Generasi Yeremia: Perbedaan antara revisi

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Leo (bicara | kontrib)
kTidak ada ringkasan suntingan
Leo (bicara | kontrib)
 
(1 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 47: Baris 47:


== Butir Pentakosta Ketiga ==
== Butir Pentakosta Ketiga ==
Dalam butir-butir pengertian [[Pentakosta Ketiga]], butir ketiga yang menyatakan:
Dalam butir-butir pengertian [[Pentakosta Ketiga]], butir ketiga menyatakan:
:''Pentakosta Ketiga akan membangkitkan generasi Yeremia yaitu anak-anak muda yang dipenuhi Roh Kudus, cinta mati-matian kepada Tuhan Yesus, tidak kompromi terhadap dosa, dan akan bergerak untuk memenangkan jiwa.''
:''Pentakosta Ketiga akan membangkitkan Generasi Yeremia yaitu anak-anak muda yang dipenuhi Roh Kudus, cinta mati-matian kepada Tuhan Yesus, tidak kompromi terhadap dosa, dan akan bergerak untuk memenangkan jiwa.''
berasal dari Ps Russel Evans, Gereja Planetshakers, Melbourne, Australia.<ref>
Butir ketiga ini berasal dari Ps Russel Evans, Gereja Planetshakers, Melbourne, Australia.<ref>
{{cite sermon
{{cite sermon
   | nama= Pdt Dr Ir Niko Njotorahardjo
   | nama= Pdt Dr Ir Niko Njotorahardjo

Revisi terkini sejak 17 Juni 2026 09.22

Generasi Yeremia adalah istilah yang digunakan untuk mengidentifikasi pelayanan generasi muda dalam keluarga besar GBI Jalan Jendral Gatot Subroto.

Istilah "Generasi Yeremia” sendiri dikemukakan pertama kali oleh Dr Tim Hill dalam masa kepemimpinannya sebagai General Overseer, Church of God, Cleveland, Tenessee (COG), untuk mengidentifikasi generasi muda. Istilah ini juga berkumandang dalam Empowered21 Asia pada tahun 2018 di Jakarta. Dalam tahun yang sama, "Generasi Yeremia" diadopsi sebagai tema pelayanan Pemuda dan Anak di bawah naungan GBI Jalan Jendral Gatot Subroto, Jakarta.[1]

Kelahiran Generasi Yeremia

Pdt Dr Ir Niko Njotorahardjo, Gembala Jemaat dan Bapa Rohani keluarga besar GBI Jalan Jendral Gatot Subroto, pertama kali menyampaikan kelahiran Generasi Yeremia dalam khotbah Ibadah Raya Minggu, 02 Desember 2018 di GBI Jalan Gatot Subroto, Senayan, Jakarta.[2]

Dalam khotbahnya, Pdt Niko menyampaikan hal-hal berikut mengenai nabi Yeremia:

  • Berusia muda
  • Yeremia adalah nabi yang dipakai Tuhan pada usia muda, diperkirakan antara 20-30 tahun.
  • Menyampaikan seruan yang tidak populer
  • Yeremia dipakai Tuhan secara unik karena harus menyampaikan sesuatu yang tidak populer pada zaman itu.

    Jika pada zaman itu orang berbuat dosa dan ditegor, banyak yang berkata: “tidak apa-apa, Tuhan pasti mengampuni, tidak ada hukuman, semua damai!” dan semacamnya. Hal itu bahkan diutarakan nabi-nabi lain pada zaman itu dan kini kitapun melihat banyak orang bahkan para Hamba Tuhan mengutarakan hal yang sama.

    Yeremia menyerukan pertobatan, dan itu tidak populer. Yeremia berani mendobrak pemikiran yang populer tetapi tidak sesuai isi hati Tuhan.

Lebih lanjut, Pdt Niko memanggil mereka yang berusia di bawah 40 tahun, dan menantang mereka untuk siap dibentuk Tuhan sebagai Generasi Yeremia, di mana Generasi Yeremia tegas tidak berkompromi terhadap dosa, memperkatakan apa yang Tuhan suruh, gereja akan 'dijungkirbalikkan' karena Generasi Yeremia tidak takut dan tidak bisa dibeli.

Generasi yang lebih senior tetap memiliki tugas untuk mendukung dan mendorong Generasi Yeremia dan bagi generasi sendiri, sampai generasiku diselamatkan.

Butir Pentakosta Ketiga

Dalam butir-butir pengertian Pentakosta Ketiga, butir ketiga menyatakan:

Pentakosta Ketiga akan membangkitkan Generasi Yeremia yaitu anak-anak muda yang dipenuhi Roh Kudus, cinta mati-matian kepada Tuhan Yesus, tidak kompromi terhadap dosa, dan akan bergerak untuk memenangkan jiwa.

Butir ketiga ini berasal dari Ps Russel Evans, Gereja Planetshakers, Melbourne, Australia.[3]

Referensi