Pemulihan dan kelimpahan (Khotbah Pdt Ir Welyar Kauntu)

Dari GBI Danau Bogor Raya

Langsung ke: navigasi, cari
Pemulihan dan kelimpahan
Welyar Kauntu-100117-3x4.jpg

Pdt Ir Welyar Kauntu

Ringkasan Khotbah
KebaktianIbadah Raya 1
TanggalMinggu, 17 Januari 2010
GerejaGBI Danau Bogor Raya
TempatGraha Amal Kasih
KotaBogor

Mazmur 32:8,

Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu.

Menurut kalender Yahudi, tanggal 18 September 2009 memasuki tahun 5770 atau tahun Ayin. Huruf Ayin dalam bahasa Ibrani adalah gambaran sebuah mata sehingga beberapa hamba Tuhan secara profetis menyampaikan bahwa mata Tuhan sedang tertuju untuk menuntun lebih lagi gereja-Nya.

Para ahli dunia boleh memprediksi banyak hal, yang positif maupun negatif, krisis global ada yang memprediksi akan pulih ada yang bilang makin sukar, macam-macam. Orang mungkin bisa memprediksi, tapi banyak ahli bilang yang tidak basa diprediksi adalah keadaan, goncangan yang terjadi. Perencanaan program bisa dibuat tapi kalau goncangan itu terjadi, semua tidak berguna.

Yang kita sedang perhatikan, Haiti sedang dilanda. Bencana di Haiti dikatakan lebih parah dari tsunami yang melanda Aceh. Tapi untuk yang mengasihi Tuhan, Tuhan berkata Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu.

Untuk itu, Tuhan menyampaikan pesan, percaya pada janji Tuhan. Bagian kita hanya percaya. Apa yang menjadi respon kita? Mata kita harus juga tertuju kepada Tuhan supaya kita mengerti tuntunan Tuhan hari-hari ini.

Pemulihan dan kelimpahan

Yohanes 10:10,

Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Ini tuntunan Tuhan memasuki 2010, kembali ayat ini muncul. Tahun 2010 adalah tahun Pemulihan dan tahun Kelimpahan.

Aku percaya berkat-Mu atasku melimpah
Kebajikan kemurahan s'lalu mengikutiku
Kupuji kusembah Kau Tuhan

Janji Tuhan adalah pemulihan dan kelimpahan.

Pemulihan artinya adalah sesuatu yang hilang, yang pernah hancur, dikembalikan, direstorasi. Apa yang hilang dalam hidup Saudara? Kalau kita percaya janji Tuhan tahun pemulihan dan kelimpahan, maka apa yang hilang akan dikembalikan oleh Tuhan. Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan. Mungkin dia membunuh banyak hal dalam hidup Saudara. Tapi saya percaya janji Tuhan akan digenapi dalam hidup Saudara.

Kemarin saya bertemu dengan salah satu pengerja saya. Dalam setahun terakhir mengalami banyak masalah. Kalau biasanya istri ditinggal suami, kalau dia ini masalahnya suami ditinggal istri. Dia harus mengurus anak-anak sendiri, apalagi dia full-timer, sehingga dia begitu stres. Kami doakan. Lalu ketika memasuki puasa raya yang lalu, dia mengklaim bahwa apa yang hilang akan dikembalikan. Pada 2 Januari 2010, dia telepon saya sambil menangis, janji pemulihan Tuhan terjadi! Tepat kemarinnya, 1 Januari 2010, istrinya kembali dan keluarga mereka mengalami pemulihan yang luar biasa. Dia mengampuni istrinya dan Tuhan memulihkan mereka.

Mungkin impian pengharapan yang dulu pernah ada telah hilang, tapi hari-hari ini Tuhan sedang memulihkan itu semua.

Saudara yang dikasihi Tuhan, kelimpahan itu bukan sekedar penuh, tetapi luber, berarti bisa diberikan untuk orang lain karena berkelebihan dalam semua. Berkelimpahan bukan sekedar materi, tapi juga kemurahan, sukacita, kebajikan, dan kesehatan. Jadi jangan cuma ingat kelimpahan materi. Tuhan akan pulihkan semua, dan ditambahkan hingga berlimpah-limpah. Ini janji Tuhan.

Tapi setiap janji Tuhan ada syaratnya. Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu. Syaratnya, mata kita juga harus tertuju pada Tuhan.

Wahyu 3:10-11,

Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Akupun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi. Aku datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorangpun mengambil mahkotamu.

Tuhan mau mata kita tertuju kepada Dia. Dia mau menuntun, tapi kita mau dituntun tidak? Mata-Nya tertuju kepada kita, tapi apa mata kita tertuju kepada Dia?

Ketika melewati doa puasa mengakhiri 2009, ada dua hal yang ditekankan: mengenai keintiman dengan Tuhan dan mengenai kerajaan Allah. Saudara, dalam gereja lokal dan pelayanan, fokus kita harus kepada Tuhan, maka janji Tuhan akan digenapi dalam hidup kita.

Sekalipun aku dalam lembah kelam
Ku tak takut s'bab Kau besertaku
Sekalipun badai topan datang menerpa
Ku tak gentar s'bab Kau di sisiku
Aku percaya
Berkat-Mu atasku melimpah
Kebajikan, kemurahan, s'lalu mengikutiku
Kupuji, kusembah Kau Tuhan

Lagu ini mewakili yang ada di depan kita. Mungkin lembah kelam, badai topan ada di depan kita. Kita tidak bisa menggunakan pola pengalaman lama untuk sesuatu yang disediakan Tuhan di depan. Bagaimana sikap kita? Sekalipun lewati lembah kelam, kita harus berkata aku percaya berkat-Mu atasku melimpah. Percaya saja! Tuhan berkata, mari sungguh-sungguh, Tuhan tekankan mengenai keintiman lebih lagi.

Kalau Saudara pernah membaca sebuah novel lalu novel itu difilmkan, Saudara sudah tahu ending film itu. Waktu Saudara pergi menonton bersama orang lain, saya percaya sikap Saudara berbeda dengan yang belum tahu novelnya, Saudara pasti tenang saja walaupun ada proses yang dialami aktor utamanya.

Ketika Tuhan mengajar, kadang ada situasi yang tidak enak. Tapi Tuhan ingatkan, kalau Dia mau mengajar dan menasehati kita, respon kita harus percaya. Jangan terlalu cepat merespon. Kadang Tuhan mengajar lewat situasi, persoalan, lewat orang yang tidak pernah kita duga. Tuhan ingatkan jangan pandang sepele hal yang kecil. Kadang Tuhan nasehati dengan cara tak terduga, mungkin kita bersikap tidak mau digurui. Tapi ingat, Tuhan sedang mengajar dan menasehati kita, responi dengan positif, selalu mau dengar-dengaran dengan Tuhan. Saudara akan lihat tuntunan Tuhan, Saudara akan lolos dan melihat kemuliaan demi kemuliaan, tahap demi tahap dalam kehidupan Saudara.

Tiada yang seperti Engkau, begitu mengasihiku
Kau Tuhan sanggup menjawab, semua seru doaku
Tiada yang seperti Engkau, begitu mengasihiku
Kau Tuhan sanggup melawat, seluruh kehidupanku
Aku percaya Tuhanku ajaib
Kau turun tangan memulihkanku
Aku percaya Tuhanku dahsyat
Kau turun tangan memberkatiku

Kalau kita percaya, Dia sedang memulihkan dan memberkati kita.

Lebih intim dengan Tuhan

Bagaimana agar tahun 2010 kita lebih intim dengan Dia?

Mungkin Saudara pernah membaca Mazmur 120-134, judul perikop setiap pasalnya disebut sebagai Nyanyian Ziarah. Ada 15 nyanyian ziarah dari Mazmur 120-134.

Dahulu setiap laki-laki Israel harus datang ke Yerusalem tiga kali setahun. Mereka datang dari berbagai pelosok Yerusalem dan setiap kali berziarah, perjalanannya tidak mudah karena harus mendaki ke Yerusalem yang ada di atas bukit sambil juga membawa hewan-hewan persembahan. Selama mereka mendaki, mereka menyanyikan nyanyian-nyanyian ziarah dalam Mazmur 120-134.

Saya percaya urutan di sini tidak kebetulan. Ada tingkat di mana Tuhan bawa terus kita untuk membawa kita semakin naik ke hadirat-Nya. Mazmur 120-133 adalah suatu proses di mana Tuhan bawa dalam kehidupan kita. Tuhan mau membawa kita untuk semakin mendekat kepada Dia.

  • Mazmur 120, dikejar-kejar fitnah.
Ayat 7 berkata cukup lama aku tinggal bersama-sama dengan orang-orang yang membenci perdamaian. Aku ini suka perdamaian, tetapi apabila aku berbicara, maka mereka menghendaki perang.
Ada dalam situasi di mana ada misunderstanding. Saudara mau melakukan begini tapi orang menangkapnya lain. Mungkin kita ada di suatu lingkungan di mana kita sering difitnah. Ini adalah proses yang harus kita alami, apakah kita senantiasa tertuju kepada Tuhan? Kita harus banyak melepaskan pengampunan melewati situasi ini. Kalau ini kita lakukan, maka kita akan melangkah naik lebih tinggi.
  • Mazmur 121:1, Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku? Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.
Mungkin ada gunung-gunung persoalan di depan. Biasanya di akhir tahun saya selalu mengevaluasi pelayanan saya. Saya mengistilahkan ada gunung-gunung yang belum saya lewati, saya mengimani gunung-gunung itu pasti bisa saya lewati. Apa yang dulu rasanya mustahil, saya telah lampaui. Masalah-masalah, gunung-gunung yang besar, Alkitab berkata, Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. Jangan lihat gunung di depan kita, tujukan mata kita kepada Tuhan yang melampaui gunung itu.
Suatu ketika musuh datang mengepung, bujang Elisa begitu ketakutan, tapi Elisa hanya tersenyum dan berdoa, membuka mata rohani bujangnya agar terbuka, karena ternyata di balik gunung-gunung itu ada lebih banyak lagi pasukan Tuhan yang siap menghancurkan musuh-musuh mereka.
  • Mazmur 122, Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: "Mari kita pergi ke rumah TUHAN."
Jangan sampai ada yang berkata, I don't like Sunday. Setiap kita harus bersukacita. Ibadah harus jadi kesukaan kita. Itu sebabnya dalam ibadah-ibadah kita umat Tuhan boleh memuji dan bersyukur atas kemurahan Tuhan.
Ada satu hal yang penting dalam Mazmur 122:6-7, Berdoalah untuk kesejahteraan Yerusalem: "Biarlah orang-orang yang mencintaimu mendapat sentosa. Biarlah kesejahteraan ada di lingkungan tembokmu, dan sentosa di dalam purimu!"
Tuhan akan kembali menjejakkan kaki di bumi dan akan memerintah selama 1000 tahun berpusat di Yerusalem, karena itu Tuhan suruh kita untuk mendoakan Yerusalem. Gereja-gereja yang mendoakan kesejahteraan Yerusalem sangat diberkati oleh Tuhan. Ini bukan Yerusalem yang simbol keluarga, tapi secara fisik adalah kota Yerusalem. Semakin kita berdoa untuk Yerusalem, maka mata kita akan semakin tertuju kepada Tuhan. Awalnya mungkin kita bingung untuk apa mendoakan Yerusalem. Tapi semakin kita memberkati Yerusalem, akan semakin timbul kerinduan untuk kedatangan Tuhan, dan secara fisik, kita semakin diberkati oleh Tuhan.
  • Mazmur 123, berharap pada anugerah Tuhan, ayat 2, Lihat, seperti mata para hamba laki-laki memandang kepada tangan tuannya, seperti mata hamba perempuan memandang kepada tangan nyonyanya, demikianlah mata kita memandang kepada TUHAN, Allah kita, sampai Ia mengasihani kita.
Ini gambaran seorang penyembah, matanya tertuju kepada tuan. Proskuneo, seperti anjing memandang tuannya. Demikian kita mau dekat dengan Tuhan, mata kita tertuju kepada-Nya. Pada zaman itu, hamba-hamba tidak boleh melihat tuannya, tapi harus melihat tangan tuannya untuk melihat instruksi dari tuannya. Kita juga harus demikian untuk mengetahui apa yang dikehendaki Tuhan.
  • Mazmur 124, Terpujilah TUHAN yang tidak menyerahkan kita menjadi mangsa bagi gigi mereka! Jiwa kita terluput seperti burung dari jerat penangkap burung; jerat itu telah putus, dan kitapun terluput! Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.
Saya mau katakan, harus ada kesaksian dalam diri kita yang memperkatakan janji Tuhan. Mungkin situasi kita tidak enak, tapi kita terus memperkatakan janji-janji Tuhan, katakan Tuhan Yesus baik. Mari kita bernubuat untuk sesuatu yang positif. Jangan berhenti untuk memuji-muji Tuhan.
  • Mazmur 125:1, Orang-orang yang percaya kepada TUHAN adalah seperti gunung Sion yang tidak goyang, yang tetap untuk selama-lamanya.
Apa tandanya kita orang percaya? Kita memperkatakan siapa Allah kita. Engkau baik, Engkau besar, Engkau dahsyat, sekalipun situasi kita tidak enak. Kita menunjukkan iman kita, kita testify, kita ucapkan.
Dalam pagelaran Natal 2009 di SICC, Tuhan berikan sebuah lagu untuk diperkatakan mengenai kebaikan Tuhan Yesus. Kalau kita banyak mengucapkan ini, membuktikan kita percaya dan Tuhan bawa kita ke tingkat yang lebih tinggi lagi.
Apapun yang terjadi di dalam hidupku
S'lalu kuberkata Tuhan Yesus baik
Dalam segala hal yang terjadi
Tetap kuberkata Tuhan Yesus baik
Apapun yang terjadi mungkin tidak enak, tapi kita harus seperti pemazmur selalu mengatakan bahwa Tuhan itu baik.
Apapun yang terjadi di dalam hidupku
S'lalu kuberkata Tuhan Yesus baik
Dalam segala hal yang terjadi
Tetap kuberkata Tuhan Yesus baik
Kusembah Kau, Kusembah Kau
Tak dapat kumembalas kasih-Mu
Kusembah Kau, Kusembah Kau Bapa
Kurindu s'lalu menyenangkan-Mu
Ini hati seorang penyembah, selalu bermazmur, Tuhan Yesus baik, Tuhan Yesus baik. Dan saya percaya kemurahan-Nya akan selalu menyertai kita di tahun 2010.
  • Mazmur 126, Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.
Ada harga yang harus dibayar ketika mereka berziarah, mereka datang tidak dengan tangan yang hampa, mereka datang membawa persembahan.
Saya percaya ini untuk masalah finansial. Saya banyak ketemu banyak orang yang mengalami permasalahan finansial dan menjadi jauh dari Tuhan. Tuhan berkata, orang yang menabur dengan mencucurkan air mata. Artinya tidak mudah menabur, keadaan kita mungkin sukar, tapi Tuhan mau memberkati kita. Cara Tuhan adalah dengan menyuruh kita menabur. Menabur dari kelimpahan itu gampang, tapi menabur dari keadaan susah itu adalah iman. Menabur di masa yang sukar itu iman. Air mata menyertai, rasanya tidak mungkin, tapi justru kalau Tuhan yang menyuruh harus dengan air mata, maka Tuhan akan berkati dengan berlimpah-limpah.
Ketika Tuhan menyuruh, kadang tidak bisa diprediksi. Tidak usah pikir panjang, kita sendiri belum cukup, kalau Tuhan suruh tabur, tabur saja. Setiap kali kita pakai pertimbangan lebih detail, kita kehilangan sebuah momentum di mana Tuhan sedang buka jendela berkat untuk Saudara. Kita tidak bisa bayangkan apa yang Tuhan sanggup lakukan buat kita. Kita naik step lebih tinggi lagi.
  • Mazmur 127:1-2, Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga. Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.
Tuhan mau memberkati kita, bukan semata-mata karena usaha kerja keras kita. Ayat ini berbicara, jangan sampai harus ngotot menjagai usaha kita, membangunnya siang-malam, tapi Tuhan berkata berserah dan percaya saja. Kalau bukan Tuhan yang membangunnya, sia-sia saja. Orang yang tidak sungguh-sungguh pada Tuhan, harus berhati-hati, akan sia-sia. Jerih payahnya tidak bisa dinikmati. Tapi berbahagia orang yang menuruti firman Tuhan, yang percaya janji Tuhan.
Saya ketemu orang yang dulunya setia melayani Tuhan, lalu jadi undur karena setelah diberkati malah jadi tidak sempat melayani lagi.
Tapi sekali lagi, carilah dulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semua akan ditambahkan. Berkat Tuhan itu pangkal selamat. Saya percaya, orang yang memberi waktunya dan dirinya untuk Tuhan, berdoa, berserah pada Tuhan, maka Tuhan akan buat kita lebih efisien dalam menghadapi case by case. Cara Tuhan menolong kita itu dinamis, bisa berbeda-beda untuk case yang sama. Saya berdoa berkat Tuhan akan terjadi dalam hidup Saudara.
  • Mazmur 128, berkat atas rumah tangga.
Kalau kita takut akan Tuhan, dampaknya rumah tangga diberkati. Banyak yang terhambat pertumbuhan rohaninya karena terjadi hambatan dalam rumah tangga. Berbahagia orang yang takut akan Tuhan.
  • Mazmur 129, berbicara mengenai ketekunan.
  • Mazmur 130, berbicara ketekunan dalam pengharapan. Saya berdoa kita tetap terus berharap pada Tuhan.
  • Mazmur 131:1, Nyanyian ziarah Daud. TUHAN, aku tidak tinggi hati, dan tidak memandang dengan sombong; aku tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar atau hal-hal yang terlalu ajaib bagiku.
Tuhan mau kita tetap rendah hati, jangan sombong, sekalipun dipakai Tuhan luar biasa.
  • Mazmur 132:3-5, "Sesungguhnya aku tidak akan masuk ke dalam kemah kediamanku, tidak akan berbaring di ranjang petiduranku, sesungguhnya aku tidak akan membiarkan mataku tidur atau membiarkan kelopak mataku terlelap, sampai aku mendapat tempat untuk TUHAN, kediaman untuk Yang Mahakuat dari Yakub."
Jangan biarkan diri kita keluar hadirat Tuhan, bahkan ketika kita tidur, mari berkata kita mau tidur dalam hadirat Tuhan.
  • Mazmur 133 berbicara mengenai kesatuan, unity.
Kalau kita rukun, Tuhan bukan sekedar memberikan berkat, tapi juga memerintahkan berkat. Kalau kita bisa melewati semua proses Mazmur 120-132 di atas unity itu bukan sesuatu yang sulit. Dan kita akan bertemu dalam hadirat Tuhan untuk memuji dan menyembah Tuhan. Ini yang Tuhan mau, kita mendekat pada Tuhan lebih lagi.

Penutup

Bapa, hamba-Mu berdoa untuk setiap tangan yang diangkat. Tahun pemulihan dan kelimpahan terjadi dalam kehidupan jemaat-Mu, mereka akan naik lebih tinggi, lulus dalam setiap proses dan ujian, Tuhan bawa semakin mendekat kepada-Mu. Mata mereka tetap tertuju kepada-Mu. Engkau sedang mengajar menasehati mereka, mata-Mu tertuju pada mereka. Setiap pribadi lepas pribadi akan melihat kelimpahan yang Tuhan berikan pada mereka. Akan banyak kesaksian akan kebaikan Tuhan. Engkau sungguh baik, Engkau sangat baik.

Amin.