Orang yang berdukacita (KOM 210.1.2)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Logo KOM.png
  • KOM 220.1220.1 Mengenal Perjanjian Lama
  • KOM 220.2220.2 Mengenal Perjanjian Baru
  • KOM 220.3220.3 Studi alkitab induktif
  • KOM 220.4220.4 Agama-agama di dunia
  • KOM 230.1230.1 Komunikasi pribadi
  • KOM 230.2230.2 Membangun dan membina persahabatan
  • KOM 230.3230.3 Pengendalian emosi
  • KOM 230.4230.4 Memilih pasangan hidup
  • KOM 230.5230.5 Kehidupan nikah Kristiani
  • KOM 230.6230.6 Mendidik anak
  • KOM 230.7230.7 Panggilan hidup dalam dunia kerja
  • KOM 230.8230.8 Strategi kehidupan yang berhasil
  • KOM 230.9230.9 Mengelola keuangan Anda
Untuk informasi jadwal kelas pengajaran KOM yang dibuka, hubungi Departemen Pengajaran:

+62 (251) 8351-059

"Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur."

Matius 5:4

“Orang yang miskin di hadapan Tuhan adalah pemilik Kerajaan Sorga". Ini merupakan kunci yang membuka semua kunci kebahagiaan yang lain.

Dalam pernyataan di atas mengenai orang yang berduka cita, jelas dari konteksnya bahwa Yesus tidak sedang membicarakan tentang dukacita yang bermakna kesedihan, melainkan dukacita tentang pertobatan - yaitu dukacita Ilahi! Bahkan secara harafiah Yesus berkata di sini: "Berbahagialah orang yang tidak berbahagia."

Jenis-jenis dukacita

  1. Dukacita alami
  2. Hal ini terjadi akibat kematian orang yang kita cintai, berpisah dengan seseorang yang dekat sekali dengan kita, kekecewaan atau mengalami tragedi kehidupan.

    Ini adalah dukacita yang wajar terjadi.

  3. Dukacita duniawi
  4. Ini mengacu pada dukacita yang tidak berakar kepada pertobatan tetapi yang berakar kepada penyesalan. Fokusnya tidak kepada fakta bahwa mereka berdukacita karena sudah melawan Tuhan, melainkan karena mengalami konsekuensi dari tindakan mereka yang keliru.
  5. Dukacita Ilahi
  6. Hal ini berakar pada suatu pengenalan bahwa mereka sudah berdosa melawan Tuhan, dan di dalam pertobatan mereka datang untuk menerima kemurahan hati dan pengampunan.

    Dukacita yang seperti inilah yang membawa serta berkat Tuhan.

Cara Tuhan mengizinkan kita mengalami dukacita

  1. Krisis
  2. "Hanya di dalam suatu krisis kita akan melihat siapa Kristus yang sebenar-benarnya."

    Masa sukacita mengajar kita jauh lebih sedikit daripada yang diajarkan oleh masa kesusahan.

  3. Koreksi
  4. Ketika sebuah potongan karet busa ditekan, apa yang ada di dalamnya akan terdorong keluar. Tuhan mengizinkan kita menjalani masa-masa yang "keras", sedemikian rupa sehingga kita dapat menemukan bahan baku kita – apakah kita terbuat dari bahan yang baik atau bahan yang buruk.

    Contoh: Simson

  5. Kekecewaan
  6. Ini mengacu kepada pengharapan yang tidak terwujud, baik terhadap diri sendiri, orang lain maupun terhadap keadaan. Contoh: Elia

Apa yang dihasilkan oleh dukacita?

  1. Kepekaan
    • Kita menjadi pribadi yang mudah tersentuh dan berempati.
  2. Kedalaman
    • Tidak dipengaruhi dan reaktif terhadap kejadian dan keadaan yang terjadi di seputar hidup kita.
    • Mengukir nilai-nilai kehidupan dalam hati kita.
  3. Ketaatan
    • Kembali menjadikan Allah sebagai pusat kehidupan kita.

Refleksi

Dunia ingin membawa semua orang kepada kebahagiaan dan bukannya dukacita. Tetapi di dalam Yesus, dukacita dapat membawa kita kepada pencapaian tujuan Allah yang lebih tinggi bagi kehidupan. Di dalamnya terdapat kebenaran yang akhirnya menghasilkan kebahagiaan yang sejati sesuai dengan kebenaran dan keadilan.

Sumber

  • Divisi Pengajaran (Maret 2019). "210.1.2 Orang yang berdukacita". KOM Seri 200 Pencari Tuhan (edisi ke-8, Maret 2019). Jakarta: GBI Jalan Gatot Subroto. ISBN 979-3571-06-3.