Article: 20260712/IN: Perbedaan antara revisi
k Leo memindahkan halaman Article:20260705/IN ke Article:20260712/IN |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| (1 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan) | |||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
{{unified info | templatetype=inspirational | {{unified info | templatetype=inspirational | ||
| namespace= Article | | namespace= Article | ||
| pagename= | | pagename= 20260712/IN | ||
| title= Belajar dari ketaatan Yesus | | title= Belajar dari ketaatan Yesus | ||
| date= 2026-07- | | date= 2026-07-12 | ||
| event= Renungan Air Hidup | | event= Renungan Air Hidup | ||
| displayevent= Renungan | | displayevent= Renungan | ||
| actualdate= 2026- | | actualdate= 2026-07-03 | ||
| notes= | | notes= | ||
| name= Johan Susanto | | name= Johan Susanto | ||
| Baris 18: | Baris 18: | ||
}} | }} | ||
{{blockquote/Ayat | {{blockquote/Ayat | ||
| '''''Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan.''''' '''''Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya.''''' | | '''''Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan.'''''<br />'''''Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya.''''' | ||
| {{sabdaweb2v|Ibrani 5:7-8}} | | {{sabdaweb2v|Ibrani 5:7-8}} | ||
}} | }} | ||
Revisi terkini sejak 4 Juli 2026 17.03
![]() ![]() | |
| Inspirational | |
| Tanggal | 12 Juli 2026 |
| Oleh | Johan Susanto |
| Baca juga | |
| |
| |
Yesus menunjukkan ketaatan yang sempurna melalui penderitaan-Nya sampai mati di kayu salib. Melalui ketaatan itu, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi setiap orang yang percaya dan taat kepada-Nya. Karena itu, kita dipanggil untuk belajar taat seperti Kristus dengan bersandar pada kasih karunia-Nya sampai akhir hidup kita.
Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan.
Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya.
Dengan kekuatan diri sendiri, tidak ada seorang pun yang sanggup taat dan setia kepada Allah. Begitu banyak tantangan, godaan dan tekanan dari dunia ini yang dapat membuat manusia menjadi lemah dan tidak setia.
Karena itu, sebagai orang percaya, kita harus belajar dari ketaatan Yesus. Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Yesus mengalami pencobaan, kesakitan, kesedihan, pengkhianatan dan penderitaan yang sangat berat. Semua itu menunjukkan betapa besar penderitaan yang harus ditanggung-Nya di kayu salib demi dosa kita.
Melalui penderitaan-Nya, kita belajar bahwa:
- Yesus belajar taat
- Yesus menjadi sempurna
Dalam keadaan sebagai manusia, Yesus telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
Ketaatan Yesus bukanlah ketaatan yang mudah atau tanpa penderitaan. Ia taat di tengah pergumulan, ratap tangis, kesakitan dan penolakan. Namun justru melalui ketaatan itu, kehendak Bapa digenapi dan keselamatan dinyatakan bagi manusia.
Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama.Melalui penderitaan dan ketaatan-Nya, Yesus menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya.
Dalam nama Yesus, segala yang ada di langit, di bumi dan di bawah bumi akan bertekuk lutut, dan segala lidah akan mengaku bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan, bagi kemuliaan Allah Bapa.
Dengan demikian, Yesus telah menjadi sumber keselamatan kekal bagi kita manusia. Melalui penderitaan-Nya, Ia telah membayar lunas harga dosa manusia, sehingga setiap orang yang percaya kepada-Nya menerima pengampunan dan keselamatan.Pendamaian telah dikerjakan Yesus bagi kita di hadapan Allah. Sekarang Yesus juga mendampingi kita dalam menghadapi berbagai persoalan hidup. Inilah jaminan keselamatan, penghiburan dan kekuatan bagi kita untuk tetap setia sampai akhir.
Karena itu, marilah kita belajar taat seperti Yesus. Bukan dengan mengandalkan kekuatan sendiri, tetapi dengan bersandar kepada kasih karunia-Nya, sehingga hidup kita tetap berkenan kepada Allah.
- Dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya. Dan Ia dipanggil menjadi Imam Besar oleh Allah, menurut peraturan Melkisedek. (Ibrani 5:9-10)
Tuhan Yesus memberkati.

