Khotbah: Bergulat dengan Tuhan (Breakthrough Prayer 2011)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Bergulat dengan Tuhan
Sutadi Rusli-101010-3x4.jpg

Pdt Sutadi Rusli

Ringkasan Khotbah
KebaktianBreakthrough Prayer 2011
TanggalSabtu, 10 September 2011
GerejaGBI Danau Bogor Raya
TempatGraha Amal Kasih
KotaBogor

Kejadian 32:22-30,

Pada malam itu Yakub bangun dan ia membawa kedua isterinya, kedua budaknya perempuan dan kesebelas anaknya, dan menyeberang di tempat penyeberangan sungai Yabok. Sesudah ia menyeberangkan mereka, ia menyeberangkan juga segala miliknya.
Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing. Ketika orang itu melihat, bahwa ia tidak dapat mengalahkannya, ia memukul sendi pangkal paha Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok, ketika ia bergulat dengan orang itu. Lalu kata orang itu: "Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah menyingsing." Sahut Yakub: "Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku."
Bertanyalah orang itu kepadanya: "Siapakah namamu?" Sahutnya: "Yakub." Lalu kata orang itu: "Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang." Bertanyalah Yakub: "Katakanlah juga namamu." Tetapi sahutnya: "Mengapa engkau menanyakan namaku?" Lalu diberkatinyalah Yakub di situ.
Yakub menamai tempat itu Pniel, sebab katanya: "Aku telah melihat Allah berhadapan muka, tetapi nyawaku tertolong!"

Arti nama Yakub adalah "penipu" atau "pemegang tumit", dan memang demikianlah karakter Yakub. Jika ia menginginkan sesuatu, maka ia akan menipu untuk mendapatkannya. Seperti pria Yahudi yang memiliki sebuah tongkat, demikian juga Yakub memiliki tongkat yang terdapat banyak goresan yang disebut stigmata. Ada goresan yang dangkal, ada goresan yang dalam. Stigmata yang dangkal melambangkan pergumulan yang tidak terlalu berat yang Yakub alami, sedangkan stigmata yang dalam melambangkan suatu pergumulan yang berat yang ia alami.

Ada 3 pesan Tuhan bagi kita melalui ayat-ayat tersebut.

#1 Orang Kristen akan mengalami fase padang gurun

Setelah Yakub menyeberangkan para istri serta anak-anaknya, maka ia pun tinggal seorang diri. Kesendirian Yakub ini melambangkan suatu fase "kesendirian" yang juga dialami orang percaya, atau yang sering diistilahkan dengan masa "padang gurun". Ini berbicara mengenai suatu kondisi yang sulit, tetapi memang Tuhan izinkan untuk kita alami.

Bahkan Tuhan Yesus sendiri juga mengalami pencobaan ketika Ia sendirian di padang gurun. Kita ingat bagaimana orang Israel yang keluar dari Mesir menuju tanah perjanjian melalui padang gurun, dan mereka berputar-putar di padang gurun selama 40 tahun. Mengapa begitu lama? Karena mereka ternyata melakukan hal-hal yang tidak berkenan di hadapan Tuhan, sehingga mereka dibuat berputar-putar lama sekali di padang gurun.

1 Korintus 10:6-10,

Semuanya ini telah terjadi sebagai contoh bagi kita untuk memperingatkan kita, supaya jangan kita menginginkan hal-hal yang jahat seperti yang telah mereka perbuat, dan supaya jangan kita menjadi penyembah-penyembah berhala, sama seperti beberapa orang dari mereka, seperti ada tertulis: "Maka duduklah bangsa itu untuk makan dan minum; kemudian bangunlah mereka dan bersukaria."
Janganlah kita melakukan percabulan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga pada satu hari telah tewas dua puluh tiga ribu orang. Dan janganlah kita mencobai Tuhan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka mati dipagut ular. Dan janganlah bersungut-sungut, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka dibinasakan oleh malaikat maut.

Orang Israel yang keluar dari Mesir tidak dapat menikmati janji Tuhan yaitu tanah perjanjian karena mereka tidak taat kepada Tuhan. Sekalipun demikian, selama perjalanan mereka di padang gurun, Tuhan tetap menyertai dan segala hal yang mereka perlukan dicukupkan oleh Tuhan.

Pelajaran yang bisa kita dapatkan adalah bahwa perjalanan Kekristenan bukanlah sebuah proses "sim salabim", bukan sebuah proses yang instan, tetapi sebuah proses yang panjang di mana setiap kita harus mengalami suatu pembentukan yang Tuhan lakukan atas setiap kita, supaya kita makin hidup dalam kebenaran dan semakin serupa dengan Dia dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan.

#2 Dihancurkan untuk diberkati

Saat itu Yakub bergumul semalam-malaman dengan seseorang yang adalah Tuhan sendiri, dan dalam pergumulan tersebut pangkal paha Yakub dibuat menjadi terpelecok, pangkal paha Yakub dihancurkan, lalu setelah itu Tuhan memberkati Yakub. Ini berbicara mengenai dihancurkan untuk diberkati.

Bicara dihancurkan, saya teringat akan tembok Yerikho. Waktu itu Tuhan memerintahkan Yosua untuk memimpin orang Israel merebut Yerikho, dan Tuhan menyuruh Israel untuk mengelilingi tembok Yerikho dengan cara berdiam, nanti Tuhan akan tentukan saatnya kapan mereka akan berseru dan bersorak.

Mazmur 46:2-11,

Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut; sekalipun ribut dan berbuih airnya, sekalipun gunung-gunung goyang oleh geloranya. Sela
Kota Allah, kediaman Yang Mahatinggi, disukakan oleh aliran-aliran sebuah sungai. Allah ada di dalamnya, kota itu tidak akan goncang; Allah akan menolongnya menjelang pagi. Bangsa-bangsa ribut, kerajaan-kerajaan goncang, Ia memperdengarkan suara-Nya, dan bumipun hancur.
TUHAN semesta alam menyertai kita, kota benteng kita ialah Allah Yakub. Sela
Pergilah, pandanglah pekerjaan TUHAN, yang mengadakan pemusnahan di bumi, yang menghentikan peperangan sampai ke ujung bumi, yang mematahkan busur panah, menumpulkan tombak, membakar kereta-kereta perang dengan api!
"Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!"

Jika kita perhatikan, dalam ayat-ayat di atas ada 10 ayat yang berbicara mengenai kebesaran Tuhan. Dan hanya ada 1 ayat yaitu ayat ke-11 yang menyuruh kita untuk berdiam. Dalam terjemahan lain, kata "diam" diterjemahkan "step out from the traffic", ada juga "be still", ada pula "let go". Ini berbicara bahwa kita diminta Tuhan untuk melepaskan segala keakuan, kesombongan, iri hati, kedagingan, dan segala hal yang tidak berkenan di hadapan Tuhan. Saat kita melakukannya, maka kita akan melihat "tembok Yerikho" di hadapan kita dihancurkan oleh Tuhan, berbicara mengenai segala persoalan dan pergumulan hidup kita yang mengalami pertolongan campur tangan kuasa-Nya.

#3 Haus dan lapar akan Tuhan

Yakub bergumul dengan Tuhan semalam-malaman, dan tidak mau melepaskan Tuhan sebelum Tuhan memberkati dia. Ini berbicara mengenai haus dan lapar akan Tuhan. Saya berdoa agar Saudara mengalami pemulihan haus dan lapar akan Tuhan. Ini yang paling penting dalam hidup kita, di mana kita selalu menginginkan, merindukan kehadiran-Nya dalam hidup kita. Mungkin haus dan lapar ini tidak hilang, namun sudah berkurang dari hidup Saudara. Tapi Tuhan menginginkan agar Saudara kembali memiliki haus dan lapar akan Dia. Kita melihat akhir dari kehidupan Yakub adalah orang yang diberkati, Tuhan mengganti namanya menjadi Israel yang artinya pangeran Allah. Dimulai dari sungai Yabok yang artinya "mengosongkan", di mana Tuhan membersihkan hidupnya, dan ditutup di sebuah tempat yang bernama Pniel, yang artinya dia bertemu dengan Tuhan, dan Tuhan memberkati.

Seperti Tuhan mengubah Yakub menjadi Israel, dari Yabok menjadi Pniel, Dia juga ingin mengubah hidup Saudara ketika Ia membersihkan hidup Saudara. Bahkan sampai hari tuanya, Yakub atau Israel tetap memiliki roh yang peka. Meskipun matanya rabun, ia dapat mendengar suara Tuhan ketika hendak memberkati kedua cucunya, Manasye dan Efraim, sehingga ia melepaskan berkat sesuai dengan kehendak Tuhan.

Dalam kepekaan akan suara Tuhan, Israel menyilangkan tangannya ketika memberkati Efraim dan Manasye. Tangan yang disilangkan berbicara mengenai salib. Jangan Saudara hanya memakai atribut salib, tetapi tidak menghidupi makna dari salib. Salib berbicara mengenai pengorbanan, kerendahan hati, dihancurkan, berbicara mengenai lebih memperhatikan orang lain dibandingkan diri sendiri, sehingga hidup kita menjadi hidup yang diberkati dan dipakai dengan luar biasa oleh Tuhan.