Article: 20260215/IN: Perbedaan antara revisi

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Leo (bicara | kontrib)
baru
 
Leo (bicara | kontrib)
Tidak ada ringkasan suntingan
 
Baris 15: Baris 15:
  | summary= Kebahagiaan sejati adalah ketika kita diampuni Tuhan dan tidak lagi memikul beban dosa serta rasa bersalah. Karena itu, jangan simpan dosa, tetapi akui dengan jujur di hadapan Tuhan dan terimalah pemulihan-Nya. Pengampunan Tuhan memulihkan damai sejahtera dan memampukan kita berjalan dalam hidup yang baru.
  | summary= Kebahagiaan sejati adalah ketika kita diampuni Tuhan dan tidak lagi memikul beban dosa serta rasa bersalah. Karena itu, jangan simpan dosa, tetapi akui dengan jujur di hadapan Tuhan dan terimalah pemulihan-Nya. Pengampunan Tuhan memulihkan damai sejahtera dan memampukan kita berjalan dalam hidup yang baru.
  | shortsummary= Kebahagiaan sejati adalah ketika kita diampuni Tuhan dan tidak lagi memikul beban dosa serta rasa bersalah.
  | shortsummary= Kebahagiaan sejati adalah ketika kita diampuni Tuhan dan tidak lagi memikul beban dosa serta rasa bersalah.
  | kat=no
  | kat=yes
}}
}}
{{blockquote/Ayat
{{blockquote/Ayat

Revisi terkini sejak 9 Februari 2026 16.10

Kebahagiaan sejati adalah ketika kita diampuni Tuhan dan tidak lagi memikul beban dosa serta rasa bersalah. Karena itu, jangan simpan dosa, tetapi akui dengan jujur di hadapan Tuhan dan terimalah pemulihan-Nya. Pengampunan Tuhan memulihkan damai sejahtera dan memampukan kita berjalan dalam hidup yang baru.

Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi!

Mazmur 32:1

Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN, dan yang tidak berjiwa penipu!

Mazmur 32:2

Banyak orang mengejar kebahagiaan dengan berbagai cara. Namun kebahagiaan yang sejati adalah kebahagiaan orang yang diampuni dosanya oleh Tuhan, ketika kita menyadari kebutuhan kita akan anugerah-Nya dan dengan sungguh-sungguh bertobat.

Apa yang membuat kita benar-benar berbahagia sebagai orang percaya?

  1. Bahagia karena diampuni pelanggarannya
  2. Dosa yang disimpan sering menggerogoti hati: menimbulkan rasa bersalah, ketakutan, dan kegelisahan. Karena itu, sebagai anak Tuhan, jangan kita memelihara dosa di dalam hati. Mari datang kepada Tuhan dengan jujur, memohon belas kasihan-Nya, dan menyerahkan semuanya kepada-Nya.
  3. Bahagia karena kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan
  4. Kita memiliki keterbatasan dan masih bergumul dalam banyak hal. Jika Tuhan memperhitungkan setiap kesalahan kita, siapakah yang dapat luput? Karena itu, kita patut bersyukur atas pengampunan yang Tuhan anugerahkan, yang memulihkan kita dan menegakkan kita kembali.

Bagi siapa pun yang hari ini kehilangan damai sejahtera karena menyimpan dosa tertentu: bereskanlah segera dan jangan menunda. Tuhan tidak menghendaki kita tenggelam dalam rasa bersalah berkepanjangan, melainkan mengakui dosa dengan jujur di hadapan-Nya dan menerima pengampunan-Nya. Ketika Tuhan mengampuni, hati kembali disucikan, nurani dimurnikan, dan kita dipanggil untuk hidup baru—tidak kembali jatuh ke dalam dosa yang sama.

Sebab itu hendaklah setiap orang saleh berdoa kepada-Mu, selagi Engkau dapat ditemui; sesungguhnya pada waktu banjir besar terjadi, itu tidak melandanya. (Mazmur 32:6)
Bersukacitalah dalam TUHAN dan bersorak-soraklah, hai orang-orang benar; bersorak-sorailah, hai orang-orang jujur! (Mazmur 32:11)

Tuhan Yesus memberkati kita semua.