagi kita untuk mendoakan orang lain secara konsisten, terutama mereka yang | | 2= Apa tantangan terbesar bagi kita untuk mendoakan orang lain secara konsisten, terutama mereka yang berbeda pendapat, sulit dikasihi, atau belum mengenal Kristus? | ||
berbeda pendapat, sulit dikasihi, atau belum mengenal Kristus? | | p2= Bagaimana pola 3D (doakan, dekati, dampingi) dapat diterapkan dalam situasi tersebut? <sup>(HE)</sup> | ||
| p2= Bagaimana pola 3D doakan, dekati, | |||
}} | }} | ||
{{jadwalsharing | date=2026-09-20 | category= Materi COOL COT}} | {{jadwalsharing | date=2026-09-20 | category= Materi COOL COT}} | ||
Revisi terkini sejak 5 November 2026 13.35
| Commander of Thousand | |
|---|---|
| Tanggal | Minggu, 20 September 2026 |
| Penulis | Departemen Pemuda dan Anak |
| Unduh | Google Drive |
| |
| |
| |
Guys, kita hidup di tengah dunia yang memiliki banyak "celah": keluarga yang terluka, teman yang kesepian, sekolah yang penuh tekanan, bangsa yang membutuhkan pemimpin bijaksana, dan banyak orang yang belum mengenal Kristus. Sering kali kita berpikir bahwa pelayanan hanya berarti berkhotbah, menyanyi, atau mengabarkan Injil. Semua itu penting, tetapi sebelum kita berbicara kepada manusia tentang Allah, kita perlu berbicara kepada Allah tentang manusia.
Bahan Commander of Thousand JC-Youth minggu ketiga September 2026
Bacaan: Yehezkiel 22:30; 1 Timotius 2:1-3 (Silakan dibaca ayat-ayatnya)
Penjelasan materi
Guys, kita hidup di tengah dunia yang memiliki banyak "celah": keluarga yang terluka, teman yang kesepian, sekolah yang penuh tekanan, bangsa yang membutuhkan pemimpin bijaksana, dan banyak orang yang belum mengenal Kristus. Sering kali kita berpikir bahwa pelayanan hanya berarti berkhotbah, menyanyi, atau mengabarkan Injil. Semua itu penting, tetapi sebelum kita berbicara kepada manusia tentang Allah, kita perlu berbicara kepada Allah tentang manusia.
Ada 3 hal yang bisa kita pelajari dari ayat-ayat di atas.
- Pendoa syafaat adalah orang yang berdiri di hadapan Allah untuk membawa kebutuhan orang lain
- Pendoa syafaat bukan pilihan tambahan bagi orang-orang tertentu, melainkan panggilan setiap orang percaya
- Pendoa syafaat juga tidak menggantikan penginjilan
Ia tidak hanya berdoa, "Tuhan, berkatilah aku," tetapi juga, "Tuhan, pulihkan keluargaku, kuatkan temanku, jamahlah sekolahku, berikan hikmat kepada para pemimpin, dan selamatkan mereka yang belum mengenal-Mu."
Dalam Yehezkiel 22:30, Tuhan mencari seseorang yang mau memperbaiki tembok dan berdiri di celah bagi negeri itu. Konteksnya adalah bangsa Israel yang mengalami kerusakan moral dan rohani. "Celah" menggambarkan dosa, luka, krisis, dan kebutuhan manusia. Tuhan mengetahui semuanya, tetapi Ia berkenan memakai umat-Nya untuk menjadi perantara doa.
Abraham menunjukkan hal ini ketika ia berdoa bagi Sodom (Kejadian 18:23-33). Abraham tidak membenarkan dosa, tetapi ia juga tidak kehilangan belas kasihan.
Bagi kita, khususnya anak muda, berdiri di celah dapat dimulai ketika kita melihat teman yang dirundung, keluarga yang sedang bertengkar, atau seseorang yang tampak baik-baik saja tetapi sebenarnya kehilangan harapan. Kita tidak hanya berkata, "Kasihan," lalu melupakannya. Kita mendoakan, mendekati, mendengarkan, dan menolong dengan cara yang benar.Doa dan pemberitaan Injil harus berjalan bersama. Paulus sendiri meminta jemaat mendoakan keberaniannya untuk memberitakan Injil (Efesus 6:18-20).
Karena itu, praktikkan pola 3D: Doakan, dekati, dan dampingi. Doakan satu orang yang belum mengenal Kristus. Dekati dia dengan persahabatan yang tulus, bukan sikap menggurui. Dampingi dia melalui teladan hidup, percakapan, pelayanan, dan kesediaan membagikan Injil.
Jangan merasa terlalu muda untuk dipakai Tuhan. Samuel dipanggil ketika masih muda (1 Samuel 3:1-10), Timotius diminta menjadi teladan meskipun masih muda (1 Timotius 4:12), dan jemaat mula-mula berdoa sebelum memberitakan firman dengan berani (Kisah Para Rasul 4:29-31). Mulailah dari kamar tidur, bangku sekolah, grup pertemanan, keluarga, dan gereja.Mari mengambil tiga keputusan: saya akan melihat kebutuhan orang lain dengan belas kasihan; saya akan mendoakan orang lain dengan tekun; dan saya akan menggabungkan doa dengan tindakan serta kesaksian. Dunia tidak hanya membutuhkan orang yang mampu melihat masalah. Dunia membutuhkan anak-anak Tuhan yang bersedia berdiri di “celah”.
Bahan diskusi
- Menurut Yehezkiel 22:30; 1 Timotius 2:1-3, apa arti “berdiri di celah” sebagai pendoa syafaat?
- Apa tantangan terbesar bagi kita untuk mendoakan orang lain secara konsisten, terutama mereka yang berbeda pendapat, sulit dikasihi, atau belum mengenal Kristus?
Jadwal
- 06 Sep 2026: Rahasia menjadi umat pemenang
- 13 Sep 2026: Saat doa membuka pintu intervensi Allah
- 20 Sep 2026: Berdiri sebagai pendoa syafaat
- 27 Sep 2026: Berdoa dalam Roh Kudus